Medan

Kota Medan. Dari pinggiran kota terbesar di Pulau Sumatera, Indonesia, itulah laki asing ini mendapatkan tiga nikmat cinta dalam hidupnya : Islam, istri solehah, dan anak si jantung hati.
 
Nama lengkapnya, Thomas Lemme bin Kuhn. Umurnya 53, akrab disapa Thomas atau kalau orang seputaran domisilinya sapa dia “Mister”. Dua puluh tahun lalu, atas nama cinta, dia meninggalkan negerinya, Jerman. Atas nama cinta pula, 4 bulan sebelum hengkang dari negeri Panzer, Thomas mulai mempelajari Islam.
 
Cinta mengantar hidayah bagi bule ini berasal dari sesosok gadis sederhana. Dialah Liliana boru Nasution, warga Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, yang umurnya terpaut 15 tahun dengan Thomas. Batangkuis adalah salah satu kota kecamatan Deli Serdang yang berbatas dengan Medan.
 
Tak diketahui persis di mana pasangan lintas benua itu bertemu kali pertama.
“Allah yang mempertemukan (kami),” kata Thomas, lima tahun lalu. Saat itu, lima belas tahun sudah dia menghirup udara Batangkuis.
 
Itu pula masa yang membuatnya mahir berbahasa Indonesia -meski tetap dengan dialeg Wllingholzhausen, kampung kelahirannya yang bersuhu super dingin, berjarak sekira 400 Km dari Berlin, ibu kota Jerman.
 
Informasi ini didapat wartawan Anda selama 2 tahun bergaul dengan Thomas, bahkan tinggal berdekatan di Batangkuis. Ini lanjutan pengelanaan Anda mengenal sosoknya yang alim tak nampak alim.
 
Per 2002, Thomas resmi memeluk Islam dan bermukim di Batangkuis. Beberapa bulan sejak mualaf, laki tambun brewok ini pun menikahi Liliana. Sejak menjadi istri bule, para tetangga di sana kompak menyapa Liliana dengan sebutan Lili Jerman.
 
Demi Islam dan takdir jodoh, Thomas tampak mantap meninggalkan semua jejak kiprahnya selama di Jerman. Di Batangkuis, penggiat pedagogi jebolan WH Duesseldorf itu mulai mewujudkan mimpi-mimpinya bersama Lili Jerman. Rumah, salah satunya.
 
Di areal hampir 1 Rante pas seberang masjid, tahun itu juga Thomas mulai membangun istana barunya. Hasilnya? Bentuk rumahnya kontras dengan permukiman sekitar. Bukan karena megah. Tapi karena rumah itu rada bergaya arsitektur Jerman.
 
Rumah 3 kamar penuh dekoratif batu alam warna tenang beratap genteng plus rumput Jepang dan tanaman hias di teras hingga pagar itu sekilas mengingatkan rumah di negeri dongeng.
Rumah ‘bule masuk kampung’ ini persis terletak depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Masjid, Dusun II Bintang Meriah, Batangkuis.
 
Kelar soal rumah, Thomas mulai membangun usaha. Belasan unit rumah kontrak dibangunnya di sejumlah lokasi di Batangkuis. Dia juga membuka bisnis Warnet yang kala itu baru booming. Berjarak 100 meter dari rumahnya, di Warnet itulah Thomas menghabiskan hari-harinya sejak pagi sampai jelang dini hari.
 
Bercelana ponggol, kaos oblong, dan menenggak Coca-Cola berliter-liter, Thomas tak jenuh duduk seharian di depan komputer. Tentu itu minus waktu solat 5 waktu tiba. Juga malam Jumat ba’da Isya ketika dia mengikuti pengajian rutin bergilir di lingkungan tempat tinggalnya. “Islam agama yang hebat. Tapi penganutnya banyak yang nyimpang,” katanya, sekali tempo selepas kegiatan wirid.
 
Saban kelar menjalankan ‘urusan langit’, Thomas pun kembali ke rumah keduanya, Warnet. Internet membuatnya harus tetap terkoneksi dengan para sahabat di Jerman atau Eropa.
 
Komunikasi rutin itulah yang kemudian membuat satu dua bule saban tiga bulan datang, menginap di rumah Thomas. Kalau sudah begitu, barulah Thomas absen dari Warnet. Menyetir Gran Max MB hitam sambil telanjang dada, tamu itu dibawa Thomas ke lokasi wisata favorit di Sumatera Utara. Lili Jerman sesekali turut serta.
 
Sampai di sini, Thomas menyebut Allah telah melimpahkan banyak anugerah padanya. Ajaran Islam yang bikin hatinya teduh, layanan istri solehah, rezeki selalu lancar, kesehatan tetap terjaga menjadi bagian dari rahmat tak terkira itu. Tapi manusia acap tetap merasa kurang.
 
Masih ada mimpi terindah Thomas yang masih indah dalam angan semata. Ini sebangun dengan mimpi Liliana sang istri. Doa sekuat hati terus mereka panjatkan siang malam, tapi takdir soal satu itu belum juga berwujud nyata. Padahal hasrat tentang itu sangat manusiawi. What the hell, man?
 
Ini terkait dua kamar di rumah Thomas – Liliana yang belum punya penghuni tetap. Dua kamar desain klasik itu amat didamba menjadi hunian untuk dua buah cinta pasangan beda kultur ini. Alih-alih dua, pun lebih lima tahun nikah pasangan ini belum juga dikaruniai seorang anak.
 
Pun begitu, Gusti Allah ora sare. Thomas yakin itu. Guna menguatkan sabar, keyakinan soal itu bahkan diselaminya lewat kisah Nabi Zakaria AS. Termasuk doa ampuh sang nabi uzur yang akhirnya dikaruniai anak, Yahya AS, yang menjadi nabi Allah sejak usia kanak.
 
Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â’. Lantunan doa Nabi Zakaria AS menginginkan anak yang diabadikan dalam Al Qur’an Surah Ali ‘Imran: 38 itu sering dipanjatkan Thomas dan Lili Jerman.
 
Dan surah itu memang lagi-lagi membuktikan keajaibannya. Ujian kesabaran untuk pasangan ini berakhir di usia 10 tahun pernikahan. Hari bahagia lama dinanti itu datang pada 2 Februari 2012. Thomas dan Lili Jerman dikaruniai anak laki bertampang bule habis.
 
Bertubuh kecil seperti Liliana, si ganteng itu diberi nama Attila Konstantin. Lalu persis 10 bulan paska kelahiran Attila, anak kedua idaman pasangan ini pun lahir. Dialah si cantik Kayla Laeticia.
 
Karunia Allah telah memberikan sepasang anak sehat dan pintar langsung kontan membuat rumah tangga Thomas dan keluarga besarnya riang tak terkira. Bersama Liliana, Thomas pulang kampung memboyong Attila dan Kayla. Keluarga bahagia ini menghabiskan waktu sebulan di Jerman.
 
Balik Medan dan bertahun kemudian,  sebuah takdir pun seketika menghentak
Thomas. 29 Agustus 2017… Allah memanggil Liliana. Ibu dua anak tercinta Thomas itu wafat akibat serangan ginjal akut. Dia terpukul. Begitu juga dua jantung hatinya yang masih kecil. Dan, takdir maut istri tercinta pun segera mengubah jalan hidup Thomas.
 
Per 2019, Thomas memutuskan kembali ke Jerman. Tentu dengan turut membawa Attila dan Kayla. Kepergian anak beranak ini terjadi setelah semua urusan dengan keluarga besar Liliana  kelar, termasuk soal ahli waris. Penjelasan tentang masalah terakhir tertuang dalam Putusan Pengadilan Agama (PA) Lubuk Pakam No. 161/Pdt.P/2017/PA.Lpk tanggal 10 Oktober 2017.
 
Sejak itulah, saban Ramadhan atau Idul Fitri datang,  Thomas pun merasakan rindu yang mendalam. Rindu tentang kenangan kemeriahan bulan suci dan hari fitri kala dia, istri dan dua anak mereka bermukim di Batangkuis. Dua momen perayaan suci umat Islam itu dijalani Thomas di Medan atau Deliserdang selama 17 tahun. Sebuah masa lumayan panjang.
 
Karena itulah, kerinduan religi bercampur bayangan wajah almarhumah istri itu saat ini amat dirasa Thomas karena Islam di Jerman adalah agama kaum minoritas. Alih-alih mendengar gema takbir Idul Fitri atau lantunan ayat suci dari ibadah tarawih saban malam Ramadhan yang kuat mengalun dari sepiker masjid depan rumahnya di Batangkuis, Thomas dan dua anaknya kini bahkan tak lagi bisa mendengar azan tanda solat lima waktu sehari tiba.
 
Itu karena masjid satu-satunya di wilayah tinggal mereka  berjarak puluhan kilometer dari rumah. Thomas dan dua anaknya kini tinggal di Melle, kota kecil bersuhu dingin. Jarak Melle dengan Berlin, ibu kota Jerman, setara perjalanan Medan – Padang Sidimpuan.
 
“Ya teringat mama, teringat ketupat (lebaran),” celoteh Attila lewat sambungan video WhatsApp dengan Fahri Ahmad (12), temannya di Medan, pada hari ketiga lebaran 1443 Hijriah,
Rabu (04/05/2022) malam. Terdengar sedih. Saat ngobrol, bahasa Indonesia gaya Medan anak umur 10 tahun itu terdengar telah bercampur logat Jerman.
 
Meski tak lagi akrab dengan lantunan indah azan dari sepiker masjid, Attila mengaku papanya mewajibkannya  menjalankan solat lima waktu. Alhamdulillah.

Ditulis oleh :
Ahmad FM,
Jurnalis Medanoke.com
 

Medanoke.com- Medan, Hari pertama kerja usai cuti bersama hari Lebaran 1443 H, pelayanan publik di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Jl AH Nasution, Medan, kembali berjalan seperti biasa, Senin (9/5/22).
 
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH, MH melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Yos A Tarigan, SH, MH menyatakan bahwa pelayanan publik yang dimaksud adalah menerima surat masuk, menerima SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), melayani administrasi Perkara Pidana Umum dan Pidana Khusus, melayani tamu dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan hukum.
 
“Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Sumut sudah beroperasi secara normal sejak pukul 07.30 WIB, ” ungkap Yos A Tarigan.
 
Dari pantauan wartawan di setiap ruangan, terlihat para pegawai dan jaksa antusias masuk kerja pasca libur Lebaran satu minggu lebih. Lapangan parkir gedung Kejati Sumut juga terlihat padat seperti biasa. kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area parkir.
 
Sesuai arahan Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, agar seluruh satker memberikan pelayanan publik dengan baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memperbaiki sistem pelayanan yang lebih responsif, tidak diskriminasi, lebih adil, lebih nyaman dan memiliki kepastian hukum yang berbasis Informasi Teknologi (IT).
 
“Harapan kita tentunya, pelayanan publik harus berjalan maksimal seperti biasanya. Persidangan, koordinasi berkas dan yang lainnya dengan penyidik di bidang Pidum serta bidang lainnya bisa berjalan sesuai harapan, ” jelas Kasipenkum Kejatisu.
(aSp)

Medanoke.com- Medan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) gelar kegiatan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kejati Sumut lantai 3, kantor Kejati Sumut Jalan Abdul Haris Nasution Medan, Rabu (27/4/22).

Pra Musrenbang ini dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Idianto, SH,MH didampingi Wakajati Sumut Edyward Kaban, SH,MH dan seluruh Asisten seperti Asintel I Made Sudarmawan, Aspidsus Anton Delianto, Aspidum Arip Zahrulyani, Asdatun Dr. Prima Idwan Mariza, Asbin Sufari dan Aswas RM Ari Priyoagung.

Hadir juga Kabag TU Rahmad Isnaini, Kasi Penkum Yos A Tarigan serta para Kasi lainnya. Para Kajari dan Kasi di daerah mengikuti secara daring.

Pra Musrenbang ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan (Jambin) Kejaksaan Agung RI untuk kemudian hasil perencanaan terkait pembangunan Kejaksaan akan dibahas dalam Musrenbang secara Nasional di Kejaksaan Agung RI.

Seperti disampaikan Kajati Sumut Idianto, perencanaan yang dibahas tentunya akan menjadi wujud nyata di 2023. Apa yang diajukan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

P wasada kesempatan itu, Kajati Sumut memberikan kesempatan kepada setiap Asisten untuk memaparkan perencanaanya di 2023, kemudian para Satker di wilayah hukum Kejati Sumut juga diberi kesempatan untuk menyampaikan paparannya terkait perencanaan pembangunan di Kejari masing-masing di tahun 2023 mendatang.

Di akhir kegiatan, Kajati Sumut Idianto membuka sesi diskusi terhadap setiap hal yang ada terkait perencanaan dan inisiatif dari setiap Satuan Kerja di daerah.(aSp)​

Medanoke.com-Medan, Koordinator Wartawan Unit DPRD Medan, Said Ilham Asegaf, SH mengucapkan terima kasih kepada DPW Pendawa Sumut dan Kabareskrim Komjen Pol Agus Hardianto, SH MH. Ucapan itu disampaikan oleh Said Ilham saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPW Pendawa Sumut di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Medan, Selasa (26/4/22).

Rombongan wartawan yang dipimpin Said disambut langsung oleh Ketua DPW Pendawa Sumut, H Ruslan SE.
Said mengucapkan terimakasih atas sambutan dari Ketua Pandawa Sumut.

“Terimakasih atas sambutan dari abangda Ruslan Ketua Pandawa Sumut yang juga selaku penasehat/pembina Koordinator Wartawan DPRD Medan,” ucap Said.

Dimana ini merupakan kunjungan silaturahmi di bulan suci Ramadhan kepada para penasehat dan pembina koordinator Wartawan DPRD Medan.

Disebutkan Said, bahwa sosok bang Ruslan selain tokoh masyarakat juga orang yang dituakan dalam dunia jurnalis yang selalu memberikan saran, solusi dan memotivasi para insan pers dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Senada dengan H Ruslan atau akrab yang disapa Bang Rus menyampaikan terimakasih atas kedatangan teman-teman jurnalis yang tergabung dalam Koordinator DPRD Medan.

Diakhir pertemuan, H Ruslan menyerahkan bantuan paket sembako dari Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto kepada teman-teman jurnalis yang tergabung dalam Koordinator Wartawan DPRD Medan, yang secara simbolis diterima Ketua Koordinator Said Ilham Aseggaf.

Dikatakannya bantuan dapat bermanfaat dan berkah bagi kita semua. Masih pada kegiatan itu, Said mengucapkan terimkasih kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dan kepada Pandawa Sumut yang telah menyerahkan kepada wartawan unit DPRD Medan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto dan Pendawa Sumut yang telah menyerahkan paket sembako kepada wartawan unit DPRD Medan. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi kawan-kawan semua dan menjadi berkah bagi Kabareskrim dan Pendawa Sumut,” ujar Said.(aSp)​

Medanoke.com- Medan, Adanya kegiatan Pemko Medan melakukan Mudik Gratis untuk semua masyarakat yang berada di kota Medan. Baik itu Buruh, Pekerja, Mahasiswa dan Pelajar sangat membantu dan bisa diapresiasi.

Ketua DPRD kota Medan, Hasyim SE mengatakan, Kegiatan mudik gratis yang dilaksanakan oleh Pemko Medan sangat kita apresiasi. “Karena sangat membantu masyarakat yang berada di Kota Medan. Dan hendak pulang kampung (alias mudik) jelang lebaran tahun ini” kata Hasyim. Saat dikonfirmasi Via selular Rabu (20/04/2022).

Dikatakannya, Mudik Gratis yang pertama kali dilaksanakan Pemko Medan sangat membantu sekali dari segi finansial. Dimana saat ini kita masih krisis ekonomi dampak dari pandemic. “Selain itu juga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. Sebagaimana yang kita tahu, di saat mudik mobilitas kendaraan cukup tinggi. Tentunya dengan mudik gratis ini kemacetan lalu lintas sedikitnya berkurang”terang Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan.

Dihimbaunya, Kepada para pemudik alangkah baiknya tetap Protokol Kesehatan (Prokes). Alangkah baiknya nya kita mencegah sebelum terjadi. “Karena kita tahu, dampak dari Corona Virus Disease-19 (Covid-19) sangat berbahaya sekali. Dapat menyebabkan kematian dan merusak perekonomian suatu negara yang terkena Covid-19” jelasnya.

Untuk itu, ujarnya mari kita tetap gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan. Semua itu dilakukan agar terhindar dari covid-19. “Dan kepada para pemudik, kiranya bisa bertemu dengan keluarga, sanak saudara dihari Raya Idul Fitri 1443 H. Bisa saling bermaaf-maafan dihari yang fitri” kata Hasyim.

Ketua DPRD Medan yang juga Ketua DPC kota Medan Hasyim SE mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat terutama warga kota Medan dimanapun berada. “Semoga dihari yang fitri ini semua dosa kita dihilangkan. Amin” harapnya.

Sebelumnya, Kadis Perhubungan kota Medan mengatakan, siapa saja masyarakat yang ingin mudik lebaran. Kami menyiapkan fasilitas armadanya. “Layanan ini khusus untuk warga, buruh, mahasiswa dan pelajar yang pekerja kota Medan hendak pulang kekampung halaman diwilayah Sumatera Utara” terangnya.

Dikatakannya, bagi warga yang hendak mudik gratis tidak dibatasi armadanya. Pendaftaran mulai dibuka pada 20-25 April 2022 dari pukul 10.00 Wib s/d 16.00 Wib. “Tempat pendaftarannya ada diPosko Dishub kota Medan sisi jalan Pulau Pinang Lapangan Merdeka. Bisa juga mendaftarkan online lewat-mudik bareng.pemkomedan.go.id” jelasnya.

Lanjutnya, Keberangkatan dimulai 29,30 April dan 1 Mei 2022. Titik kumpul keberangkatan dilapangan Merdeka Medan.

Ditambahkannya, Adapun rute perjalanan mudik gratis antara lain. 1. Medan-Rantau Prapat-Kota Pinang-Gunung Tua-Palas-Sibuhuan. 2. Medan-Prapat-Sipirok-Sidempuan-Penyambungan-Natal. 3 Medan-Tarutung-Sibolga. 4. Medan-Sidikalang-Pakpak Bharat.(aSp)

Medanoke.com– Medan, Forum Wartawan Keaksaan Tinggi Sumatra Utara,dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melaksanakan berbuka bersama dengan anak anak panti asuhan Al-Jam,yatul Washliyah yang berada di jalan Karya Medan jumat (15/4/22)

Kegiatan berbuka puasa juga di barengi dengan pembagian sembako serta santunan uang yang di serahkan langsung Ketua Panitia safari ramadhan Forwaka Sumut Zainul Arifin Siregar Kepada Martoni Manik selaku pengurus Panti Asuhan.

Dalam sambutannya ketua panitia safari ramadhan Zainul menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap anak anak panti asuhan.engucapkan terimakasih kepada Bapak Kajatisu Idianto SH,MH,Wakajatisu H,Edyward Kaban,Asintel Kejatisu I,Made Sudarmawan SH,Kejari Medan Teuku Rahmatsyah SH,dan Kasi Penkum Kejatisu Yos A Tarigan SH atas dukungan bakti sosial Safarai Ramadhan 1443 H.

Harapanya bantuan sembako dan uang santunan dapat bermanfaat kepada anak anak panti asuhan,ujar Zainul Arifin.

Di kesempatan itu Martoni juga mengucapakan terimakasih kepada Forwaka Sumut yang telah berbagi kepada Panti Asuhan Al Washliyah.

Terimakasih kepada ketua panitia Safari Ramadhan Forwaka Sumut Zainul Arifin ,Ketua Forwaka Sumut Martohap serta para pebgurus Forwaka Sumut.

Ia menyebutkan sampai saat ini jumlah penghuni panti asuhan sevanyak 85 orang di mana 35 orang diantaranya wanita.kegiatan tersebut juga di Isi dengan Tausiyah yang di sampaikan Ketua Majelis Dakwah Muhyidin Nasution dalam tausyahnya mengatakan bahwa peran Media sat ini di perlukan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Saat ini peran jurnalis benar benar nyata dalam menegaskan Supremasi Hukum ucapnya sembRi kalau jurnalis terlaksana maka surga menanti.

Beliau juga mengingatkan agar para pemangku kebijakan tidak sombong dalam mengemban amanah dan bermabfaat kepada umat sehingga dapat meningkatkan kesejateraan dalam kegiaran tersebut juga di hadiri Ketua dan bendahara Forwakum Sumut Aris Rinaldi dan Reza Daeng.

Sebelumnya rangkaian safari ramadhan telah di laksanakan pembagian sembako dan santunan uang kepada Fakir Miskin,Penyandang Disabilitas,dan anak yatim Piatu yang di serahkan secara simbolis Kejati Sumatera Utara Idianto SH MH, yang di wakili Wakajatisu H,Edyward Kaban SH MH,bersama Ketua Tim Safari Ranadhan Forwaka Sumut Zaibul Arifin Siregar yang berlangsung di pelataran masjid Al Qisth kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Tim Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara & Kejaksaan Negeri Samosir berhasil mengamankan DPO terpidana atas nama Rosmaida Manurung alias Ros alias Mak Winda alias Op.Emrik di sebuah rumah makan di daerah Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (30/3/22).
 
Kasi Penkum Yos A Tarigan SH MH menyatakan, penangkapan DPO terpidana Rosmaida Manurung berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 767 K/Pid/2021 tanggal 28 September 2021, terpidana melanggar Pasal 187 ayat 1 KUHPidana melakukan Tindak pidana Kebakaran dan terpidana diputus dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.
 
“Tim Tabur yang mengamankan terpidana dipimpin langsung Kajari Samosir Andi Adikawira Putera, SH, MH bersama Kasi Intel Kejari Samosir Tulus Yunus Abdi, SH, MH dan Kasi Pidum Kejari Samosir Didik Haryadi berkoordinaso dengan tim dari Kejati Sumut. Kemudian Tim intel Kejati Sumut memberikan support kepada Tim Tabur Kejari Samosir untuk melakukan pengamanan,” kata Yos.
 
Sebelumnnya, Kejari Samosir telah memanggil terpidana Rosmaida Manurung secara patut, akan tetapi terpidana tidak pernah hadir, sehingga Kejari Samosir menetapkan terpidana dalam Daftar Pencarian Orang kemudian diserahkan ke Tim Tabur Kejari Samosir.
 
Tim Tabur Kejari Samosir kemudian berkoordinasi dengan Tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumut untuk melakukan pencarian DPO, lalu Tim Gabungan mendapat informasi terpidana sedang berada di sebuah rumah makan di Simpang Selayang, dan atas informasi tersebut Tim kejari Samosir menuju lokasi dan langsung mengamankan terpidana, dan diantar langsung ke Lapas Perempuan Klas II A Tanjung Gusta Medan untuk menjalani sisa hukuman yang akan dijalaninya.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Baru menjabat sepekan lebih, Kajati Sumut Idianto SH MH, telah menahan 4 (empat) orang terdakwa kasus dugaan korupsi dana Covid-19 ditahan, Kamis (17/3/2022).
 
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Idianto SH MH, melalui Kasi Penkum Yos A Tarigan SH MH, menyampaikan bahwa Tim JPU dari Kejati Sumut dan Kejari Samosir telah melakukan lenahanan atas 4 (empat) terdakwa dugaan tindak pidana korupsi pada Penyalahgunaan Belanja Tidak Terduga Penanggulangan Bencana Non Alam dalam Penanganan Covid-19 Status Siaga Darurat 2020 di Kabupaten Samosir, SES (selaku rekanan), MT (selaku PPK Kegiatan), SS (PPK Kegiatan) dan JS (Sekda Samosir).
 
“Tiga terdakwa SES, MT dan SS ditahan lebih awal pada sore hari, kemudian JS selaku Sekda Samosir ditahan malam” kata Yos Tarigan.
 
Keempat terdakwa, lanjut mantan Kasi Pidsus Kejari Deli Serdang ini ditahan di rumah tahanan (Rutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan.
 
Namun demikian, kata Yos dalam waktu dekat berkas dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Medan untuk segera disidangkan.
 
Alasan dilakukan penahanan, lanjut Yos Tarigan, keempat terdakwa dikhawatirkan tidak kooperatif, melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Aturan tersebut tertera dalam Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
 
“Para terdakwa juga segera disidangkan di Pengadilan Tipikor pada PN Medan,” tandasnya.
 
Dalam perkara tindak pidana korupsi pada Belanja Tak Terduga Penaggulangan Bencana Non Alam dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara tahun 2020 ini, anggaran yang digelontorkan Pemerintah senilai Rp1.880.621.425. Dari hasil audit akuntan publik menyebutkan keempat terdalwa mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp944.050.768.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Mabar Hulu, dibawah komando Engsel Widodo, menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Utara, dengan menggelar Vaksinasi tahap-3, kepada masyarakat sebagai upaya mengejar target vaksinasi di daerah Kecamatan Medan Deli. Rabu (16/3/22).

Informasi didapat wartawan, acara Vaksinasi tahap-3 terdiri dari, Vaksin dosis  1, 2 & 3 (Sinovac, Pfizer & Astra) dan booster, serta vaksin untuk anak, dilakukan di Jalan Mabar, Gang Inpres Pasar II Mabar tepatnya didepan Lapangan Mabar, Kecamatan Medan Deli. dan Warga sangat antusias  mendaftar vaksin.

Usai kegiatan vaksinasi, Sekjend DPD IPK Kota Medan. Wahyu Permana SH didampingi Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pemuda Karya (IPK) Mabar Hulu Engsel Widodo berharap, seluruh peserta dapat terhindar dari ancaman wabah COVID-19 dan bertujuan untuk menambah kekebalan tubuh masyarakat dimasa pandemi COVID-19 saat ini melalui kegiatan vaksinasi.

” Kami dari IPK mengajak masyarakat untuk menyukseskan Vaksinasi, agar kita semua terhindar dari ancaman wabah COVID-19 dan ingat tetap patuhi protokol kesehatan, untuk keselamatan bersama di masa pandemi COVID-19 saat ini,” katanya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kabag Ops BINDA SUMUT Bpk Kolonel Joni Marpaung dan Kaposda Medan BINDA SUMUT Bpk Letkol Edwin Kartiwa kerjasamanya dalam pelaksanaan acara kegiatan vaksinasi massal bagi masyarakat Mabar.

“Melalui kegiatan vaksinasi masal ini, IPK berharap dapat semakin mempererat hubungan emosional ke masyarakat.(aSp)​

Medanoke.com- Medan, Para Pedagang Pasar Induk Laucih, Kecanatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara mengapresiasi kinerja PUD Pasar Kota Medan yang terus berbenah secara rutin dan telah melakukan aksi kebersihan (14/3/22)
 
Seorang pedagang Boru Ginting menyatakan, “Pedagang mengucapkan terimakasih kepada Pemko Medan melalui PD Pasar yang secara rutin melakukan aksi kebersihan dan membenahi fasilitas lainnya seperti pemasangan kabel listrik baru mengganti kabel yang sudah rusak sehingga suasana malam hari menjadi terang, ” ujar pedagang buah di Pasar Laucih, Pasar Induk terbesar di Kota Medan.
 
 
Menurut pedagang aksi gotong royong dan pengorekan parit yang dilaksanakan secara bertahap, telah melancarkan drainase sehingga tidak ada genangan air lagi dikala hujan. Hal ini dibenarkan oleh pedagang lainnya.
 
Selain menormalisasikan drainase, PUD Pasar Medan juga memereskan kabel kabel listrik dan memperbaiki lampu sehingga pencahayaan semakin terang. 
 
Berbagai perbaikan dan pembersihan ini dilakukan atas Instruksi Suwarno, Direksi PUD Pasar Medan dan Kepala Cabang II, W Zaki yang membawahi  beberapa pasar termasuk Pasar Induk Laucih.
 
” Pekerjaan dan perbaikan dilakukan secara bertahap karena areal Pasar Induk yang terbilang cukup luas. Sedang pengorekan parit terlebih dahulu menggeser bantalan parit sehingga lebih mudah mengangkat dan mengorek sampahnya ,” ungkap W Zaki
 
Seorang pengunjung, Bungaria mengaku, saat ini berbelanja di Pasar Induk lebih aman dan nyaman, serta terang benderang, kalau hujan tidak becek,” ungkap Bungaria yang sehari hari mengelola kantin dikawasan Medan Johor.
 
Berbagai perbaikan dan pembenahan fasilitas ini berdampak dengan semakin ramainya para pengujung yang berbelanja di Pasar Induk Laucih Tuntungan Medan.(aSp)

Medanoke.com,- Deliserdang – Partai Perindo melaksanakan pelantikan DPD untuk Kabupaten Deliserdang dan DPC se-Kabupaten Deliserdang periode 2021-2026 di Wing Hotel, Jalan Arteri Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sabtu (12/3/2022).
 
Dihadiri oleh Wakil Bupati Deliserang, M Ali Yusuf Siregar, Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan, Ketua DPD Perindo Deliserang, Gunung Siagian, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Deliserdang, KPU, Bawaslu dan jajaran pengurus partai politik di Kabupaten Deliserdang.
 
Kegiatan dimulai dengan upacara nasional menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Partai Perindo dan ilanjutkan dengan membacakan Surat Keputusan (SK) DPP Perindo tentang struktur pengurusan DPD Perindo Deliserdang, selain itu melantik dan menyerahkan pataka Partai Perindo kepada jajaran pengurus DPD Deliserdang yang dipimpin Ketua, Gunung Siagian, Sekretaris Muhammad Aswanto dan Bendahara Herti Sastra
 
 
Dalam kata sambutanya, Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan mengingatkan para pengurus yang dilantik untuk mampu mandiri membesarkan partai di wilayah kerja mereka masing-masing. Rudi juga mengatakan pengurus Partai Perindo harus siap berkorban untuk cita-cita Partai Perindo untuk mewujudkan Indonesia Sejahtera. Bukan justru mengharapkan untuk mendapatkan sesuatu dari partai politik.
 
“Pengurus itu untuk mengurus, bukan diurus,” tegas Rudi.
 
Rudi juga meminta agar pengurus yang dilantik terus menjaga soliditas. Baik antar sesama pengurus DPC, maupun dengan DPD, DPW dan DPP.
 
“Hanya soliditas yang membuat kita bisa mencapai cita-cita kita. Hari ini, Partai Perindo sudah berada di 100 persen di seluruh provinsi di Indonesia dan kita siap untuk terbang lebih tinggi lagi guna mewujudkan Indonesia Sejahtera,” ungkapnya.
 
Ketua DPD Perindo Deliserdang, Gunung Siagian, mengatakan amanah sebagai Ketua DPD yang dia terima memang tidak ringan. Namun dia mengaku tulus untuk memperjuangkan partai Perindo di Kabupaten Deliserdang.
 
“Saya juga berharap agar DPC se-Deliserdang untuk membantu saya memenangkan Perindo di Deliserdang,” tukasnya.
 
Gunung mengatakan, dia menargetkan raihan sebanyak 6 kursi DPRD Delisedang di Pemilu Legislatif 2024 mendatang. Namun untuk mendapatkan raihan itu tidaklah gampang. Apalagi kalau kita tidak bekerjasama.
 
“Kita harus bekerja keras mendirikan DPRt di kecamatan mading-masing. 340 d waesa di dan 14 kelurahan di Deliserdang, ini kita wajib bentuk DPRtnya,” sebutnya.
 
Gunung menuturkan, kunci kemenangan adalah pengurus di lapisan terbawah. Ia pun sadar untuk mendirikan DPRT membutuhkan tenaga pemikiran waktu dan dana yang tidak sedikit. Namun ia yakin, para pengurusnya mampu.
 
“Sentuh masyarakat langsung. Kenalkan diri kepada mereka, dapatkan simpatinya. Jeli melihat kejadian di desa-desa. Apa yang bisa kita lakukan untuk masyarakat. Kita menghadirkan solusi untuk masyarakat,” serunya.
 
Menyahuti seruan Gunung, Ketua DPC Perindo Sunggal, Bornok Simanjuntak yang menyampaikan sambutan mewakili jajaran pengurus DPC di Delisersang, mengaku siap mengibarkan panji-panji Partai Perindo di seluruh kecamatan di Kabupaten Deliserdang, dan memenangkan Partai Perindo di Kabupaten Deliserdang. “Kami siap memenangkan Perindo,”
 
Sementara itu, Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar, mengajak semua pengurus dan kade yang baru dilantik agar dapat menjaga dan merawat idealisme partai dengan meningkatkan solidaritas dan komitmen untuk memajukan bangsa.
 
Ia juga mengajak seluruh kader dan pengurus Partai Perindo untuk saling bertukar pikiran dan pandangan dengan Pemerintah. “Selamat bertugas dan kami berharap kemitraan yang sudah terbangun dapat terus ditingkatkan sehingga harapan kita Deliserdang yang sejahtera dapat segera terwujud,” ucapnya.(aSp)
 

Medanoke.com – Medan, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi, menegaskan larangan  siswa belum vaksinasi, untuk ikut Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kurang sejalan dengan Prinsip Hak Anak.

Hal ini disampaikannya, Selasa (8/3) nyampaikan hal terkait beredarnya surat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan yang berisikan siswa yang belum vaksinasi tidak dibenarkan untuk mengikuti PTM terbatas tetapi melaksanakan pembelajaran secara daring. 
 
Menurut Keumala, surat edaran itu tidak sesuai dengan Prinsip Hak Anak yakni, non diskriminasi, mementingkan kepentingan yang terbaik bagi anak, hak untuk hidup atau kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta penghargaan terhadap pendapat anak.
 
“Tidak boleh diskriminasi dalam pemberian pembelajaran secara tatap muka, karena hak anak untuk belajar di sekolah adalah sama,”ungkapnya.
 
Hal ini juga, tertuang dalam Undang Undang Perlindungan Anak (UUPA) nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa, setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
 
Keumala menambahkan, seharusnya status sudah vaksin atau belum, tidak boleh menjadi alasan anak untuk boleh masuk sekolah dan ikut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau tidak.

“Karena sekolah tetap wajib menerapkan protokol kesehatan ketika pembelajaran dilakukan. Dan sudah vaksin, belum tentu bebas dari covid. Walaupun resiko menjadi lebih besar bagi anak belum di vaksin,”ungkapnya.
 
Menurut dia, seharusnya pihak Dinas Pendidikan lebih bijak dalam membuat keputusan. Sekolah yang sudah memberikan vaksin lebih 40 persen kepada anak murid, bisa tatap muka terbatas, dan ini berlaku bagi semua murid, baik yang sudah vaksin atau belum.

“Jadi subjek dari kebijakan Dinas Pendidikan adalah sekolah dan management serta protokolnya, agar mampu melaksanakan KBM/PTM  untuk semua siswa. Seharusnya arahan Surat Edaran itu adalah kepada sekolah dan managemennya, bukan siswa secara personal,”ungkapnya.
 
Terkait beredarnya Surat Edaran itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Kota Medan, Fahmi membenarkan telah dibagikan kepada pihak sekolah.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Warga Kelurahan Komat II Lingkungan 14 Kecamatan Medan Area Jalan Halat Gang Sari merasa ketakutan kalau hujan turun. Karena jika hujan turun sering banjir, disebabkan parit melintang didalam gang dangkal. Apalagi waktu hujan  27-28 Februari 2022 banjir sampai diatas lutut.

Ketua DPRD Medan Hasyim SE meminta kepada Muhammad Bobby Afif Nasution Walikota Medan untuk memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum mengorek parit yang dangkal di Kelurahan Komat II Lingkungan 14 Kecamatan Medan Area Jalan Halat Gang Sari. Hal ini dikatakannya saat dikonfirmasi via handphone. Kamis (03/03/2022).

Dikatakannya, Walikota Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution sangat peduli dengan keluhan warga masyarakat. “Kita lihat sendiri bagaimana responnya saat banjir melanda Kota  Medan pada hari Minggu dan Senin 27-28 Februari 2022 beberapa waktu lalu. Bobby  dengan Gerak Cepat (Gercep) langsung turun ditengah hujan melanda didampingi Topan Obaja Ginting Kadis PU Kota Medan” terangnya.

Lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Walikota Medan dan Kadis PU langsung bereaksi secepatnya untuk mengurangi kebanjiran. Dan saat ini saja terus berupaya mengantisipasi banjir jika hujan turun.

Sementara itu, Kepling Lingkungan 14 Indra Kelurahan Komat 2 Kecamatan Medan Area menerangkan masalah banjir dilingkungannya saat menghadiri Rapat Pleno Ranting dan Anak Ranting Lingkungan 14 Komat II PDI Perjuangan Kecamatan Medan Area. “Kami Warga dilingkungan ini merasa ketakutan jika hujan turun. Karena pada umumnya jika hujan lebat dan agak lama. Maka dapat dipastikan gang kami ini, akan banjir” terangnya.

Dijelaskannya, Penyebab banjir ini dikarenakan parit yang dangkal. Dulu pernah dikorek oleh team P3SU (Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) tapi dikorek sampahnya aja dan tidak dalam. Maka, diperlukan pengorekkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum, biar dikorek lebih dalam lagi.

Ditambahkannya, dilingkungan 13 komat II ada rumah diatas parit yang masih satu aliran dari parit Lingkungan 14. “Itu juga bisa berdampak penyebab banjir” ungkapnya.

Kadis PU Kota Medan Topan Obaja Ginting melalui Whatshapnya menjawab, Besok akan saya turunkan anggota kelokasi.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Wakil ketua Fraksi NasDem Antonius Tumanggor S.Sos mengapresiasi gerak cepat walikota Medan Bobby Afif Nasution yang langsung turun kelapangan bersama jajaran OPD  meninjau dan berusaha mengatasi banjir di kota Medan.
 
“Untuk mengatasi banjir bukan hanya drainase yang harus diperbaiki oleh Pemko Medan. Tetapi, juga harus menormalisasikan sungai-sungai yang ada. Seperti sungai Deli, sungai Babura, sungai Denai, sungai sei Putih, yang selama ini sudah semakin dangkal dan banyak di penuhi sampah. Jadi jangan salahkan siapa, tapi cari solusinya.” ujar Antonius Tumanggor, Rabu (02/03/22).
 
Terkait banjir di kota Medan, tambah Antonius, juga meminta semua pihak agar jangan saling salah menyalahkan. Sebab, masalah banjir ini sudah menjadi persoalan klasik, tidak tahu ujung pangkalnya di mana, harus ada kolaborasi antara Pemko Medan dengan pemerintah ProvSu.
 
“Karena ini juga menyangkut beberapa daerah yang berbatasan dengan kota Medan, seperti Deli Serdang dan kabupaten Karo. Gubsu jangan jangan tutup mata untuk menangani banjir di kota Medan, peran pemerintah provinsi Sumut di sini juga cukup besar,” jelas Sekjen IPK Sumut ini.
 
Beliau juga berharap pemerintah Provinsi dan Pemko Medan serta BWS (Badan Wilayah Sungai) dapat berkolaborasi dengan memanfaatkan lahan ruang terbuka hijau, untuk menanam pohon agar menjadi serapan air dikala intensitas hujan tinggi.
 
“Mari kita galakkan menanam pohon di sepanjang sungai, agar ada serapan air di saat hujan lebat mengguyur kota Medan,” ajaknya.
 
Dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Medan juga menyarankan, kalau bisa pohon bambu yang ditanam di bantaran sungai. “Selain akarnya kuat menahan terjangan banjir, pohonya juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi kerajinan tangan. sehingga ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya menjadi sumber PAD bagi Kota Medan,” pungkasnya.(aSp)