Corona

Medanoke.com – Medan, Obat virus Covid-19 jenis Molnupiravir akan didatangkan dari perusahaan farmasi Merck, dan bakal bereda pada tahun ini dipilih lantaran telah mendapat restu dari FDA (Badan Pengawas Obat) Amerika Serikat pada 23 Desember silam. Minggu (2/1/2022).

Molnupiravir adalah pil antivirus yang dibuat perusahaan farmasi Merck dengan tujuan untuk mencegah kasus Covid-19 ringan hingga sedang menjadi kasus parah yang mengakibatkan rawat inap atau kematian.

Molnupiravir, telah terbukti secara signifikan mengurangi tinngkat rawat inap dan kematian di antara orang-orang dengan infeksi virus Covid-19 ringan hingga sedang.

Melansir laman Washington Post, orang yang memiliki Covid-19 dapat meminum obat ini dua kali sehari selama lima hari, dimulai dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.

Dalam uji coba terpisah, obat ini juga mempercepat pembersihan virus menular dari hidung dan tenggorokan, menunjukkan bahwa itu juga dapat membantu mengurangi penyebaran virus.

Namun, para ahli medis memperingatkan bahwa vaksin tetap menjadi alat utama melawan virus corona, karena lebih baik mencegah orang terkena virus daripada mengobati setelah infeksi.

Menurut Science Focus, Molnupiravir bekerja dengan mengganggu reproduksi virus. Obat Molnupiravir menggunakan pendekatan baru untuk melawan Covid-19: obat ini memasukkan mutasi kecil ke dalam kode genetik virus corona hingga tidak dapat mereproduksi dirinya sendiri.

Begitu virus masuk ke dalam sel-sel tubuh, ia mereplikasi genomnya, yang tidak terbuat dari DNA tetapi RNA (asam ribonukleat). Genom yang direplikasi ini kemudian dibentuk menjadi partikel virus lengkap yang keluar dari sel dan terus menyebar ke seluruh tubuh.

Namun, molekul molnupiravir diserap oleh sel yang terinfeksi virus, di mana mereka diubah menjadi versi cacat dari struktur RNA.

Jadi, ketika virus mencoba untuk bereplikasi, partikel virus yang dihasilkan memiliki materi genetik yang rusak dan tidak dapat lagi bereproduksi.

Tetapi efek genetik itu telah menimbulkan kekhawatiran bahwa dalam kasus yang jarang terjadi, obat tersebut dapat menyebabkan cacat lahir atau tumor.

“Mekanisme aksi ini memiliki beberapa keterbatasan dan obat tidak dapat diberikan kepada wanita hamil karena risiko merusak bayi yang belum lahir,” kata Penny Ward, Profesor Tamu di Kedokteran Farmasi di King’s College London.

FDA mengatakan Merck juga setuju obat itu tidak akan digunakan pada anak-anak.

Sebelum Indonesia, Amerika Serikat telah melakukan pembelian molnupiravir di muka senilai US$1,2 miliar – sekitar 1,7 juta perawatan. Australia, Singapura dan Korea Selatan juga telah melakukan perjanjian pembelian obat Covid-19 Molnupiravir dari Merck. (Jeng)

Medanoke.com – Sumber penyebaran virus Covid 19, masih melewati proses yang berbelit, adanya sumber hewan beku yang dijadikan makanan juga menjadi salah satu dugaan.
Jika sumber inang dari hewan belum ditemukan, mungkinkah berasal dari frozen food?
Jejak Corona yang berulang kali dilaporkan China pada frozen food pun kerap menjadi pertanyaan. Namun, berdasarkan hasil identifikasi dari pedagang pasar yang menjual produk hewan beku termasuk hewan liar yang dibudidayakan, belum ada temuan terkait hal tersebut.

“Jalur yang mungkin dari spesies hewan asli apapun sampai ke pasar Huanan bisa mengambil jalur yang sangat panjang dan berbelit-belit,” kata Embarek, dikutip dari Reuters.

Tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini tak bisa menemukan inang, atau sumber hewan yang menjadi asal-usul COVID-19. Namun, mereka masih terus berusaha mencari tahu kemungkinan dan bagaimana penularan dari hewan ke manusia terjadi.

“Kami tahu virus dapat bertahan dalam kondisi yang ditemukan di lingkungan yang dingin dan beku ini, tetapi kami tidak benar-benar memahami apakah penularan bisa terjadi karena itu. Melalui studi ini, kita belum bisa mengidentifikasi spesies hewan yang menjadi perantara penularan (COVID-19),” kata pakar WHO Peter Ben Embarek, dikutip dari DW News.

Tim WHO juga mencari sampel darah China yang bisa menunjukkan apakah COVID-19 beredar lebih awal dari yang dilaporkan. Bagaimana hasilnya?

“Dalam upaya memahami gambaran Desember 2019, kami melakukan pencarian yang sangat detail dan mendalam untuk kasus-kasus lain yang mungkin terlewat, kasus-kasus sebelumnya pada 2019,” katanya.

“Dan kesimpulannya adalah kami tidak menemukan bukti wabah besar yang mungkin terkait dengan kasus COVID-19 sebelum Desember 2019 di Wuhan atau di tempat lain.”

Para ilmuwan mulanya mengira COVID-19 kemungkinan besar berasal dari kelelawar, tetapi sejauh ini bukti belum ditemukan. Usai hampir sebulan melakukan investigasi ke Wuhan, kota di mana Corona pertama kali dilaporkan, ada beberapa temuan baru. WHO bahkan Tak Temukan Hewan Sumber Corona di Wuhan.(red)

Medanoke.com – Jakarta, Surat bebas virus corona COVID-19 baru-baru ini sempat viral karena dijual bebas di e-commerce. Kabar mengenai surat bebas corona itu menjadi heboh di media sosial Twitter pada Kamis (14/5).
Menurut screenshot yang dibagikan sejumlah netizen di Twitter, surat bebas COVID-19 dijual dengan rentang harga dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Surat bebas corona itu ditemukan di sejumlah platform e-commerce, salah satunya adalah Tokopedia. Namun, tidak berselang lama lantaran sudah viral di medsos, surat itu sudah tidak dapat ditemukan karena telah dihapus oleh platform tersebut.

Salah satunya e-commerce Tokopedia pun angkat bicara terkait penemuan surat bebas corona di dalam layanan mereka.

“Tokopedia terus melakukan upaya untuk memastikan berbagai produk yang dijual dalam platform kami sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik dari sisi jenis produk, harga, kesesuaian judul maupun deskripsi. Jika ada penjual yang melanggar, Tokopedia berhak melakukan tindakan berupa pemeriksaan, penundaan atau penurunan konten, serta tindakan lain sesuai prosedur,” ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, Kamis (14/5).

“Kami telah menindak produk dan/atau toko yang dimaksud sesuai prosedur,” sambungnya. Menurutnya, tidak terjadi transaksi atas produk surat bebas COVID-19 itu di Tokopedia.

Tokopedia terangnya merupakan lapak dagang yang bersifat user generated content (UGC). Artinya, setiap orang dapat mengunggah dan menjual produk apa pun di Tokopedia secara mandiri.

Menurut Ekhel, UGC tersebut sangat bermanfaat bagi pengguna Tokopedia. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan aksi proaktif untuk menjaga norma dan hukum yang berlaku. Tokopedia juga telah melarang penjualan produk seperti surat bebas COVID-19 ini.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar dapat melaporkan produk yang melanggar syarat dan ketentuan Tokopedia dan/atau hukum yang berlaku di Indonesia, langsung dari fitur Laporkan yang ada di setiap halaman produk,” kata Ekhel.

Selain di Tokopedia, surat bebas COVID-19 juga dilaporkan dijual di Shopee. Berdasarkan screenshot yang dibagikan pengguna Twitter, pedagang surat bebas corona di kedua e-commerce tersebut terlihat pada kontak pedagang yang sama.

Jika dilihat dari foto tampilan produk yang dijual, surat bebas COVID-19 itu mencatut nama Rumah Sakit Mitra Keluarga Gading Serpong, Tangerang, Banten. Oknum pedagang juga menyematkan link ke sebuah blog dan mencantumkan nomor telepon 0887 227 8459 di iklan yang dia tampilkan.(*)

Medanoke.com – Medan, Sudah tecatat 90 jenazah dimakamkan di pemakaman khusus pasien terkait virus Corona di Medan. Hal ini disampaikan oleh Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Utara. Dimana jumlah tersebut bertambah jika dibanding April lalu.

“Kami dari gugus tugas percepatan penanganan COVID- 19 Pemerintah Kota Medan, berdasarkan data yang diperoleh saat ini di Simalingkar sudah ada 90 jenazah dimakamkan,” ujar Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, Kamis (14/5/2020).

Namun, untuk kondisi korban yang dikebumikan, Aris tidak menjelaskan apakah korban tersebut merupakan seluruhnya telah dinyatakan positif Corona atau masih berstatus PDP. Dia juga tak menyebutkan detail identitas para pasien terkait corona yang dimakamkan di sana.

Ia hanya mengatakan ada 85 orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal hingga hari ini. Ke-85 PDP itu telah dimakamkan menggunakan protokol khusus COVID-19.

“Jumlah PDP yang meninggal dunia hingga hari ini berjumlah 85 orang,” ucapnya.

Aris juga menyebutkan jika ada tambahan dua kasus positif Corona baru di Sumut. Total, ada 202 kasus positif Corona di Sumut, di mana 53 di antaranya dinyatakan sembuh.

“Positif berjumlah 202, pasien sembuh 53, meninggal dunia 24,” jelasnya.

Sementara itu, Pemko Medan mengatakan ada 20 jenazah yang dimakamkan di area kuburan yang disiapkan khusus untuk pasien Corona yang meninggal. Jenazah itu dimakamkan dengan prosedur pemakaman jenazah positif Corona.

“Ada dua puluhan,” kata Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring saat ditanya berapa jumlah pasien yang dimakamkan di lahan kuburan khusus corona, Kamis (16/4).(*)

Medanoke.com , Deliserdang, Ditengah situasi pandemi penyebaran wabah virus Covid 19, yang berdampak pada masyarakat. Kapolres Deli Serdang ikut membahas pendistribusian dan penyaluran bansos (Bantuan Sosial), dalam Rapat Koordinasi (rakor) yang digelar di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Selasa (12/5/2020).

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati Deli Serdang H. M. Ali Yusuf Siregar ini turut dihadiri Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK, Dandim 02/01 BS Dandim 02/01 BS Kolonel Inf. Roy J. Hansen Sinaga, Dandim 02/04 DS Letkol Kav. Syamsul Arifin, Waka Polres KPPP Belawan Kompol Irwan, Kabag Sumda Polrestabes Medan mewakili Kapolrestabes Medan AKBP Widya, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kab Deli Serdang Faisal Arif Nasution, S.Sos, Msi dan para Kepala OPD terkait Pemkab Deli Serdang.

Rakor digelar terkait pendistribusian dan penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat di tengah dampak situasi pandemi penyebaran wabah virus corona (covid-19) yang pada bersamaan memasuki bulan suci Ramadhan yang juga tak lama lagi akan menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK menekankan bahwa jajaran Polres Deli Serdang siap mendukung segala kebijakan pemerintah Kab. Deli Serdang dan siap melakukan pengamanan dalam pendistribusian serta penyaluran bantuan sosial kepada warga masyarakat terdampak situasi pandemi covid-19 hingga tepat sasaran kepada penerima yang berhak.

“Bahwa sesuai data penerima bantuan sosial se Kab. Deli Serdang yang berjumlah 123.021 (seratus dua puluh tiga ribu dua puluh satu) KK yang tersebar diseluruh wilayah 22 kecamatan Kab. Deli Serdang. Untuk itu, pada wilayah hukum Polres Deli Serdang yang terdiri dari 13 kecamatan, Polres Deli Serdang dan jajaran siap untuk melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap pendistribusian serta penyalurannya”, ujar Kombes Yemi.

“Polres Deli Serdang bersama Polrestabes Medan dan Polres KPPP Belawan bersama Kodim 02/01 BS serta Kodim 02/04 DS akan selalu siap dalam mendukung kebijakan pemerintah Kab. Deli Serdang dan juga bersama jajaran kami selalu siap untuk melakukan pengawasan serta pengawalan pendistribusian dan penyaluran bantuan sosial ini kepada masyarakat hingga tepat sasaran kepada yang berhak sebagai penerima dan semoga dengan ini kita semua sebagai unsur pemerintahan dapat bersama sama meringankan beban masyarakat terdampak situasi pandemi ini yang masih terus berlangsung hingga saat ini”, ujar Kapolres menambahkan.(*)

Medanoke.com – Medan, Terus berbagi menjadi tekad yang ditanamkan oleh AKP Neneng Armayanti, Polwan Polrestabes Medan yang menjabat sebagai Wakapolsek di Percut Sei Tuan. Tak terbersit kata lelah, bersama Kanit Binmas dan Polwan Polsek Percut, ia langsung menyalurkan bantuan ke rumah warga agar bantuan yang sangat diperlukan di tengah pandemi ini tepat sasaran.

Seperti kegiatan bansos yang dilakukan pada Jumat (8/5/2020), di gang Subur Kelurahan bandar Selamat Kec Medan Tembung. Kegiatan ini rutin dilakukan selama pandemi Covid 19.

Medanoke.com – Wakapolsek AKP Neneng Armayanti langsung turun memberikan sembako kepada masyarakat membutuhkan.(*)

“Kita rutin melakukan bansos ini untuk membantu masyarakat agar beban mereka dapat sedikit berkurang. Saya memilih untuk turun langsung agar tepat sasaran dan bisa melihat langsung kondisi masyarakat kita,”ujar Neneng kepada Medanoke.com diruanganya.

Lanjutnya, dalam sehari mereka menyalurkan bantuan sembako bekisar 56 orang warga yang kurang mampu. Dan kegiatan ini akan terus ia lakukan dimasa pandemi Covid 19.

“Semoga bantuan sembako dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,”ujar Neneng.(*)

(lebih…)

Medanoke.com – Medan, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara Aris Yudhariansyah, membenarkan seorang dokter di Medan, Sumatera Utara, meninggal dunia karena virus corona atau Covid-19, saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).

“Iya benar pasien meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Pasien dirawat di Rumah Sakit Martha Friska,” kata Aris Yudhariansyah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dokter tersebut merupakan istri dari dosen Polmed yang telah meninggal dunia karena virus corona. Pasien tersebut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan.

“Dia rujukan dari RSUP Adam Malik. Positif berdasarkan hasil rapid test dan swab,” kata Aris. Dokter tersebut akan dimakamkan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Rencananya, jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum khusus Covid-19 di Kelurahan Simalingkar. “Kalau sesuai prosedur dia akan dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Medan,” ujar Aris.

Berdasarkan data terakhir, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut berjumlah 162 orang. Kemudian, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1.985 orang. Berikutnya, jumlah pasien positif corona sebanyak 129 orang.(*)

Medanoke.com – Medan, Setelah pernah terinfeksi, ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck), Ori Kurniawan, kembali terinfeksi virus Corona. Dia kembali tepapar usai sempat dinyatakan sembuh beberapa waktu lalu.

“Iya. Ada dua kemungkinan, pertama terinfeksi ulang atau reaktivasi,” kata Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, Selasa (5/5/2020).

Dia menduga Ori kembali positif karena terinfeksi ulang. Aris menyebut Ori sudah dibawa ke RS Martha Friska Medan untuk menjalani perawatan.

“Kalau berdasarkan yang kita lihat kemungkinan itu terinfeksi ulang,” ucapnya.

Dia mengatakan Ori pulang ke Aceh setelah dinyatakan sembuh. Aris mengatakan Ori baru dibawa ke RS Martha Friska Medan usai dinyatakan positif pada Senin (4/5).

“Pulang ke Aceh, sekarang sudah dibawa ke Martha Friska sejak tadi malam,” ujar Aris.

Sebelumnya, Ori dinyatakan sembuh dari virus Corona usai dirawat di RS Adam Malik Medan pada Senin (6/4). Ori memang diminta untuk menjalani isolasi mandiri lagi setelah sembuh.(*)

Medanoke.com – Medan, Untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, akan melakukan tindakan tegas kepada warga yang kedapatann tidak mengenakan masker.

Pelaksana Tugas Harian Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, Sabtu (2/5), mengatakan jika hal ini dilakukan sesuai Perwal Karantina Kesehatan yang diatur agar masyarakat yang tinggal di Kota Medan wajib mengenakan masker. Bahkan tidak hanya himbauan, Pemko juga sudah mendistribusikan sebanyak 3000 masker untuk masyarakat.

“Tadi kita juga sudah distribusikan 3.000 masker tambahan di setiap kelurahan. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak mengenakan masker. Senin atau Selasa sanksi akan kita berlakukan,” kata Akhyar.

Untuk Peraturan Wali Kota Medan (Perwal) Nomor 11 tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan akan mulai diberlakukan pada 1 Mei 2020, ini dilakukan dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-2019). Bagi masyarakat yang melanggar Perwal tersebut maka akan dijatuhi sanksi administrasi dengan penahanan KTP elektronik dan pencabutan izin usaha bagi pengusaha.

“Jadi kita harus bergerak cepat. Kalau tidak cepat, maka akan semakin banyak masyarakat yang akan terpapar Covid-19. Dalam Perwal juga diatur tentang sanksi penahanan KTP elektronik dan pencabutan izin usaha bagi pengusaha,” Ujar Akhyar.

Tindakan tegas penerapan Perwal ini dilakukan setelah meningkatnya penyebaran Covid 19 di Kota Medan. Mengingat, kondisi Covid-19 di Medan saat ini tidak lagi transmisi lokal, melainkan sudah transmisi komunitas.

Selain wajib masker, dalam Perwal ini juga akan dilakukan screening awal yakni dengan melakukan pengecekan suhu tubuh. Apabila ditemukan ada warga yang suhu tubuhnya melebihi 38°C akan dilakukan isolasi. Isolasi akan dilakukan dalam bentuk karantina yakni karantina rumah maupun karantina rumah sakit.

“Karantina rumah diberlakukan bagi warga yang masuk kategori Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ringan. Selama menjalani karantina rumah, kita akan memberikan hak hidup layak. Mereka juga akan dijaga agar tidak keluar rumah, termasuk menerima tamu. Sedangkan karantina rumah sakit, diberlakukan bagi PDP berat dan warga yang positif terpapar Covid-19,” urai Akhyar.

Akhyar mengatakan Perwal Karantina Kesehatan ini berbeda dengan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Artinya dalam Perwal ini, warga tetap diperbolehkan berusaha seperti berjualan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Walaupun begitu prinsip PSBB kita lakukan. Selain mengenakan masker dan melakukan physical distancing, sistem penjualan dilakukan dengan take away. Kemudian wajib menjaga kebersihan lingkungan, melakukan desinfeksi secara berkala dan melarang yang masuk tanpa mengenakan masker,” Jelas Akhyar.

Untuk diketahui, Kota Medan berbeda dengan wilayah lain yang menerapkan PSBB setelah mendapatkan izin dari Kemenkes guna menanggulangi corona. Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara itu menerapkan karantina kesehatan dalam rangka percepatan penanganan virus corona (Covid-19) mulai besok, Jumat (1/5). Karantina kesehatan diputuskan karena Kota Medan sudah masuk kategori transmisi lokal virus corona.
Pelaksanaan karantina itu pun ditetapkan lewat penerbitan (Perwal) Nomor 11 tahun 2020.(*)

Medanoke.com – Palembang, Bayi berusia empat bulan asal Kabupaten Ogan Ilir dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani pemeriksaan swab. Ia terpapar setelah orang tuanya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Perempuan, kembali dari Malaysia ke Indonesia dengan membawa bayinya pada 13 April 2020.

“Ketika TKI pulang membawa bayi, lalu kdiperiksa swab bayinya ternyata positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, Yusri.

Saat kembali dari Malaysia, mereka juga bersama dengan rombongan TKI lainnya.
Yusri menyebut, bayi empat bulan itu kemungkinan tertular dari TKI dalam rombongan ibu dan bayi tersebut.

Salah satu TKI laki-laki rupanya dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.
“Setelah diperiksa mendalam ternyata (TKI) laki-laki itu positif Covid-19 maka semua rombongan TKI kami tracing sampai diketahui bayi itu ikut positif Covid-19,” papar dia.

Yusri menyebut kasus ini bukan merupakan transmisi lokal.
“Kasusnya impor bukan lokal. Mereka ini baru saja pulang dari Malaysia,” ujar dia.

Bayi Positif Tanpa gejala
Bayi empat bulan tersebut positif meski tak bergejala.Sementara saat dites, ibu bayi dinyatakan negatif corona. “Kondisinya sehat tanpa gejala dan dirawat di rumah sehat wisma atlet Jakabaring, tapi sekarang akan dirujuk ke RSMH Palembang,” kata Yusri.(*)