virus

Medanoke.com – Medan, WNA (Warga Negara Asing) asal Irlandia Utara berinisial JIA terindikasi Covid-19 varian omicron masih menunggu hasil pemeriksaan sampel WGS (whole genome squencing), yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan.

“Hasil pemeriksaannya belum keluar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Taufik di Medan, Senin (10/1/2022).

Pihaknya mengaku terus melakukan pemantauan terhadap JIA yang saat ini masih diisolasi di Rumah Sakit Royal Prima, Medan. Selain itu, Dinas Kesehatan Medan bersama instansi terkait lainnya juga terus mengupayakan pelacakan kontak erat WNA tersebut.

“Setelah lebih dari lima hari, kebijakan ada di KKP Bandara Kualanamu. Sejauh ini pasien WNA tersebut masih kooperatif,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah kasus COVID-19 di Medan terus menurun, bahkan dalam beberapa hari terakhir, Kota Medan nihil penambahan kasus harian COVID-19. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Sudah beberapa hari ini tidak ada kasus. Saya harapkan tidak ada lagi kasus COVID-19 di Medan, sehingga status PPKM level II di Medan bisa kembali menjadi level I. Tetap disiplin protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan COVID-19,” katanya. (Jeng).

Medanoke.com – Virus Carona alias covid-19 terus menyebar ke seluruh dunia dan terus mewabah hingga saat ini. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) menetapkannya sebagai pandemi, karena penyebarannya yang sangat masif ke berbagai belahan dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus mengimbau agar masyarakat melakukan segala aktivitas dan menghindari keramaian. Bagi setiap individu disarankan agar memiliki gaya hidup sehat dan menerapkannya untuk menangkal virus corona covid-19 ini. Cara mudah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar jadi upaya terbaik menghindari papaaran Virus Corona jenis baru. Asupan dan aktifitas/ pola hidup yang baik juga dapat mengusir virus corona dari tubuh kita.  

Bagaimana cara agar kita lebih kuat hadapi pandemi dan virus corona? Ini dia caranya:

1. Banyak mengkonsumsi sayur dan buah

Sayur sayuran adalah asupan yang sehat dan bergiji, yang sarat akan vitamin dan giji. Demikian juga dengan buah buahan segar. Hasil penelitian para ahli,  seseorang yang lebih banyak makan buah tidak gampang sakit.

Bagi orang yang kurang asupan makanan, disarankan untuk menambahkan konsumsi sayur dan buah yang sesuai dengan selera masing masing.

2. Istirahat

Kurang tidur dapat menurunkan kadar imunitas tubuh. Disarankan untuk orang dewasa tidur selama 7 sampai 8 jam. Bagi  remaja dibutuhkan waktu 9 hingga 10 jam tidur dalam sehari. tidur dengan kualitas dan kuantitas yang cukup mampu mengurangi resiko penyakit dan terdampak dari virus penyakit.

3. Kurangi stres dan kelola stres

Stres yang berlebihan dan menjadi tidak terkendali dikhawatirkan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang berbahaya bagi tubuh. Stres biasanya dialami jika kita sedang banyak pikiran atau masalah.

Peningkatan hormon kortisol diyakini dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh. Kondisi ini akan membuat kita mudah terserang penyakit, atau terjangkit virus. Maka hindari/ ringankan stres dengan memenejemen pikiran.

4. Olahraga Teratur

Kesehatan jasmani dapat diperoleh dengan berolahraga. Olahraga  sangat berguna bagi tubuh kita. Karena tidak hanya mendapat kesehatan tubuh, dengan berolahraga, orang juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan akan jauh merasa lebih bahagia daripada sebelumnya.

Disarankan untuk rutin olahraga selama 30 menit setiap hari, untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi dan virus.

5. Jauhi asap rokok

Orang yang terpapar asap rokok memiliki resiko dua kali lipat dari perokok itu sendiri, karena asap rokok diyakini dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi paru, seperti bronkhitis dan pneumonia, yang memang menjadi sarana bagi penyebaran virus corona covid-19.