admin

Medanoke.com – Medan, Melalui Perpres (Peraturan Presiden) RI Nomor 117 Tahun 2021 tentang perubahan Ketiga atas peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Juak Eceran Bahan Bakar Minya (BBM) yang disahkan pada 31 Desember 2021.

Menilik Perpres tersebut pasal-pasal yang mendukung pemberian kompensasi kepada Pertalite tertuang dalam Pasal 21B, yang menyebutkan: Pertama, dalam rangka mendukung energi bersih dan ramah lingkungan, jenis bensin (gasoline) RON 88 yang merupakan 50 persen dari volume jenis bensin RON 90 yang disediakan dan didistribusikan oleh Badan Usaha penerima penugasan diberlakukan sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan sejak 1 Juni 2021 sampai dengan ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4).

Kedua, formula harga dasar, harga indeks pasar, dan harga jual eceran bahan bakar minyak jenis bensin (gasoline) RON 88 sebagai komponen bahan bakar minyak pembentuk jenis bensin (gasoline) RON 90 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu pada ketentuan jenis bensin (gasoline) RON 88 sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan.

Ketiga, Badan Pengatur melakukan verifikasi volume Jenis BBM Khusus Penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Keempat, Pemeriksaan dan/atau reviu perhitungan volume Jenis BBM Khusus Penugasan jenis bensin (gasoline) RON 88 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh auditor yang berwenang.

Kelima, berdasarkan hasil pemeriksaan dan/atau reviu perhitungan oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (4), menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan negara menetapkan kebijakan pembayaran kompensasi setelah berkoordinasi dengan menteri dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang badan usaha milik negara.

Keenam, Kebijakan pembayaran kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilaksanakan sesuai kemampuan keuangan negara. Ketujuh, Badan Pengatur menetapkan Penugasan kepada Badan Usaha penerima penugasan untuk penyediaan dan pendistribusian Jenis BBM Khusus Penugasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Dirjen Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata juga menegaskan bahwa Pertalite akan mendapatkan subsidi sebab BBM jenis tersebut masih mengandung Premium. Isa juga kembali menegaskan bahwa kedua jenis BBM ini batal dihapuskan di Indonesia.

“Untuk itu pemerintah akan berikan kompensasi pengadaan dan basisnya tetap Premium. Tapi Premium sudah baik dikendalikan, distribusi sebagai Premium menurun tapi dalam Pertalite ada komponen Premium. Akan kami dukung bagaimana memberikan kompensasi,” ujarnya saat dikutip dari Kumparan, Senin (3/1/2022) (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Penerapan sekolah tatap muka atau PTM (Pembelajaran Tatap Muka) bisa dilakukan 100 persen, hal ini dipastikan Kemendikbudristek RI per Januari 2022.

Kebijakan ini kemudian memicu kekhawatiran penularan Covid-19 di tengah munculnya varian Omnicorn. Namun Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek RI Jumeri memastikan protokol berjalan di masa pembelajaran tatap muka periode Januari 2022. Sebutnya, kantin belum boleh beroperasi karena risiko penularan Covid-19 tinggi di tempat tersebut.

“Yang kedua, pedagang yang berada di luar gerbang sekitar sekolah di satuan pendidikan diatur oleh Satgas Penanganan COVID-19 di wilayah setempat bekerja sama dengan Satgas Penanganan COVID-19 di satuan pendidikan,” ungkap Jumeri dalam konferensi pers Senin (3/12/2021).

Sementara kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga di dalam atau luar ruangan tdiperbolehkan dengan sejumlah syarat seperti yang diatur Kemendikbud Ristek dalam kategori berdasarkan penilaian PPKM:

Kategori A, B, C: PPKM level 1, dan 2
Kategori D, E: PPKM level 3
Kaetegori F: PPKM level 4

“Kalau pada level kategori A sudah boleh 100 persen. Kalau B, C dan lainnya 50 persen,” beber Jumeri.

“Jika kapasitasnya besar, semuanya bisa dilakukan dalam ruangan, tetapi jika sempit menyesuaikan dengan kategori masing-masing,” pungkas dia. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Menurut data Euromonitor 2021, populasi peliharaan kucing di Indonesia dari tahun 2017 ke 2021 meningkat sebesar 129 persen. Hal itu pula yang membuat PT Uni-Charm Indonesia Tbk menyediakan Deo-Toilet untuk kucing dan anjing.

Market kategori pasir kucing pun meningkat 108 persen dibanding tahun 2017, di mana kesadaran terhadap kebersihan terus menguat karena pemilik hewan hidup bersama dengan hewan peliharaannya.

“Namun, menurut riset internal yang kami lakukan, sayangnya penyaringan bau, kepraktisan, dan kemudahan pembersihan masih menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi,” kata Yuji selaku Presiden Direktur dalam Siaran Persnya, Senin, (3/1/2022).

Karena hal itu, Yuji mengatakan bahwa pihaknya ingin menghilangkan rasa ketidakpuasan konsumen dengan Deo-Toilet untuk kucing.

Lanjut dirinya menjelaskan, bahwa produk yang diluncurkan perusahaanya akan tetap bersih dan tidak bau, meski diletakkan di dalam ruangan tertutup selama seminggu.

“Jadi, Deo-Toilet kucing hadir untuk mengatasi masalah bagi pemilik kucing akan bau toilet kucing di dalam rumah,” ucapnya.

Sementara itu, rasio populasi anjing di Indonesia dikatakan Yuji terus meningkat setiap tahunnya, yang mana terjadi kenaikan 117 persen sepanjang tahun 2017- 2021.

“Berdasarkan riset Unicharm Jepang mengenai produk perawatan ekskresi anjing, kami mengetahui bahwa “tidak bocor”, “kaki anjing tetap kering”, dan “penyaringan bau” adalah 3 kebutuhan utama bagi para konsumen, yang mana kami menilai bahwa hal ini juga menjadi kebutuhan bagi para pemilik anjing di Indonesia,” pungkasnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Maraknya kasus begal di Medan menjadi perhatian Polda (Polisi Daerah) Sumut (Sumatera Utara) dan telah membentuk tim khusus guna menangani begal.

“Kami sudah membentuk tim dari Direktorat Kriminal Umum secara full tadi pagi membackup pengungkapan dan pencegahan serta penindakan terhadap para pelaku begal,” kata Direktur Krimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, dikutip dari Digtara.com, Senin (3/1/2022)

Diketahui kasus terbaru meninpa petugas kebersihan yang dibegal di Jalan Pinus, Komplek DPRD, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (2/1/2022) dan menyebabkan korban mengalami luka lebam dan dirampas sepada motornya.

Beberapa kasus pembegalan di Kota Medan pun belum terungkap. Seperti pelaku begal terhadap korban DI yang kini jadi tersangka karena menewaskan salah satu diduga begal.

“Kami tidak sungkan-sungkan memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku begal yang meresahkan dan sampai menyakiti masyarakat,” pungkasnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Terduga begal di tusuk 3 kali menggunakan pisau yang sudah disiapkan. Polsek Sunggal menetapkan DI (21) sebagai tersangka, sebab menikam pria diduga begal di Jalan Sei Beras Sekata, Sunggal.

Ditkrimum (Direktur Derektorat Kriminal Umum) Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmajaya bertutur sang penikam mencoba membela diri karena diserang empat orang kawanan di duga begal yang ingin merampas sepeda motor dan barang-barangnya, kejadian itu sekitar pukul 01. WIB pada Selasa (21/12/2021).

“Pada saat terjadi pembegalan tersebut saudara DI yang sekarang statusnya sudah jadi tersangka melakukan perlawanan. Tersangka DI sudah menyiapkan sebilah pisau,” ujar Tatan

Diketahui pria yang ditikam bernama Reza mendapat luka tusuk pertama mengenai pinggang sebelah kanan, lalu terjatuh, kemudian sempat berdiri, kemudian mengarah ke arah dada hingga sekarat.

“Saat melarikan diri, salah satu begal ditarik tersangka DI. Reza sekarat. Dia tewas akibat mendapat tikaman,” ungkapnya.

Kasus ini sendiri, masih terus didalami pihak kepolisian termasuk kasus pembegalan yang sebagai pemicu terjadinya peristiwa ini.

“Tersangka DI menyerahkan diri dan diantar langsung orang tuanya. Penyidik menyimpulkan bahwa tersangka koperatif. Dan kita ketahui bersama tersangka DI juga korban. Apa bukti dia korban? Karena handphone yang dimiliki DI sudah dirampas pelaku curas,” tandasnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Pria Berinisial D ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Sunggal yang sebelumnya diduga ‘korban’ begal di kawasan Desa Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal. Selasa (21/12/2021).

Pria yang mengaku sebagai ‘korban’ begal menyerahkan diri ke pihak kepolisian usai sebelumnya kabur ke Riau, dan sempat diburu polisi setelah adanya penemuan mayat seorang berumur 20 tahun dengan sejumlah luka tusuk.

“Polsek Sunggal menerima laporan dari seorang ibu umur 64 tahun yang melaporkan bahwa cucu nya meninggal dunia yang diduga dibunuh oleh orang,” kata Kombes Riko Sunarko saat menggelar konfrensi pers, pada Jumat (31/1/2021).

Dirinya mengatakan, setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

“Setelah dilakukan penyelidikan, petugas menemukan titik terang, terkait dengan kejadian meninggalnya korban, berupa informasi bahwa korban ini pada saat meninggal handphone nya hilang,” ungkapnya.

Lanjut dirinya bertutur, setelah mengetahui keberadaan handphone milik korban, petugas langsung melakukan pengejaran. Ternyata handphone tersebut, telah diberikan oleh kakaknya D berinisal YR.

Kemudian, YR bercerita pada polisi bahwa handphone tersebut diterima D dan telah diganti nomor.

“Kemudian dari hasil pemeriksaan, petugas kemudian melakukan pendekatan kepada keluarga, lalu menghubungi D yang sudah pergi ke wilayah Riau untuk pulang,” katanya.

Rupanya D berhasil dihubungi dan menyerahkan diri ke Polrestabes Medan, Jumat (24/12/2021).

Sebelumnya seorang berumur 20 tahun warga jalan Flamboyan, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal ditemukan tewas mengenaskan di pinggiran persawahan.

Salah seorang warga, Domu Sitohang menjelaskan bahwa saat ditemukannya jenazah tersebut, tampak banyak bekas luka tusukkan di beberapa bagian tubuhnya.

Pengakuan D, peristiwa pembunuhan terhadap seorang berusia 20 tahun berawal dari D yang hendak pulang ke rumah dan dihampiri oleh pria 20 tahun dan teman–temannya yang kemudian hendak merampas telepon genggam dan sepeda motornya.

D dan pria 20 tahun kemudian terlibat perkelahian sebelum akhirnya salah satu tewas dengan sejumlah luka tusuk.

Selanjutnya D berkilah, jika telepon genggam milik seorang berusia 20 tahun yang dibawanya kabur, awalnya disangka merupakan telepon genggam milik D yang dibawa kabur kelompok pria usia 20 tahun. Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko menyebut, pisau yang digunakan D untuk membunuh merupakan pisau yang dibawanya. Dalam pengakuannya, pisau tersebut memang selalu dibawanya untuk perlindungan diri.

Kasus ini sendiri, saat ini masih terus didalami pihak kepolisian termasuk kasus pembegalan yang sebagai pemicu terjadinya peristiwa ini.

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, selain mendalami kasus ini, pihaknya juga sedang fokus memburu 3 terduga begal yang menyerang D. Bahkan identitas para terduga sudah diketahui.

“Namun, D tidak ditahan karena dianggap koperatif, dan dikenakan Pasal 351 karena menyerahkan diri dan diantar langsung orang tuanya,” ungkap Tatan.

Medanoke.com – Medan, Ada beberapa proses yang membuat makin cepat video menjadi viral. Era digital saat ini sangat mempengaruhi video tertentu menjadi viral.

Emily Falk salah satu peneliti dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menjelaskan, salah satu penyebab orang berminat untuk berbagi konten karena terkait dengan pengalamannya sendiri. Video yang viral berarti banyak dibagikan orang melalui media sosial yang menyebar cepat pada jutaan orang yang tersambung dalam jaringan daring (online).

Mengutip dari situs web University of Melbourne, ahli marketing Brent Coker menjelaskan, bahwa setidaknya ada empat hal menyebabkan video menjadi viral.

1. Kesungguhan

Video yang menjadi viral cenderung membuat orang yang membagikannya terlihat akan disukai. Sebab, secara alamiah seseorang ingin menumbuhkan harga diri dari pandangan orang lain. Kesungguhan atau pengintesifan diri didapat dari keberadaan di dalam kelompok sosial untuk berbagi informasi yang bermanfaat.

2. Ungkapan

Ketika seseorang meluapkan perasaan, maka secara alami pikiran akan memahami situasi. Kecenderungan itu yang membuat seseorang ingin berbagi pengalaman dengan orang lain. Semakin banyak luapan perasaan yang mengubah emosi negatif orang lain menjadi positif terkandung dalam video, maka cenderung akan dibagikan. Hal itu bahkan juga bisa sebaliknya terkait perubahan emosi dari positif ke negatif.

3. Ketertarikan persamaan kepentingan

Konten yang relevan menimbulkan perasaan yang menghargai dalam suatu aktivitas, ide, atau objek. Perasaan itu adalah afinitas (ketertarikan persamaan kepentingan). Kerap kali seseorang membagikan sesuatu (video) yang membangkitkan ingatan tertentu yang terhubung dalam konten.

4.Getaran

Getaran yang terhubung perasaan kegembiraan atau sensasi mendorong respons fisik, seperti merinding dan berdebar. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Mari kita mengenal Soetanti dan ibunya, Siti Aminah binti Marah Umar atau lebih dikenal dengan nama Ny Mudikdio merupakan dua perempuan yang ditakuti Soeharto.

Antara pertengahan tahun 1970-1980an rumah keluarga tersebut yang berada di daerah Pondok Pinang rutin diawasi militer atau polisi setiap bulan September akan ada satu jip berisi prajurit bersenjata yang menjaga jalan masuk ke rumah tinggal mereka.

Ketika Ny Mudikdio meninggal dunia pada 1984, helikopter berpatroli di langit sekitar Pondok Pinang. Bahkan saat Soetanti terserang stroke dan harus dirawat di ICU, orang-orang yang menangani perawatannya didatangi aparat dari Kodam V Jaya untuk diinterogasi, sebab curiga ada pihak asing yang membiayai perawatannya.

Melansir PerpustakaanOnlineGenosida1965-1966, Soetanti lahir di Sungai Liat pada 1 November 1923. Ayahnya Raden Mas Mudikdio, adalah putra Bupati Tuban Koesoemodigdo yang terkenal berpikiran maju dan mendorong anak-anaknya untuk belajar setinggi mungkin. Ibunya, Siti Aminah lahir dari keluarga tuan tanah terpandang di daerah Deli. Mereka selalu hidup sederhana dan siap berbagi apa saja yang mereka miliki dengan orang kebanyakan.

Keluarga Mudikdio hidup berpindah-pindah karena kepentingan pergerakan dan perang. Mudikdio pernah bekerja di kantor bea cukai di Bangka, Medan dan Pontianak. Setelah Soetanti lahir, mereka pindah ke Yogyakarta. Mudikdio menjadi guru sekolah menengah Muhammadiyah. Siti Aminah, si “kembang Medan”, yang berdarah campuran Minang-Deli, mengganti baju kurung dan celananya dengan kebaya dan kain batik wiron. Saat keluarga ini tinggal sementara di kediaman Bupati Rembang, Siti Aminah belajar menjadi perempuan Jawa yang sempurna, lewat cara berpakaian dan berbahasa krama inggil. Sampai akhir hayatnya ia dikenang sebagai perempuan yang sangat sedikit bertutur dan berkebaya dengan rapih, bahkan saat ditahan di LP Bukit Duri sekali pun.

Siti Aminah tampaknya sudah mulai tertarik dengan kerja-kerja organisasi perempuan sejak ia di Medan. Tapi baru di Semarang dia aktif menjadi penggerak Fujinkai saat pendudukan Jepang. Setelah perang kemerdekaan usai, Siti Aminah tampaknya terlibat dalam Komite Nasional Indonesia, entah di daerah atau di pusat. Kemalangan menimpa dirinya tatkala suaminya yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Polisi ditembak dalam peristiwa Madiun 1948. Tragedi ini tidak menyurutkan ketertarikannya pada dunia politik perempuan. Dengan nama Ny. Mudikdio, sejak awal pendirian Gerwani ia selalu terlibat sebagai pengurus. Ia sebenarnya sudah mengurangi kegiatannya di Gerwani saat Gestok terjadi. Tapi karena ia khawatir akan keselamatannya, ia memutuskan untuk mengamankan diri di kantor aparat keamanan. Alhasil ia ditahan 11 tahun. Usianya ketika itu 62 tahun.

Berbeda sekali dengan ibunya, Soetanti tumbuh sebagai gadis yang lincah, ceplas-ceplos, dan berani. Kerabatnya menganggap itulah cerminan gadis-gadis yang besar bersama pergerakan nasional. Tanti suka belajar dan memang cerdas. Setelah menamatkan sekolah menengah berbahasa Belanda MULO ia ingin masuk sekolah kedokteran. Sayangnya Pak Mudikdio tidak punya cukup uang. Ia lalu meminta bantuan sepupu terdekatnya, R.M. Susalit, putra tunggal Kartini. Tanti pun berhasil masuk sekolah kedokteran di Surabaya, NIAS.

Waktu perpeloncoan ia dapat nama panggilan mengejek “Bolletje” karena mukanya bundar dan tubuhnya gempal. Di kalangan teman-temannya ia masih dipanggil Bolle. Saat menjadi mahasiswi kedokteran ini rupanya ia jatuh cinta pada pemuda Aidit. Walaupun Tanti tidak terlalu tertarik pada dunia politik dan kehidupannya sebagai anak ningrat di sekolah elit sangat berbeda dengan kehidupan Aidit yang penuh dengan ketidaktentuan dan marabahaya, mereka memutuskan untuk menikah.

Sebagai istri Aidit, hidup Tanti dan anak-anaknya memang tidak mudah. Sampai Aidit menjadi menjadi ketua partai dan wakil ketua MPR Tanti sering harus berpisah dengan Aidit karena berbagai teror terhadap gerakan kiri atau komunis berulangkali memaksa suaminya mencari jalan menyelamatkan diri. Mereka pernah tinggal di rumah berlantai tanah di Gondangdia, lalu di perkampungan di daerah Galur, Tanah Tinggi. Mereka harus mengungsi karena perkampungan itu suatu hari terbakar. Tapi Tanti tidak hilang semangat. Ia dikenal sebagai “dokter rakyat” yang selalu siap mengobati dan merawat pasien siapa saja yang datang ke rumahnya. Ia rutin mencek kesehatan orang-orang yang tinggal di kampungnya.

Antara 1958-60 Tanti dikirim untuk studi spesialis radiologi di Uni Sovyet. Dalam keadaan mengandung ia membawa serta putrinya tertua, Ibarurri, yang disusul putri kedua, Ilya. Ia melahirkan anak kembar, Irfan dan Ilham saat sedang menyelesaikan studinya. Setelah kembali di Indonesia ia mengajar di Fakultas Kedokteran UI, praktek di RS Cipto Mangunkusumo dan poliklinik rakyat di kantor Gerwani. Gairah belajarnya tak pernah surut. Ia berangkat lagi ke Pyongyang, Korea Utara, untuk mendalami studi akupuntur. Sepulangnya dari Korea, belum sempat ia jalankan ilmu barunya, ia sudah harus menyelamatkan diri. Rumahnya dihancurkan, suaminya menjadi buron, lalu tewas, anak-anaknya terpaksa dititipkan ke kerabat-kerabat dekat yang berbaik hati menawarkan pengasuhan. Setahun setelah ia bersembunyi ia tertangkap dan dipenjarakan selama 14 tahun.

Setelah dibebaskan pada 1980 dengan bantuan teman-teman lamanya di sekolah kedokteran Tanti berhasil mendapatkan izin praktek kembali. Ia melanjutkan kerja-kerjanya di sejumlah klinik yang siap menampungnya sampai ia meninggal dunia pada 1991. Ia tidak pernah bertemu lagi dengan kedua putrinya yang bersekolah di Moskow dan dipaksa mengelana dari satu negeri ke negeri lain tanpa status kewarganegaraan yang jelas. Minggu, (2/1/2022) (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Keputusan presiden Joko Widodo resmi memperpanjang status pandemi Covid-19 di Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021 yang diteken pada 31 Desember 2021.

“Menetapkan pandemi Covid-19 yang merupakan global pandemic sesuai pernyataan World Health Organization secara faktual masih terjadi dan belum berakhir di Indonesia,” demikian bunyi Keppres tersebut, Minggu (2/1/2022).

Jokowi menimbang, pandemi dan penyebaran Covid-19, yang dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO sejak 11 Maret 2020 dan ditetapkan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat berdasarkan Keppres Nomor 11/2020 serta bencana non-alam berdasarkan Keppres Nomor 12/2020, belum berakhir dan berdampak terhadap berbagai aspek, termasuk kesehatan, ekonomi, dan sosial yang luas di Indonesia.

Selain itu, mantan wali kota Solo ini juga menimbang, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 37/PUU-XVIII/2020 yang menegaskan pentingnya pernyataan presiden atas status faktual pandemi Covid-19 di Indonesia.

Berikutnya, dalam rangka penanganan, pengendalian, dan/atau pencegahan pandemi Covid-19 beserta dampaknya khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial, pemerintah dapat menetapkan aturan kebijakan melalui penetapan skema pendanaan antara pemerintah dengan badan usaha yang bergerak di bidang pembiayaan pelayanan kesehatan dan skema lainnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Sudah tidak asing lagi pastinya bahwa Indonesia mayoritas rakyatnya adalah petani. Namun petani hampir habis di negeri agraris.

Kepala Pusat Studi Agraria Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Eka Yulian menyampaikan, terkait reforma agraria, pemerintah baru melampaui target dalam hal legalisasi aset.

“Akan tetapi kaitannya dengan redistribusi aset, baru mencapai sekitar 29,33 persen,” kata Bayu seperti dikutip dari laman IPB, Minggu (2/1/2021).

Dirinya bertutur, banyaknya konflik yang disebabkan reforma agraria kampir merata di seluruhh Indonesia. Paling besar berasal dari sektor perkebunan.

“Saat ini ada kecenderungan persawahan di desa mengalami penurunan,” ungkapnya.

Data menunjukan sektor perkebunan paling tinggi. Dari data sensus pertanian tahun 2003 hingga 2013, ada 5 juta petani kecil hilang. Para petani tersebut banting setir ke sektor informal di luar pertanian dan usaha-usaha industri dan jasa.

Merujuk Kepala Lembaga LPPM (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) IPB, Ernan Rustiadi, penguasaan lahan pertanian oleh petani gurem di Indonesia berada di bawah rata-rata negara Asia lainnya, yang karakteristik pertaniannya dikuasai small holder farmer.

“Kebijakan pemerintah terkait reforma agraria dan perhutanan sosial ini ternyata belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya. (Jeng)