video viral

Medanoke.com – Medan, Ada beberapa proses yang membuat makin cepat video menjadi viral. Era digital saat ini sangat mempengaruhi video tertentu menjadi viral.

Emily Falk salah satu peneliti dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menjelaskan, salah satu penyebab orang berminat untuk berbagi konten karena terkait dengan pengalamannya sendiri. Video yang viral berarti banyak dibagikan orang melalui media sosial yang menyebar cepat pada jutaan orang yang tersambung dalam jaringan daring (online).

Mengutip dari situs web University of Melbourne, ahli marketing Brent Coker menjelaskan, bahwa setidaknya ada empat hal menyebabkan video menjadi viral.

1. Kesungguhan

Video yang menjadi viral cenderung membuat orang yang membagikannya terlihat akan disukai. Sebab, secara alamiah seseorang ingin menumbuhkan harga diri dari pandangan orang lain. Kesungguhan atau pengintesifan diri didapat dari keberadaan di dalam kelompok sosial untuk berbagi informasi yang bermanfaat.

2. Ungkapan

Ketika seseorang meluapkan perasaan, maka secara alami pikiran akan memahami situasi. Kecenderungan itu yang membuat seseorang ingin berbagi pengalaman dengan orang lain. Semakin banyak luapan perasaan yang mengubah emosi negatif orang lain menjadi positif terkandung dalam video, maka cenderung akan dibagikan. Hal itu bahkan juga bisa sebaliknya terkait perubahan emosi dari positif ke negatif.

3. Ketertarikan persamaan kepentingan

Konten yang relevan menimbulkan perasaan yang menghargai dalam suatu aktivitas, ide, atau objek. Perasaan itu adalah afinitas (ketertarikan persamaan kepentingan). Kerap kali seseorang membagikan sesuatu (video) yang membangkitkan ingatan tertentu yang terhubung dalam konten.

4.Getaran

Getaran yang terhubung perasaan kegembiraan atau sensasi mendorong respons fisik, seperti merinding dan berdebar. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Ferdian Paleka, Tubagus Fahddinar dan Aidil, tersangka kasus prank bantuan makanan sampah ke waria, mendapatkan perundungan dari beberapa tahanan, sehingga membuatnya harus dipindahkan ke ruangan sel lainnya di Satreskrim Polrestabes Bandung.

Meski mendapat bullying tersangka masih dalam keadaan sehat. Namun, kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya, di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (8/5/2020) tersangka untuk sementara akan dipindahkan selnya hingga aman.

Ia menyebutkan, pemicu aksi perundungan terhadap Ferdian cs, karena para tahanan kesal akibat aksi prank yang dilakukan Ferdian. Seperti video yang beredar Ferdian cs diminta tahanan lain untuk masuk ke bak sampah. Dalam video itu, terlihat Ferdian berkepala pelontos dan hanya mengenakan celana dalam. Aksi perundungan itu terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan.

“Mereka enggak suka dengan perlakuan Ferdian Cs saat di luaran memberikan makanan sampah ke masyarakat. Dan ponsel yang digunakan untuk merekam sudah diamankan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Ferdian Paleka membuat heboh jagat media sosial setelah melakukan aksi prank membagikan bantuan berisi sampah dan batu bata kepada waria. Buntut dari aksinya itu, polisi memburu keberadaan Ferdian.

Pelarian Ferdian terhenti saat polisi berhasil menangkapnya di ruas Tol Jakarta-Merak pada Jumat dini hari. Tak sendirian, Ferdian diamankan bersama dua orang lainnya yakni Aidil dan Jamaludin.

Sebelumnya rekan Ferdian, Tubagus yang ikut dalam aksi prank tersebut telah menyerahkan diri ke polisi dengan diantar oleh keluarganya.(*)

Medanpke.com – Medan, Video seorang pria paruh baya viral di media sosial. Tampak dalam rekaman amatir seorang warga tersebut pria tersebut mendatangi mesjid yang berada di kawasan Medan Timur. Pria itu memprotes suara keras dari kegiatan tadarus saat malam hari di masjid.

Hal ini ditanggapi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan bicara soal peristiwa itu. Peristiwa ini terjadi, Rabu (6/5/2020). Dalam rekaman terlihat seorang pria sedang berdebat dengan sejumlah orang di area masjid. Pria tersebut terdengar diteriaki oleh orang-orang lainnya.

Perekam video juga terdengar berteriak ke pria tersebut. Mereka menilai pria itu melarang tadarus Al-Qur’an di masjid.

Perdebatan kemudian berlanjut. Pria yang diduga memprotes pengeras suara itu pun mengatakan dirinya tidak melarang orang tadarus namun meminta agar suara tidak terlalu keras.

Peristiwa itu diduga terjadi di salah satu masjid di Jalan Bilal. Camat Medan Timur, Ody Batubara, membenarkan peristiwa itu dan menyebut persoalan sudah selesai.

“Semalam, lagian sudah selesai itu. Sudah minta maaf bapak itu karena kebetulan sudah tua, agak terganggu tidurnya alasannya. Dia juga katanya salah satu yang ikut membantu masjid itu,” ujar Ody.

Dia mengatakan aparat kecamatan hingga kelurahan dibantu sejumlah ormas sudah memediasi para pihak yang terlibat perdebatan. Dia mengatakan peristiwa perdebatan akibat pengeras suara di masjid itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

(lebih…)