Nature

Kota Medan. Dari pinggiran kota terbesar di Pulau Sumatera, Indonesia, itulah laki asing ini mendapatkan tiga nikmat cinta dalam hidupnya : Islam, istri solehah, dan anak si jantung hati.
 
Nama lengkapnya, Thomas Lemme bin Kuhn. Umurnya 53, akrab disapa Thomas atau kalau orang seputaran domisilinya sapa dia “Mister”. Dua puluh tahun lalu, atas nama cinta, dia meninggalkan negerinya, Jerman. Atas nama cinta pula, 4 bulan sebelum hengkang dari negeri Panzer, Thomas mulai mempelajari Islam.
 
Cinta mengantar hidayah bagi bule ini berasal dari sesosok gadis sederhana. Dialah Liliana boru Nasution, warga Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, yang umurnya terpaut 15 tahun dengan Thomas. Batangkuis adalah salah satu kota kecamatan Deli Serdang yang berbatas dengan Medan.
 
Tak diketahui persis di mana pasangan lintas benua itu bertemu kali pertama.
“Allah yang mempertemukan (kami),” kata Thomas, lima tahun lalu. Saat itu, lima belas tahun sudah dia menghirup udara Batangkuis.
 
Itu pula masa yang membuatnya mahir berbahasa Indonesia -meski tetap dengan dialeg Wllingholzhausen, kampung kelahirannya yang bersuhu super dingin, berjarak sekira 400 Km dari Berlin, ibu kota Jerman.
 
Informasi ini didapat wartawan Anda selama 2 tahun bergaul dengan Thomas, bahkan tinggal berdekatan di Batangkuis. Ini lanjutan pengelanaan Anda mengenal sosoknya yang alim tak nampak alim.
 
Per 2002, Thomas resmi memeluk Islam dan bermukim di Batangkuis. Beberapa bulan sejak mualaf, laki tambun brewok ini pun menikahi Liliana. Sejak menjadi istri bule, para tetangga di sana kompak menyapa Liliana dengan sebutan Lili Jerman.
 
Demi Islam dan takdir jodoh, Thomas tampak mantap meninggalkan semua jejak kiprahnya selama di Jerman. Di Batangkuis, penggiat pedagogi jebolan WH Duesseldorf itu mulai mewujudkan mimpi-mimpinya bersama Lili Jerman. Rumah, salah satunya.
 
Di areal hampir 1 Rante pas seberang masjid, tahun itu juga Thomas mulai membangun istana barunya. Hasilnya? Bentuk rumahnya kontras dengan permukiman sekitar. Bukan karena megah. Tapi karena rumah itu rada bergaya arsitektur Jerman.
 
Rumah 3 kamar penuh dekoratif batu alam warna tenang beratap genteng plus rumput Jepang dan tanaman hias di teras hingga pagar itu sekilas mengingatkan rumah di negeri dongeng.
Rumah ‘bule masuk kampung’ ini persis terletak depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Masjid, Dusun II Bintang Meriah, Batangkuis.
 
Kelar soal rumah, Thomas mulai membangun usaha. Belasan unit rumah kontrak dibangunnya di sejumlah lokasi di Batangkuis. Dia juga membuka bisnis Warnet yang kala itu baru booming. Berjarak 100 meter dari rumahnya, di Warnet itulah Thomas menghabiskan hari-harinya sejak pagi sampai jelang dini hari.
 
Bercelana ponggol, kaos oblong, dan menenggak Coca-Cola berliter-liter, Thomas tak jenuh duduk seharian di depan komputer. Tentu itu minus waktu solat 5 waktu tiba. Juga malam Jumat ba’da Isya ketika dia mengikuti pengajian rutin bergilir di lingkungan tempat tinggalnya. “Islam agama yang hebat. Tapi penganutnya banyak yang nyimpang,” katanya, sekali tempo selepas kegiatan wirid.
 
Saban kelar menjalankan ‘urusan langit’, Thomas pun kembali ke rumah keduanya, Warnet. Internet membuatnya harus tetap terkoneksi dengan para sahabat di Jerman atau Eropa.
 
Komunikasi rutin itulah yang kemudian membuat satu dua bule saban tiga bulan datang, menginap di rumah Thomas. Kalau sudah begitu, barulah Thomas absen dari Warnet. Menyetir Gran Max MB hitam sambil telanjang dada, tamu itu dibawa Thomas ke lokasi wisata favorit di Sumatera Utara. Lili Jerman sesekali turut serta.
 
Sampai di sini, Thomas menyebut Allah telah melimpahkan banyak anugerah padanya. Ajaran Islam yang bikin hatinya teduh, layanan istri solehah, rezeki selalu lancar, kesehatan tetap terjaga menjadi bagian dari rahmat tak terkira itu. Tapi manusia acap tetap merasa kurang.
 
Masih ada mimpi terindah Thomas yang masih indah dalam angan semata. Ini sebangun dengan mimpi Liliana sang istri. Doa sekuat hati terus mereka panjatkan siang malam, tapi takdir soal satu itu belum juga berwujud nyata. Padahal hasrat tentang itu sangat manusiawi. What the hell, man?
 
Ini terkait dua kamar di rumah Thomas – Liliana yang belum punya penghuni tetap. Dua kamar desain klasik itu amat didamba menjadi hunian untuk dua buah cinta pasangan beda kultur ini. Alih-alih dua, pun lebih lima tahun nikah pasangan ini belum juga dikaruniai seorang anak.
 
Pun begitu, Gusti Allah ora sare. Thomas yakin itu. Guna menguatkan sabar, keyakinan soal itu bahkan diselaminya lewat kisah Nabi Zakaria AS. Termasuk doa ampuh sang nabi uzur yang akhirnya dikaruniai anak, Yahya AS, yang menjadi nabi Allah sejak usia kanak.
 
Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â’. Lantunan doa Nabi Zakaria AS menginginkan anak yang diabadikan dalam Al Qur’an Surah Ali ‘Imran: 38 itu sering dipanjatkan Thomas dan Lili Jerman.
 
Dan surah itu memang lagi-lagi membuktikan keajaibannya. Ujian kesabaran untuk pasangan ini berakhir di usia 10 tahun pernikahan. Hari bahagia lama dinanti itu datang pada 2 Februari 2012. Thomas dan Lili Jerman dikaruniai anak laki bertampang bule habis.
 
Bertubuh kecil seperti Liliana, si ganteng itu diberi nama Attila Konstantin. Lalu persis 10 bulan paska kelahiran Attila, anak kedua idaman pasangan ini pun lahir. Dialah si cantik Kayla Laeticia.
 
Karunia Allah telah memberikan sepasang anak sehat dan pintar langsung kontan membuat rumah tangga Thomas dan keluarga besarnya riang tak terkira. Bersama Liliana, Thomas pulang kampung memboyong Attila dan Kayla. Keluarga bahagia ini menghabiskan waktu sebulan di Jerman.
 
Balik Medan dan bertahun kemudian,  sebuah takdir pun seketika menghentak
Thomas. 29 Agustus 2017… Allah memanggil Liliana. Ibu dua anak tercinta Thomas itu wafat akibat serangan ginjal akut. Dia terpukul. Begitu juga dua jantung hatinya yang masih kecil. Dan, takdir maut istri tercinta pun segera mengubah jalan hidup Thomas.
 
Per 2019, Thomas memutuskan kembali ke Jerman. Tentu dengan turut membawa Attila dan Kayla. Kepergian anak beranak ini terjadi setelah semua urusan dengan keluarga besar Liliana  kelar, termasuk soal ahli waris. Penjelasan tentang masalah terakhir tertuang dalam Putusan Pengadilan Agama (PA) Lubuk Pakam No. 161/Pdt.P/2017/PA.Lpk tanggal 10 Oktober 2017.
 
Sejak itulah, saban Ramadhan atau Idul Fitri datang,  Thomas pun merasakan rindu yang mendalam. Rindu tentang kenangan kemeriahan bulan suci dan hari fitri kala dia, istri dan dua anak mereka bermukim di Batangkuis. Dua momen perayaan suci umat Islam itu dijalani Thomas di Medan atau Deliserdang selama 17 tahun. Sebuah masa lumayan panjang.
 
Karena itulah, kerinduan religi bercampur bayangan wajah almarhumah istri itu saat ini amat dirasa Thomas karena Islam di Jerman adalah agama kaum minoritas. Alih-alih mendengar gema takbir Idul Fitri atau lantunan ayat suci dari ibadah tarawih saban malam Ramadhan yang kuat mengalun dari sepiker masjid depan rumahnya di Batangkuis, Thomas dan dua anaknya kini bahkan tak lagi bisa mendengar azan tanda solat lima waktu sehari tiba.
 
Itu karena masjid satu-satunya di wilayah tinggal mereka  berjarak puluhan kilometer dari rumah. Thomas dan dua anaknya kini tinggal di Melle, kota kecil bersuhu dingin. Jarak Melle dengan Berlin, ibu kota Jerman, setara perjalanan Medan – Padang Sidimpuan.
 
“Ya teringat mama, teringat ketupat (lebaran),” celoteh Attila lewat sambungan video WhatsApp dengan Fahri Ahmad (12), temannya di Medan, pada hari ketiga lebaran 1443 Hijriah,
Rabu (04/05/2022) malam. Terdengar sedih. Saat ngobrol, bahasa Indonesia gaya Medan anak umur 10 tahun itu terdengar telah bercampur logat Jerman.
 
Meski tak lagi akrab dengan lantunan indah azan dari sepiker masjid, Attila mengaku papanya mewajibkannya  menjalankan solat lima waktu. Alhamdulillah.

Ditulis oleh :
Ahmad FM,
Jurnalis Medanoke.com
 

Medanoke.com-Medan, Bentuk kepedulian Altic Houseware bersama karyawan membagikan ratusan takjil dan nasi kotak dibeberapa titik kota medan, salah satunya pengguna jalan yang melintas di depan Swalayan Altic Houseware tepat nya di jalan HM. Joni, Minggu (24/04/22).

Halim Junus salah satu Owner Altic Houseware sangat mendukung kegiatan pembagian takjil dan nasi kotak kepada pengguna jalan dan anak jalanan untuk berbuka puasa.

“Kegiatan ini sebenarnya sudah saya tunggu-tunggu, dan kebetulan para karyawan Altic Houseware ingin merencanakan kegiatan tersebut ya saya langsung respon agar kegiatan itu cepat terlaksana mengingat Ramadhan tinggal beberapa hari lagi,” Ujar Halim.

Lanjut, pembagian takjil dan nasi kotak dilaksanakan di seputaran simpang lampu merah jalan Juanda dan titik terakhir dikawasan Merdeka Walk.

Sasaran utama pembagian takjil dan nasi kotak ini terutama anak jalanan, tukang becak, dan ojek online.

“Kami bagikan takjil dan nasi kotak ini bentuk rasa peduli kami terhadap orang yang membutuhkan pada saat waktu berbuka puasa,” Ujar Fenny salah satu leader Altic Houseware yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Lanjut Fenny mengatakan bahwa kegiatan ini baru perdana kami lakukan dalam bulan suci Ramadhan.

Masyarakat sangat mengapresiasi kegiatan ini dan banyak mengucapkan terima kasih kepada karyawan Altic Houseware yang membagikannya.

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan prokes yang di atur oleh pemerintah dan tidak menyebabkan kerumunan saat membagikan takjil dan nasi kotak tersebut.(aSp)

Medanoke.com- Medan, DPW Partai Perindo Sumut  dan DPD Perindo Medan membagikan ribuan takjil ke para pengendara (pelaku transportasi) di depan Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Sabtu (23/4/22).

Selain pengendara, para Pengurus dan kader Dpw Partai Perindo Sumut dan Dpd Medan juga membagi takjil kepada masyarakat disekitar masjid yang menjadi ikon kota Medan ini

Ketua DPW Perindo Sumut, Ir Rudi Zulham Hasibuan mengatakan bahwa, berbagi takjil ini merupakan bagian dari kegiatan rutin safari ramadhan yang selalu digelar Partai Perindo Sumut setiap bulan puasa.

“Ini kita lakukan dalam rangka membantu masyarakat yang terpaksa berbuka di perjalanan. Total hari ini ada 1000 paket takjil yang kita bagikan,” ujar Rudi Zulham

Kegiatan  pembagian takjil di bulan suci Ramadhan ini,  akan terus dilakukan hingga mendekati akhir Ramadan nanti.

“Masih ada dua kali lagi kegiatan kita ini. Untuk tahun ini safari ramadan kita hanya pembagian takjil,” tukasnya.

Turut hadir dalam pembagian takjil itu, anggota DPRD Sumut dari Partai Perindo, Jonius Taripar Hutabarat, jajaran pengurus DPW Perindo Sumut, dan jajaran pengurus DPD Perindo Medan yang dipimpin, Dolli Sinaga.

Mendekati  azan magrib, Usai membagi bagikan takjil, para kader dan pengurus partai Perindo Sumut dan Medan            melaksanakan buka puasa bersama diselitar Masjid Raya Almansun Medan.           (aSp)

Medanoke.com- Medan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Idianto, SH, MH didamping Wakajati Sumut Edyward Kaban, SH, MH apresiasi Kajari Toba Samosir Baringin, SH, MH resmikan Rumah Restorative Justice Sopo Adhyaksa Batak Naraja, Rabu (20/4/2022) di Kantor Kecamatan Sigumpar Kabupaten Toba.
 
Kajati Sumut Idianto memberikan apresiasinya secara virtual kepada Kepala Kejaksaan Negeri Toba Samosir Baringin SH, MH yang diikuti Bupati dan unsur Forkopimda Kabupaten Toba.
 
“Semoga Rumah Restorative Justice Sopo Adhyaksa Batak Naraja ini dapat dijadikan tempat bagi masyarakat Toba dalam pelaksanan RJ, dimana dalam penerapan RJ seluruh elemen terutama JPU melihat esensinya dan berpedoman pada Perja No. 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan dengan Pendekatan Keadilan Restoratif, ” kata Kajati Sumut Idianto.
 
Lebih lanjut mantan Kajati Bali ini menyampaikan, dengan kampung Restorative Justice ini, kita bisa melihat bahwa kearifan lokal dan juga karakter budaya bangsa Indonesia yang mengedepankan kekeluargaan ini dijunjung tinggi dalam rangka penegakan hukum yang ada di Indonesia khususnya di Toba.
 
Peresmian Rumah RJ di Sigumpar juga mendapat apresiasi dari Bupati Toba Poltak Sitorus dan langsung mengimbau kepada setiap kepala desa maupun BPD untuk segera membuat Peraturan Desa (PerDes) tentang Restorative Justice, karena program tersebut dinilai sangat baik dan berguna untuk masyarakat.
 
Pada acara peresmian Rumah Restorative Justice di Kecamatan Sigumpar juga dihadiri Pj. Sekda Kabupaten Toba Augus Sitorus, Ketua PN Balige, Dandim 0210/TU, Kepala Rutan Balige, Ephorus HKBP, Kepala Kantor Kementrtian Agama, Tokoh Adat Desa Sigumpar Barat, Tokoh Masyarakat Desa Sigumpar Barat, Tokoh Agama Desa Sigumpar Barat serta undangan lainnya.
 
Peresmian Rumah Restorative Justice Sopo Adhyaksa Batak Naraja telah tertuang dalam Perdes Desa Sigumpar Barat Kabupaten Toba yakni Perdes No 3 Tahun 2022 Tentang Pembentukan Kampung Restorative Justice Desa Sigumpar Barat Kecamatan Sigumpar Tahun 2022.
 
Kegiatan peresmian Rumah RJ Sopo Adhyaksa Batak Naraja di Kecamatan Sigumpar juga diikuti secara virtual oleh Aspidum Arip Zahrulyani, SH, MH, Kabag TU Rahmat Isnaini, SH, MH dan Kasi Penkum Yos A Tarigan, SH, MH. Acara peresmian tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan dan acara berlangsung dengan sukses.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Safari Ramadhan 1443 Hijriah Forwaka Sumut (Forum Wartawan Kejaksaan Timggi Sumatera Utara) bersama Kejati Sumut, dimulai dengan penyerahan bingkisan & santunan secara simbolis ke peyandang disabilitas, dhuafa dan anak yatim, oleh Kajati Sumut yang diwakilkan oleh Wakil Kepala Kejaksaa Tinggi Sumut, Edyward Kaban SH MH di depan Masjid Al Qisth, kantor Kejaksaan Tinggi Sumut, Jln AH Nasution, Medan, dengan memenuhi standar prokes, rabu (13/4/22)
 
Didampingi Kasi Penkum Kejatisu, Yos A Tarigan SH MH, Kasi E Bidang Intel Kejatisu, Donel Simanjuntak dan Kasi D Bidang Intel Kejatisu, Olan Pasaribu, Wakajatisu, Edyward Kaban menyatakan bahwa kejaksaan mendukung penuh kegiatan positif & berguna bagi sesama.
 
Kegiatan sosial yang diketuai oleh Ketua Panitia Zainul Arifin Siregar ini, bantuan & santunan ini diberikan langsung ke masyarakat yang sangat membutuhkan dan yang terdampak oleh covid 19, setelah melalui proses seleksi & pendataan.
 
Senada, Ketua Forwaka Sumut, Martohap Simarsoit SH dan ketua Panitia Safari Ramadhan Forwaka Sumut 2022, mengucapkan rasa terimakasih yang sebesarnya kepada Kajati Sumut, Idianto SH MH, atas bantuanya dan rasa keperdulianya terhadap sesama dan ucapan terimakasih kepada para Jurnalis yang tergabung di Forwaka Sumut yang  turut serta membantu pelaksanaan kegiatan, tanpa memandang unsur SARA sebagai wujud solidaritas.
 
Penyerahan secara simbolis ini pun menjadi momentum dimulainya rangkaian kegiatan Safari Ramadhan  yang bertema “Merajut Tali Silaturahmi Dibulan Suci Ramadhan Yang Penuh Berkah Dengan Ibadah & Sedekah.”
 
Rencananya Safari Ramadhan ini akan digelar selama 3 hari, dengan rangkaian kegiatan seperti menyalurkan bantuan sembako langsumg ke masyarakat yamg terdampak oleh pandemi,  penyerahan santunan ke panti panti asuhan dan ditutup dengan pembagian takjil kepada pengemudi/ penumpang kenderaan yang tidak sempat atau tidak dapat berbuka puasa tepat waktu dirumahnya.(aSp)
 

Medanoke.com- Medan, DPW Partai Perindo Sumut menyerahan SK kepengurusan DPD Partai Perindo Gunung Sitoli, Senin (07/03/22) di sekretariat Partai Perindo Sumut, Jl Cut Nya Dhien no 2, Medan, Sumatera Utara.
 
Dihadiri oleh 27 pengurus dan kader dari DPD Perindo Gunung Sitoli dan dihadiri pengurus teras DPW Perindo Sumut seperti, Ketua DPW Partai Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Donna Yulietta Siagian, pengurus lainnya Budianta Tarigan, Anafoli Lase, Joko Lelono dan Syamsul Bahri.
 
Dalam pemamparan menjelang Pemilu 2024 mendatang, pengurus DPD Partai Perindo Kota Gunung Sitoli menargetkan penambahan jumlah kursi di DPRD Kota Gunung Sitoli.
 
Target ini disampaikan oleh Ketua DPD Perindo Kota Gunung Sitoli, Elifati Telaumbanua saat menerima SK Kepengurusan DPD Partai Perindo Kota Gunung Sitoli, di Kantor DPW Partai P waserindo Sumatera Utara, Jalan Cut Nyak Dhoen, Medan, Senin (7/3/2022).
 
“Saat ini kami mempunyai 2 kursi di DPRD Gunung Sitoli. Di pemu 2024 kami optimis raih minimal 3 kursi atau 1 fraksi,” ungkapnya.
 
Rasa optimisme tersebut didasarkan pada komponen kader yang kini mereka miliki. Selain dua kader yang saat ini berstatus anggota dewan, beberapa kader potensial untuk mendulang suara yang ada saat ini.
 
“Ada beberapa kepala desa yang masuk dalam struktur kita. Masa jabatan mereka akan berakhir pada 2023 dan langsung bertarung di Pemilu 2024. Gunung Sitoli ada 3 dapil, setidaknya 1 kursi per dapil,” papar Elifati Telambanua.(aSp)
 
 

Medanoke.com- Medan, Warga Kelurahan Komat II Lingkungan 14 Kecamatan Medan Area Jalan Halat Gang Sari merasa ketakutan kalau hujan turun. Karena jika hujan turun sering banjir, disebabkan parit melintang didalam gang dangkal. Apalagi waktu hujan  27-28 Februari 2022 banjir sampai diatas lutut.

Ketua DPRD Medan Hasyim SE meminta kepada Muhammad Bobby Afif Nasution Walikota Medan untuk memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum mengorek parit yang dangkal di Kelurahan Komat II Lingkungan 14 Kecamatan Medan Area Jalan Halat Gang Sari. Hal ini dikatakannya saat dikonfirmasi via handphone. Kamis (03/03/2022).

Dikatakannya, Walikota Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution sangat peduli dengan keluhan warga masyarakat. “Kita lihat sendiri bagaimana responnya saat banjir melanda Kota  Medan pada hari Minggu dan Senin 27-28 Februari 2022 beberapa waktu lalu. Bobby  dengan Gerak Cepat (Gercep) langsung turun ditengah hujan melanda didampingi Topan Obaja Ginting Kadis PU Kota Medan” terangnya.

Lanjut Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Walikota Medan dan Kadis PU langsung bereaksi secepatnya untuk mengurangi kebanjiran. Dan saat ini saja terus berupaya mengantisipasi banjir jika hujan turun.

Sementara itu, Kepling Lingkungan 14 Indra Kelurahan Komat 2 Kecamatan Medan Area menerangkan masalah banjir dilingkungannya saat menghadiri Rapat Pleno Ranting dan Anak Ranting Lingkungan 14 Komat II PDI Perjuangan Kecamatan Medan Area. “Kami Warga dilingkungan ini merasa ketakutan jika hujan turun. Karena pada umumnya jika hujan lebat dan agak lama. Maka dapat dipastikan gang kami ini, akan banjir” terangnya.

Dijelaskannya, Penyebab banjir ini dikarenakan parit yang dangkal. Dulu pernah dikorek oleh team P3SU (Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) tapi dikorek sampahnya aja dan tidak dalam. Maka, diperlukan pengorekkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum, biar dikorek lebih dalam lagi.

Ditambahkannya, dilingkungan 13 komat II ada rumah diatas parit yang masih satu aliran dari parit Lingkungan 14. “Itu juga bisa berdampak penyebab banjir” ungkapnya.

Kadis PU Kota Medan Topan Obaja Ginting melalui Whatshapnya menjawab, Besok akan saya turunkan anggota kelokasi.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Wakil ketua Fraksi NasDem Antonius Tumanggor S.Sos mengapresiasi gerak cepat walikota Medan Bobby Afif Nasution yang langsung turun kelapangan bersama jajaran OPD  meninjau dan berusaha mengatasi banjir di kota Medan.
 
“Untuk mengatasi banjir bukan hanya drainase yang harus diperbaiki oleh Pemko Medan. Tetapi, juga harus menormalisasikan sungai-sungai yang ada. Seperti sungai Deli, sungai Babura, sungai Denai, sungai sei Putih, yang selama ini sudah semakin dangkal dan banyak di penuhi sampah. Jadi jangan salahkan siapa, tapi cari solusinya.” ujar Antonius Tumanggor, Rabu (02/03/22).
 
Terkait banjir di kota Medan, tambah Antonius, juga meminta semua pihak agar jangan saling salah menyalahkan. Sebab, masalah banjir ini sudah menjadi persoalan klasik, tidak tahu ujung pangkalnya di mana, harus ada kolaborasi antara Pemko Medan dengan pemerintah ProvSu.
 
“Karena ini juga menyangkut beberapa daerah yang berbatasan dengan kota Medan, seperti Deli Serdang dan kabupaten Karo. Gubsu jangan jangan tutup mata untuk menangani banjir di kota Medan, peran pemerintah provinsi Sumut di sini juga cukup besar,” jelas Sekjen IPK Sumut ini.
 
Beliau juga berharap pemerintah Provinsi dan Pemko Medan serta BWS (Badan Wilayah Sungai) dapat berkolaborasi dengan memanfaatkan lahan ruang terbuka hijau, untuk menanam pohon agar menjadi serapan air dikala intensitas hujan tinggi.
 
“Mari kita galakkan menanam pohon di sepanjang sungai, agar ada serapan air di saat hujan lebat mengguyur kota Medan,” ajaknya.
 
Dewan yang duduk di Komisi IV DPRD Medan juga menyarankan, kalau bisa pohon bambu yang ditanam di bantaran sungai. “Selain akarnya kuat menahan terjangan banjir, pohonya juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi kerajinan tangan. sehingga ini nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya menjadi sumber PAD bagi Kota Medan,” pungkasnya.(aSp)
 

Medanoke.com- Medan, Usai dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan di kota Medan sejak kemarin, warga mulai disibukan dengan berbenah, terutama membersihkan lumpur kotoran sisa air banjir.

Terlihat warga di Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Selasa (01/03/2022), mulai membersihkan sisa endapan lumpur yang tergerus air banjir.

Banjir yang merendam sedikitnya 9 kecamatan kota Medan terjadi pada Minggu malam, (27/02) Kemarin.

Warga bernama Iwan mengatakan Sebelumnya, rumah yang dihuninya terendam banjir mencapai sepingang orang dewasa atau 1 Meter lebih.

” Hari ini kami sudah bisa membersihkan rumah dan menyusun perabotan rumah kembali setelah berantakan kena banjir bang”, katanya.

Sementara itu, dilokasi yang berbeda, di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, warga terlihat mengepel lantai rumah yang kotor terendam air banjir.

Warga Lorong 20, Lingkungan 15, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Bella, menuturkan air banjir mulai surut total Selasa Pagi.

” Ini sudah mulai bisa kami membersikan perabotan yang terkena banjir bang. Baru tadi pagi surut banjirnya bang”, ungkapnya.

Bela menerangkan, akibat banjir merendam rumah yang dihuninya, dirinya harus mengiklaskan barang perabotan rumah terendam banjir.

” Springbad aja yang terendam bang, soalnya besar, gak tau mau dipindahkan kemana. Perabotan lainya yang kecil-kecil bisa diatas meja”, terangnya.

Ia merasa berayukur, rumah yang dihuninya berlantai 2. Saat banjir merendam rumahnya, ia bersama keluarganya mengungsi ke langai 2.

” Untung rumahnya tingkat, bisa mengungsi keatas bang. Ketinggian air mencapai hampir 1 meter bang”, jelasnya.

Bela menyebutkan, lorong 20 pernah terjadi banjir, namun banjir yang terjadi pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

” Ini udah yang kedua kalinya bang. Ini banjir yang paling besar. Tidak biasanya air sampai ke tangga rumah bang”, bebernya.(aSp)

Medanoke.com- Medan,
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) siap bersinergi guna pengembangan manfaat cagar budaya. Ke depan, situs cagar budaya di Sumut harus diakui keberadaan, kebenaran serta berkelanjutan.

Plt Sekda Provinsi Sumatera Utara, Afifi Lubis, bercerita soal itu di kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/2/2022). Dia didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony. Dalam upaya pengembangan-manfaat cagar budaya, menurut Afifi, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, sinergi sangat dibutuhkan.

“Artinya kami siap mendukung dan memberikan masukan terkait pengembangan-pemanfaatan cagar budaya dan mengoptimalkannya,” kata Afifi.

Ia berharap, perubahan paradigma masyarakat terhadap cagar budaya yang sebelumnya hanya dipandang semata untuk dijaga atau dilindungi, hendaknya diubah menjadi pengembangan-pemanfaatan berkelanjutan sehingga kebenaran dan keberadaannya tetap lestari.

“Selama ini kita lalai dan telat, bicara mengenai cagar budaya juga butuh sosialisasi habis-habisan maupun ekstra keras, apalagi problemnya berhadapan dengan pihak keluarga situs dan orang sekitar, ” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pelindungan Kebudayaan Kemendikbud, Irini Dewi Wanti mengatakan tentunya bentuk sinergi kepada daerah adalah memetakan potensi strategis ke depan untuk melaksanakan penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, pengembangan, pemanfaatan, dokumentasi dan publikasi, serta pelaksanaan kemitraan di bidang pelestarian cagar budaya dan yang diduga cagar budaya.

“Pertama kita harus sepakat dulu dengan pemahaman bersama mengenai UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 dan UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 agar ke depan mengetahui kewenangan daerah maupun pusat,” kata Irini Dewi.

Irini menyebut, upaya ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak sangat penting dalam upaya pengembangan-pemanfaatan dan pelestarian cagar budaya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh-Sumut dan Balai Arkeologi Medan. (Afm)

Medanoke – Medan, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara siap membantu pelaku komoditi di Sumut dalam rangka memajukan rempah-rempah di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara, Fadly Akbar Darus kepada wartawan, Sabtu (18/12/2021). Ia mengatakan bahwa dalam mendukung pelaku komoditi di Sumut tentunya bentuk dukungan tahapan ekspor diberikan. “Kita telah melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait dan dinas-dinas pemerintahan. Untuk para pelaku komoditi, kami siap membantu.” ungkapnya.

Fadly menyampaikan GPEI Sumut juga sudah berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu pihak beacukai dan lainnya untuk proses ekspor hasil bumi. Lanjut Fadly, pihaknya bersyukur acara hari rempah dan ekspor kemarin langsung dihadiri Wakil Presiden RI dan rombongan. “Ini menjadi semangat kami. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Rempah berkolaborasi dengan stakeholder pemerintah dan perusahaan kemarin menjadi bentuk support yang luar biasa. Tidak hanya itu, pada kegiatan kemarin juga mendatangkan buyer dari beberapa negara seperti India, Japan, Belanda dan Timor Leste,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) yang juga Ketua Umum Kadin Sumatra Utara, Khairul Mahalli mengatakan bahwa dengan kegiatan seperti ini, maka Indonesia akan mengembalikan kejayan rempah-rempahnya. “Kita sangat mendukung kegiatan mengembalikan rempah Indonesia untuk mengembalikan kejayaan dahulu. saya mengharapkan tentunya atas nama dewan pengurus pusat, untuk gabungan perusahaan ekspor Sumut, agar betul-betul menggali potensi yang ada kita mencerdaskan para pelaku usaha, lalu memperdayakan, memasarkan produk dan tentunya optimalisasi pasar rempah ini untuk membumbui dunia,” katanya. “Pada kegiatan ini, kita melihat ada beberapa pembeli baik itu lokal maupun wisatawan mancanegara. Dan transaksi-transaksi ini untuk meningkatkan Devisa untuk Indonesia,” sambungnya mengakhiri.

Dalam peringatan hari rempah nasional yang jatuh pada Jumat (10/12/2021) kemarin, 25 komoditas perkebunan hasil bumi Indonesia tembus pasar internasional. Dari data yang dihimpun, 25 komoditas perkebunan yang tembus ekspor yakni cengkeh, palm kernel, jernang, kapulaga, karet, kayu karet, kelapa parut, kemenyan, kemiri, kolang kaling, kopi biji, kopi instan, kulit kayu manis, lidi, minyak sawit, nipah, palm kernel oil, palm kernel stearin, pinang biji, palm olein, santan kelapa, tembakau kering, desicated coconut dan shortening.

Sementara tujuan negara-negara ekspor meliputi Malaysia, Chili, Cina, Jerman, Jepang, Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Filipina, India. Ukraina, Argentina, Spanyol, US, Korea Selatan, Belanda, Polandia, Thailand, Algeria, UAE, Pakistan, Haiti, Singapura, Mesir, Irak, Banglades dan Odessa. (As)

Medanoke.com-Medan, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Perindo Sumatera Utara menggandeng Kelompok Tani Sejahtera (Kentara) untuk mengembangkan tanaman komoditas porang.
 
Hal tersebut ditandai kegiatan penanaman perdana secara simbolis tanaman porang oleh para pengurus DPW bersama DPD serta Kentara di  Desa Sidodadi Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten, Deliserdang, Kamis (28/10/2021).
Untuk diketahui Kentara yang beranggotakab sejumlah petani merupakan binaan  DPW Partai Peeindo Sumut.
 
Penanaman porang di antaranya dilakukan Ketua DPW Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Wilayah Donna Yulietta Siagian, Wakil Ketua Bidang Organisasi Iskandar, Wakil Ketua Bidang Kader dan Saksi Budianta Tarigan, Ketua DPD Perindo Deliserdang Gunung Siagian, Bendahara DPD Deliserdang Herti, Ketua Kentara M Tanjung dan lainnya.
 
Penanaman perdana serta pengembangan komoditas baru tersebut juga dilakukan menggandeng DPP Kelompok Kerja  Petani Porang  Intelektual (KPPI) yang saat itu  dihadiri Ketua DPP  Muspriadi bersama Sekjen DPP Paskalis Sitompul.
 
Rudi Zulham dalam sambutannya dalam kegiatan yang berlangsung di tengah panas terik di areal lahan tanaman porang itu menyebutkan, langkah pihaknya menggandeng Kentara sebagai wujud nyata upaya partai tersebut menjadi solusi di tengah masyarakat yang terdampak pandemi.
 
Sekedar diketahui, tanaman porang yang bisa diolah menjadi bahan pangan berkualitas ekspor sudah bisa dipanen dalan usia empat hingga enam bulan.
 
Kata Rudi, melalui kerja sama tersebut pihaknya mencanangkan DPW Partai Perindo Sumut akan menjadi lokomotif sekaligus menjadi role model  pengembangan tanaman porang serta mendukung program Presiden  Jokowi yang mencanangkan Indonesia menjadi lumbung tanaman porang kelas dunia.
 
Menurut Rudi, penanaman perdana tersebut akan ditindaklanjuti dengan upaya mengembangkan tanaman porang di Sumut dan daerah kabupaten lainnya serta akan dilanjutkan untuk skala nasional menggandeng DPW Perindo di daerah lain.
 
Menjawab  pertanyaan wartawan Rudi Zulham menyebutkan pihaknya akan memberikan bimbingan bantuan suntikan modal kepada petani dengan melibatkan ahli pertanian membimbing para petani anggota Kentara yang dikomandoi M Tanjung.
 
Sebelumnya pada kesempatan itu Sekjen KPPI Paskalis Sitompul dalam sambutannya menyebutkan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung upaya Partai Perindo  Sumut untuk mendukung anggota Kentara mengembangkan tanaman porang di daerah itu.
 
Disebutkannya, dari pengamatan pihaknya selama ini areal kawasan  yang kini ditanami komoditas porang tersebut ditanami jenis tanaman muda seperti semangka dan jagung.
 
Pihak KPPI berharap, para petani yang tergabung dalam Kentara termasuk masyarakat sekitar dapat mengelola lahannya lebih produktif dengan menanam porang meniru yang dilakukan Kentara.
 
Memurut Ketua DPP KPPI  Muspriadi komoditas tanaman porang yang kaya glucosa dapat diolah menjadi setara pangan beras yang saat ini sekitar 80 persen diekspor ke Tiongkok.
 
 
Tanam Perdana
 
Para pengurus Partai Perindo Sumut di antaraya Ketua Rudi Zulham, Sekretaris Donna Siagian dan Ketua DPD Deliserdang melakukan penanaman perdana tanaman porang.(Asp)

Medanoke.com – Medan, Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke-61, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) akan mengadakan vaksin Covid-19 kepada 1000 orang warga masyarakat Kota Medan di halaman kantor Kejati Sumut, Selasa (29/6/2021) dan Rabu (30/6/2021).

Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Jumat (25/6/2021) menyampaikan kegiatan vaksin massal yang akan digelar dalam rangka memeriahkan peringatan HBA yang ke-61, pesertanya terdiri dari warga masyarakat yang sudah didata oleh panitia HBA ke-61 Kejati Sumut dan bertujuan untuk memutuskan mata rantai Penularan Virus Covid 19 disekitar Lingkungan Kerja dan tempat Tinggal masing – masing peserta..

“Vaksin massal kepada 1000 orang warga masyarakat ini sudah disosialisasikan ke Kejari Deli Serdang,Kejari Serdang Bedagai Kejari Medan, Kejari Belawan dan Kejari Binjai. Kita juga mengumpulkan data warga masyarakat di beberapa kecamatan untuk mengikuti vaksin massal. Seperti dari Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Perjuangan dan Kecamatan Medan Timur yang langsung kita sosialisasikan dan jemput datanya,” kata Kasi Penkum Sumanggar Siagian.

Pengumpulan data, kata Sumanggar berkoordinasi langsung dengan Camat, kemudian Camat mendistribusikan ke Lurah Kepling untuk mendata warganya yang akan ikut vaksin.

“Jumlah orang yang akan divaksin dalam memeriahkan HBA ke-61 ini, datanya sudah ada di tangan panitia dan sudah disinkronkan dengan nomor induk kependudukan (NIK) serta nomor telepon/handphon peserta vaksin,” tandas Sumanggar.

Camat Medan Perjuangan Afrizal, MAP menyambut baik program Kejati Sumut melibatkan warga Kecamatan Medan Perjuangan untuk ikut menjadi peserta vaksin massal pada peringatan HBA ke-61 tahun 2021.(*)

Medanoke.com – Deli Serdang – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke-61, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Kejari Deli Serdang bersinergi dengan Pemkab Deli Serdang serta PTPN II melaksanakan penanaman 1000 pohon di lahan eks HGU PTPN II seluas 10 hektar di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat (18/6/2021).

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Waka jati Sumut Agus Salim, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Dirut PTPN II Irwan Perangin-Angin, Kajari Deli Serdang Jabal Nur, Kapolres Deli Serdang, para Asisten Kejati Sumut, Koordinator, ibu-ibu IAD Wilayah Sumut serta Forkopimda Deli Serdang.

Dalam sambutannya, Kajati Sumut IBN Wiswantanu menyampaikan bahwa acara penanaman pohon ini adalah merupakan rangkaian peringatan HBA yang ke-61. Berhubung karena masih masa pandemi Covid-19, kegiatan yang dilaksanakan juga dibatasi.

“Sekadar saran kepada Bupati Deli Serdang, agar bumi ini kembali hijau, satu kelahiran satu pohon. Agar ke depan kita memiliki investasi Oksigen kepada anak cucu kita di masa depan, ” katanya.

Selanjutnya, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menyambut baik program penanaman pohon yang digelar Kejati Sumut.

“Harapan kita dengan penanaman pohon ini, kita ikut mendukung program penghijauan yang digaungkan pemerintah. Ini adalah investasi kita ke masa depan. Pohon yang kita tanam hari ini adalah pohon durian, semoga pohon yang kita tanam ini menghasilkan buah dan bisa kita nikmati ke depan,” kata Ashari Tambunan.

Selanjutnya, Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Wakajati Sumut Agus Salim, serta undangan lainnya melaksanakan penanaman pohon secara simbolis. Dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.(red)