Skip to content
Juni 19, 2026
  • Home
  • Business
  • Sports
  • Stories
  • Lifestyle
  • WORLD
  • Health
  • #6755 (tanpa judul)
  • Privacy Policy

www.medanoke.com

Informasi Terkini Jempolan

Primary Menu
  • Home
  • Business
  • Sports
  • Stories
  • Lifestyle
  • WORLD
  • Health
  • #6755 (tanpa judul)
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • Lingkungan Hidup
  • Warga Kecam Program CSR Pangkalan Susu
  • Daerah
  • Lingkungan Hidup

Warga Kecam Program CSR Pangkalan Susu

redaksi September 3, 2023

Bagikan ini:

  • Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru)Reddit
  • Lagi
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru)Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru)X
  • Cetak(Membuka di jendela yang baru)Cetak
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru)Surat elektronik
  • Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru)LinkedIn
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru)X
  • Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru)Pinterest
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru)Telegram
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)WhatsApp

Langkat-medanoke.com, Terkait program Coporate Social Responsibility (CSR) untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membagikan fly Ash-Bottom Ash (FABA), mendapat kecaman dari warga Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara (Sumut). Menurutnya hal itu merupakan pencemaran limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang sudah tidak diakui lagi oleh pemerintah.

Baskami Ginting mungkin tidak mengenal Agustina, buruh perempuan yang harus menghidupi dan melindungi kesehatan tiga anaknya, dengan gaji cukup untuk makan sehari-hari. Bahkan ia harus mencari kerjaan lain untuk mengobati anak nomor dua yang kerap kali mengalami sesak napas, tak jarang juga ia terpaksa berhutang.

“Jangankan bantuan kesehatan, kerjaan aja payah. Untuk masuk ke sana aja pun mesti bayar mulai dari 8 juta sampai 14 juta, tapi ada yang tak bayar, itu pun mesti ada kenalan orang dalam” ucap Tina saat dihubungi melalui telpon. Minggu (03/11/2023).

Dirinya kadung banting tulang sejak hadirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan mendirikan pembangkit energi batu bara mulai pada tahun 2011. Suaminya pun terpaksa merantau mencari ikan di Pantai Cermin, Deli Serdang, sebab laut Pangkalan Susu sudah tidak lagi menjanjikan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut mungkin belum pernah merasakan makan bakso di tempat kerjanya Agustina yang tak jauh dari semburan abu berwarna pekat. Sebuah pembangkit listrik bertenaga batu bara, di Pangkalan Susu.

Berdasarkan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) PLTU Pangkalan Susu, unit tiga dan empat dalam satu hari dapat menghasilkan 499,17 ton limbah fly ash (abu terbang), hal itu mampu meningkatkan polusi di udara. Temuan Yayasan Srikandi Lestari, air laut kerap terasa panas dan berada pada suhu 42 derajat celsius, hal ini membuat udang, kepiting serta ikan sulit ditangkap.

“Semenjak ada PLTU itu lah, cari ikan nih jadi payah. Kadang satu malaman tuh mau tidak dapat apa-apa, paling udang kecil-kecil untuk makan saja.” Ujar nelayan kolong.

Sebutan nelayan kolong karena mereka mencari ikan saat malam hari tepat di bawah terowongan terminal jetty, sebuah tempat pemindahan batu bara ke PLTU. Tak jarang juga batu bara yang dibawa kapal tongkang itu berceceran di lautan.

“Kalau pagi sekitar jam 5 atau jam 6 air laut terasa panas, dari kejauhan kita bisa tengok airnya menguap seperti mendidih,”

Sejak industri listrik itu membuang limbah cairnya ke lautan, para nelayan sangat berdampak dengan penghasilan serta ruang tangkapan ikan yang semakin menyempit. Sementara itu, program CSR telah melakukan pengobatan gratis untuk masyarakat di Pulau Sembilan, menurut Senior Manager PLTU Pangkalan Susu Usvizal Zainuddin.

“Memang pihak perusahaan pernah melakukan pengobatan gratis, tapi itu udah ada setahun yang lewat,” ucap salah satu warga Pulau Sembilan.

Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Sumiati Surbakti berpandangan program CSR PLTU Pangkalan Susu tidak menyasar pada seluruh lapisan masyarakat yang terdampak akibat kerusakan lingkungan, hal itu membuatnya melihat wakil rayat harus mendengarkan langsung cerita dari tapak.

“Hendaknya wakil rakyat ketika mengeluarkan statment jangan melihat sepihak tapi lihat kenyataannya, turun ke bawah, ke tapak lihat kondisinya,” ujarnya. (Rimba)

About Author

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

See author's posts

    Menyukai ini:

    Suka Memuat...
    Tags: CSR Kecam kecamatan Pangkalan Susu Program warga

    Continue Reading

    Previous: Coba Kabur, Tersangka Pencurian Langsung Diciduk Polisi
    Next: 4 Tahun Beroperasi Tak Punya Ijin, Ombudsman RI Rekomendasikan
    PT GSA Ditutup

    Related Stories

    Dari Lumpur Hutan Mangrove ke Panggung Nasional : Jejak Wibi Nugraha Menjaga Alam
    • Lingkungan Hidup

    Dari Lumpur Hutan Mangrove ke Panggung Nasional : Jejak Wibi Nugraha Menjaga Alam

    Juni 16, 2026
    Sinergi Kejuruan Bohorok dan LNK: Menjaga Warisan Melayu di Tengah Derap Industri
    • Daerah

    Sinergi Kejuruan Bohorok dan LNK: Menjaga Warisan Melayu di Tengah Derap Industri

    Juni 10, 2026
    Fraksi Gerindra: Walikota Jangan Kambinghitamkan Brimob dan Pengadilan di Pembahasan TKD
    • Daerah

    Fraksi Gerindra: Walikota Jangan Kambinghitamkan Brimob dan Pengadilan di Pembahasan TKD

    Juni 3, 2026

    Trending News

    Menunggu Berjam-jam, Pemeriksaan Saksi Bagi Tariq Batubara Ditunda karena Laptop Penyidik Rusak 1

    Menunggu Berjam-jam, Pemeriksaan Saksi Bagi Tariq Batubara Ditunda karena Laptop Penyidik Rusak

    Juni 18, 2026
    Ganja 6,8 Kg Ditemukan di Lapas, Ombudsman Telusuri Celah Pengamanan 2

    Ganja 6,8 Kg Ditemukan di Lapas, Ombudsman Telusuri Celah Pengamanan

    Juni 18, 2026
    GMNI Medan Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan”, DPRD Dinilai Gagal Beri Kepastian 3

    GMNI Medan Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan”, DPRD Dinilai Gagal Beri Kepastian

    Juni 18, 2026
    Kematian Luis David Hutabarat di Areal PT Agrinas Palma Nusantara 1 Picu Kemarahan Warga, Polisi Janji Usut Tuntas 4

    Kematian Luis David Hutabarat di Areal PT Agrinas Palma Nusantara 1 Picu Kemarahan Warga, Polisi Janji Usut Tuntas

    Juni 17, 2026
    GMN-BERSATU Desak Evaluasi Total Polres Nias, Bawa Poster Dukungan untuk Agnis Jance Zebua 5

    GMN-BERSATU Desak Evaluasi Total Polres Nias, Bawa Poster Dukungan untuk Agnis Jance Zebua

    Juni 17, 2026

    You may have missed

    Menunggu Berjam-jam, Pemeriksaan Saksi Bagi Tariq Batubara Ditunda karena Laptop Penyidik Rusak
    • advetorial

    Menunggu Berjam-jam, Pemeriksaan Saksi Bagi Tariq Batubara Ditunda karena Laptop Penyidik Rusak

    Juni 18, 2026
    Ganja 6,8 Kg Ditemukan di Lapas, Ombudsman Telusuri Celah Pengamanan
    • advetorial

    Ganja 6,8 Kg Ditemukan di Lapas, Ombudsman Telusuri Celah Pengamanan

    Juni 18, 2026
    GMNI Medan Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan”, DPRD Dinilai Gagal Beri Kepastian

    GMNI Medan Soroti “Indonesia Krisis Kebijakan”, DPRD Dinilai Gagal Beri Kepastian

    Juni 18, 2026
    Kematian Luis David Hutabarat di Areal PT Agrinas Palma Nusantara 1 Picu Kemarahan Warga, Polisi Janji Usut Tuntas
    • Kriminalitas

    Kematian Luis David Hutabarat di Areal PT Agrinas Palma Nusantara 1 Picu Kemarahan Warga, Polisi Janji Usut Tuntas

    Juni 17, 2026
    PT MEDIA CAHAYA BANGSA | MoreNews by AF themes.
    %d