Indonesia

Medanoke.com – Jakarta, Surat bebas virus corona COVID-19 baru-baru ini sempat viral karena dijual bebas di e-commerce. Kabar mengenai surat bebas corona itu menjadi heboh di media sosial Twitter pada Kamis (14/5).
Menurut screenshot yang dibagikan sejumlah netizen di Twitter, surat bebas COVID-19 dijual dengan rentang harga dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Surat bebas corona itu ditemukan di sejumlah platform e-commerce, salah satunya adalah Tokopedia. Namun, tidak berselang lama lantaran sudah viral di medsos, surat itu sudah tidak dapat ditemukan karena telah dihapus oleh platform tersebut.

Salah satunya e-commerce Tokopedia pun angkat bicara terkait penemuan surat bebas corona di dalam layanan mereka.

“Tokopedia terus melakukan upaya untuk memastikan berbagai produk yang dijual dalam platform kami sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik dari sisi jenis produk, harga, kesesuaian judul maupun deskripsi. Jika ada penjual yang melanggar, Tokopedia berhak melakukan tindakan berupa pemeriksaan, penundaan atau penurunan konten, serta tindakan lain sesuai prosedur,” ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, Kamis (14/5).

“Kami telah menindak produk dan/atau toko yang dimaksud sesuai prosedur,” sambungnya. Menurutnya, tidak terjadi transaksi atas produk surat bebas COVID-19 itu di Tokopedia.

Tokopedia terangnya merupakan lapak dagang yang bersifat user generated content (UGC). Artinya, setiap orang dapat mengunggah dan menjual produk apa pun di Tokopedia secara mandiri.

Menurut Ekhel, UGC tersebut sangat bermanfaat bagi pengguna Tokopedia. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan aksi proaktif untuk menjaga norma dan hukum yang berlaku. Tokopedia juga telah melarang penjualan produk seperti surat bebas COVID-19 ini.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar dapat melaporkan produk yang melanggar syarat dan ketentuan Tokopedia dan/atau hukum yang berlaku di Indonesia, langsung dari fitur Laporkan yang ada di setiap halaman produk,” kata Ekhel.

Selain di Tokopedia, surat bebas COVID-19 juga dilaporkan dijual di Shopee. Berdasarkan screenshot yang dibagikan pengguna Twitter, pedagang surat bebas corona di kedua e-commerce tersebut terlihat pada kontak pedagang yang sama.

Jika dilihat dari foto tampilan produk yang dijual, surat bebas COVID-19 itu mencatut nama Rumah Sakit Mitra Keluarga Gading Serpong, Tangerang, Banten. Oknum pedagang juga menyematkan link ke sebuah blog dan mencantumkan nomor telepon 0887 227 8459 di iklan yang dia tampilkan.(*)

Medanoke.com – Jakarta, Pemerintah berbagai negara didunia harap cemas, termasuk Indonesia. Dikabarkan mata-mata Aria-body asal China menargetkan sejumlah pemerintahan negara. Ahli siber dari CISSRec, Pratama Prasadha, meminta pemerintah, melalui Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), segera bergerak cepat.

Ditambahkannya, jika Aria-body merupakan malware yang disusupkan lewat file semacam Word yang tidak akan dicurigai target. “Dengan cara tersebut hacker atau peretas bisa masuk dan dapat mengendalikan perangkat korban. Menurut Pratama, Aria-body dilengkapi juga dengan fitur keylogger jadi kegiatan korban akan terpantau termasuk saat memasukkan username dan password dan akhirnya bisa melakukan kegiatan seolah-oleh dia adalah pemilik perangkat tersebut,” Ungkapnya.

Ditambahkanya, sasaran kejahatan siber ini adalah pegawai negeri sipil (PNS) dan instansi penting negara, maka penggunaan email phishing disertai Aria-body dianggap sangat efektif. “Karena sasarannya adalah PNS dan instansi penting negara, maka penyebaran utamanya lewat email phising, di mana turut disertakan file yang telah disusupi Aria-body ini dianggap sangat efektif,” jelas Pratama.

Dengan adanya kejadian tersebut, menurut Pratama, sebaiknya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN) bergerak cepat. Secara teknis, kata Pratama, BSSN bisa membantu melakukan digital forensic pada setiap perangkat diplomat, kementerian/lembaga, dan juga seluruh perusahaan BUMN.

Bila diperlukan, lanjut Pratama, BSSN juga menyiapkan sejumlah hardware dan softwareyang bisa digunakan untuk dapat berkomunikasi dan tukar informasi dengan aman.

“Edukasi harus dijalankan kepada seluruh pegawai, terutama dalam situasi work from home (wfh) di mana akan semakin sulit melakukan cek dan kontrol keamanan, karena perangkat di rumah dan internet di rumah ada kemungkinan lebih rentan,” ungkap dia.

Oleh karena itu diperlukan langkah cepat dari BSSN dan BIN dalam upaya melakukan pengamanan dengan situasi bekerja di rumah saat Corona seperti sekarang.

Aria-body digunakan oleh kelompok hacker atau peretas Naikon APT, yang banyak dikaitkan berada di bawah perintah langsung Pemerintah China.
Selain Indonesia, sejumlah pemerintah negara lain di Asia Pasifik disiapkan untuk jadi target serangan siber oleh hacker lewat Aria-body China ini.