Features

KEKERASAN pada anak tentunya bakal meninggalkan bekas mendalam bagi sang anak. Berbagai media telah menyiarkan anak-anak yang telah dianiaya bahkan ada sampai kehilangan nyawa. Tak hanya media, buku-buku karya fiksi juga mencerminkan kekerasan pada anak serta dampak yang terus terbawa sampai dewasa.

Melewatkan masa kecil dengan siksaan, tentu saja membekas dan mampu memunculkan trauma. Bahkan ketika sudah dewasa bayang-bayang kekerasan itu masih terngiang dalam benak.

Melalui artikel Alodokter berjudul Efek Kekerasan pada Anak Bisa Berlanjut Hingga Dewasa mencatat bahwa anak korban kekerasan mungkin saja mengalami gangguan emosi, penurunan fungsi otak, tidak mudah memercayai orang lain, sulit mempertahankan hubungan pribadi, berisiko menjadi pelaku kekerasan pada anak atau orang lain dan mengalami gangguan kesehatan baik secara psikis maupun psikologis.

Gangguan psikologis yang dimaksudkan antara lain depresi, serangan panik, gangguan makan, PTSD, dan keinginan bunuh diri.

Beberapa novel menyinggung topik kekerasan terhadap anak beserta efeknya setelah dewasa. Pada buku RD LIGHT, karakter bernama Shigeru diceritakan pernah dianiaya ayah kandungnya yang pemabuk. Selain itu Shigeru juga harus menyaksikan ibu dan adik perempuannya dipukul sang ayah. Perasaan bersalah kerap menghantuinya sebab dia tak mampu melindungi keduanya meskipun dia anak laki-laki. Pada akhirnya Shigeru yang sudah tak tahan dipukuli pun berusaha membela diri yang berujung pada kematian ayahnya.

Perasaan bersalah ini kemudian memengaruhinya hingga dewasa. Pengalamannya dianiaya ayah pemabuk membuatnya benci orang yang minum-minum dan mabuk hingga tubuhnya bau alkohol. Dia juga hanya bisa memercayai ketiga sahabat baiknya yang membentuk band rock dan tinggal bersamanya setelah kematian ayahnya. Shigeru benci melihat orang yang badannya lebam-lebam karena itu mengingatkannya pada kekerasan yang dia alami di masa lalu.

Ketika akhirnya dia jatuh cinta pada stylist sekaligus assistant manager yang baru, dia merasa tak pantas mengutarakannya ataupun menjalin hubungan dengan gadis tersebut. Pergolakan batin Shigeru yang didasari trauma akan masa lalunya ditulis dengan begitu nyata oleh penulis, Ruth Priscilia Angelina.

Kekerasan terhadap anak tidak hanya berupa fisik tapi bisa juga dalam bentuk pengabaian, atau orangtua tidak memedulikan anak yang seharusnya mereka asuh dengan baik. Karakter Bee dalam novel All That is Lost Between Us karya Winna Efendi mengalami hal ini. Bee merupakan anak di luar nikah yang dilahirkan ibunya ketika dia masih kuliah kedokteran.

Akibat kehadiran Bee, pendidikan sang ibu jadi terhambat. Bee lebih sering dititipkan kepada neneknya sementara ibunya sibuk kuliah dan meniti karir sebagai dokter. Pada satu kilas masa lalu, Bee ingat ibunya pernah berkata “I wish I never had you.” pada ulang tahunnya yang ketujuh. Perkataan itu membuat Bee merasa dia adalah kesalahan yang disesali ibunya.

Pengalaman pahit ini kemudian memengaruhi keputusan-keputusan yang diambil Bee ketika dia dewasa, keputusan yang pada akhirnya merusak hubungannya dengan Bas, lelaki yang dia cintai dengan tulus. Pengabaian terhadap anak juga dialami Vanka, karakter dalam novel Harapan dari Tempat Paling Jauh.

Dalam novel tersebut Inggrid Sonya menceritakan Vanka yang terpaksa hidup terpisah dari sang ibu sejak kecil. Sama seperti Bee, Vanka merupakan anak di luar nikah. Masalahnya ibu Vanka merupakan tokoh politik yang cukup berpengaruh di tanah air sehingga memiliki anak haram merupakan aib yang harus ditutupi.

Oleh sebab itu, Vanka harus hidup terpisah dengan ibunya. Kerinduan Vanka untuk tinggal bersama ibunya memengaruhi hubungannya dengan anak-anak sepantarannya. Dia sulit berteman sebab dia terobsesi menjadi anak yang diinginkan ibunya, anak yang boleh tinggal bersama ibunya. Pada akhirnya kekerasan yang terjadi kepadanya memengaruhi mentalnya secara signifikan.

Meski ketiga buku di atas merupakan karya fiksi, para penulis menghadirkan kekerasan terhadap anak dan dampaknya dengan sangat nyata. Pada ketiga buku tersebut dampak emosional yang paling terasa terjadi kepada para korban kekerasan. Mulai dari perasaan tidak pantas, perasaan tidak diinginkan, hingga jelas-jelas terganggu melihat sesuatu yang mengingatkan mereka akan kekerasan yang dialami.

Dampak kedua yang paling jelas terlihat adalah sulitnya hubungan para tokoh dengan orang di sekitar mereka. Trauma masa lalu menyebabkan mereka sulit membangun hubungan, baik pertemanan maupun asmara. RD LIGHT, All That is Lost Between Us, dan Harapan dari Tempat Paling Jauh menjadi cerminan kekerasan terhadap anak yang terjadi di masyarakat, serta menggambarkan efek yang dialami para korban kekerasan setelah dewasa. (Jeng)

PASCA peristiwa kudeta merangkak tahun 1965, Soeharto naik tahta dengan membantai PKI (Partai Komunis Indonesia) dan orang-orang terdekat Sukarno. Lain sisi Ibu Tien, kerap mengadakan ritual selametan untuk menenangkan diri serta menciptakan rasa aman. Sebab, presiden ke-2 Indonesia keberadaannya dirahasiakan.

“Mbakyu Harto adalah seorang muslimah yang menganut pula paham kejawen. Dia punya kebiasaan membuat sesajen pada hari-hari khusus. Ketika suasana tegang menguasai hatinya lantaran keberadaan Mas Harto tidak diketahui. Mbakyu Harto lalu berniat membuat sesajen dan melakukan doa-doa,” kata Probosutedjo adik Soeharto, dalam memoarnya Saya dan Mas Harto, karya Alberthiene Endah.

PKI pada waktu itu menjadi partai besar dengan anggota sebanyak jutaan orang, dan memiliki ratusan ribu kader. Namun sial, Soeharto haus darah dan membuatnya “menggila” membantai orang-orang yang tak bersalah.

Soeharto menjabat sebagai Panglima Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angtan Darat) saat membantai kurang lebih setengah juta orang PKI.

Berdasarkan data yang dihimpun, Soeharto kumpulkan petinggi militer Angkatan Darat Letkol Ali Murtopo, Brigjen Sabirin, Kolonel Yogasugama, Kolonel Wohono, Kolonel Hartono, dan Brigjen Achmad Wiranatakusumah. Dalam pertemuan itu, Soehato menegaskan jika PKI adalah dalang pembunuhan para jenderal dan berusaha merebut kekuasaan negara. Lalumenghubungi para petinggi Angkatan Laut dan Polri, serta memanggil Kolonel Sarwo Edhie Wibowo, Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat).

“Surat panggilan Mas Harto kemudian ditanggapi cepat oleh Sarwo Edhie. Sarwo dengan tegap menyatakan sikap. Ini merupakan awal kerja sama Soerhato-Sarwo, yang kemudian menjadi duet yang sangat klop selama aksi pembantaian PKI,” kata Probosutedjo.

Mengendalikan Situasi

Jelas, presiden Sukarno meminta agar Soeharto menghentikan membantai orang-orang yang menurutnya Komunis. Karena waktu itu, Sukarno dapat laporan dari Fact Finding Commission (Komisi yang menghimpun fakta, keterangan, dan bukti jumlah korban akibat peristiwa G30S) jika 78.000 orang melayang nyawanya. “Tapi Pak Harto tak menggubris permintaan itu, sampai Bapak (Sukarno, red) mengeluh, hasil kerjaku selama dua puluh tahun musnah,” kata Ratna Sari Dewi, istri Sukarno, seperti dikutip Eros Djarot dalam Siapa Sebenarnya Seoharto.

Bau anyir darah sesama bangsa terus mengalir, seperti inginkan tumbal. Pembantaian itu terus terjadi sampai mencicipi korban lebih dari 500.000 orang. Bahkan Sarwo Edhie pernah menyebut korbannya mencapai tiga juta orang.

Ibu Tien, sempat gelisah hingga meminta sejumlah syarat pada Probosutedjo untuk sesajen: kue-kue tradisional, kopi, teh, buah-buahan, bunga, dan nasi kebuli untuk sesajen supaya Soeharto pulang ke rumah dengan selamat. Beruntungnya ada Bob, ajudan Soeharto yang muncul hadapan Ibu Tien pada saat-saat mencengkam. Lalu Bob, memberi petunjuk kalau Soeharto ada di Kostrad sedang mengendalikan situasi. Dan Ibu Tien tak jadi membuat ritual.

Mengendalikan situasi bagi Soeharto ialah melenyapkan orang-orang komunis maupun simpatisan atau yang tidak menghendaki adanya Neokolim (penjajahan, penindasan model baru). Hingga Soeharto menjadi presiden dan mewarisi kebencian terhadap penganut ideologi kiri serta merawat baik dengan menciptakan TAP MPRS Nomor XXV Tahun 1966. (Jeng)

Medanoke.com, Keinginan untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Tokoh masyarakat Lingkungan 13, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Amril yang biasa dipanggil Yatman, ajak warga untuk bergotong royong. Bersama-sama warga membersihkan kawasan mereka agar tercipta hidup sehat pada Minggu (24/10) pagi.

Menurut Yatman yang saat ini diusung warga untuk menjadi Kepala Lingkungan 13, Kel Tegal Sari Mandala III bahwa hal itu dilakukan sebagai kepedulian warga terhadap kebersihan di Lingkungan tempat tinggalnya yang berada di Lingkungan 13, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai.

” Selain untuk menjaga kebersihan Lingkungan 13, hal ini juga untuk mempererat silaturahmi antar warga di Lingkungan 13,” kata pria yang memiliki 6 orang anak itu.

Selanjutnya pria yang selama ini bekerja di perusahan swasta yang bekerjasama dengan PLN Medan Baru, menuturkan bahwa dirinya yang besar di Lingkungan 13, berharap gotong royong ini meningkatkan peran serta masyarakat, terutama pemuda dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Terpisah, salah seorang warga Linkungan 13, Dian, mengatakan bahwa sudah lama dirinya dan warga lain tak pernah diikut sertakan dalam kegiatan apapun.


“Semenjak Yatman turun serta, kita kita yang muda, disertakan dalam kegiatan Lingkungan 13, malah semalam kita baru saja mengadakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, makanya kita warga Lingkungan mengusulkan Amril alias Yatman, menjadi Kepala Lingkungan 13 pada November mendatang, karena selama ini kita tahu akan kepeduliannya terhadap warga Lingkungan 13,”ungkapnya.

Sedangkan Jarot yang didampingi Pandi, menuturkan bahwa dirinya dan warga Lingkungan 13 yang berkisar 700 KK, telah membuat surat yang ditandatangani warga untuk mendukung Amril Yatman sebagai Kepling 13.


“Akan kita serahkan dalam dekat ini ke Lurah Tegal Sari Mandala III dan nantinya akan diteruskan ke Camat Medan Denai, kita mendukungnya karena kita merasakan kepeduliannya terhadap warga Lingkungan 13,”tuturnya.(red)

Medanoke.com – Deli Serdang – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke-61, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan Kejari Deli Serdang bersinergi dengan Pemkab Deli Serdang serta PTPN II melaksanakan penanaman 1000 pohon di lahan eks HGU PTPN II seluas 10 hektar di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang Sumatera Utara, Jumat (18/6/2021).

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Waka jati Sumut Agus Salim, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Dirut PTPN II Irwan Perangin-Angin, Kajari Deli Serdang Jabal Nur, Kapolres Deli Serdang, para Asisten Kejati Sumut, Koordinator, ibu-ibu IAD Wilayah Sumut serta Forkopimda Deli Serdang.

Dalam sambutannya, Kajati Sumut IBN Wiswantanu menyampaikan bahwa acara penanaman pohon ini adalah merupakan rangkaian peringatan HBA yang ke-61. Berhubung karena masih masa pandemi Covid-19, kegiatan yang dilaksanakan juga dibatasi.

“Sekadar saran kepada Bupati Deli Serdang, agar bumi ini kembali hijau, satu kelahiran satu pohon. Agar ke depan kita memiliki investasi Oksigen kepada anak cucu kita di masa depan, ” katanya.

Selanjutnya, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan menyambut baik program penanaman pohon yang digelar Kejati Sumut.

“Harapan kita dengan penanaman pohon ini, kita ikut mendukung program penghijauan yang digaungkan pemerintah. Ini adalah investasi kita ke masa depan. Pohon yang kita tanam hari ini adalah pohon durian, semoga pohon yang kita tanam ini menghasilkan buah dan bisa kita nikmati ke depan,” kata Ashari Tambunan.

Selanjutnya, Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Wakajati Sumut Agus Salim, serta undangan lainnya melaksanakan penanaman pohon secara simbolis. Dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.(red)

Medanoke.com – Planet MARS, terus mengalami percobaan dalam mencari serangkaian kehidupan dan pola tingkah gravitasi layaknya bumi. Hal ini membuat NASA mencoba membuka baling-baling Helikopter Ingenuity di atas permukaan planet merah tersebut.

Helikopter itu dijatuhkan dari rover Perseverance dalam beberapa hari terakhir dan berhasil dalam pendaratannya di permukaan Mars. Sejak itu, para insinyur telah melakukan persiapan dan memastikan bahwa helikopter siap terbang.

Pesawat itu akan memulai perjalanan uji pertamanya “tidak lebih awal” dari 11 April, kata NASA, dan berharap untuk melakukan setidaknya lima penerbangan sebelum perjalanan sebulannya selesai. Setelah itu akan dibiarkan di permukaan, semoga berhasil mendemonstrasikan teknologi yang dibawa ke Mars untuk diuji.

Sebelum itu terjadi, NASA harus memastikan bahwa helikopter tersebut siap terbang. Pekerjaan pertama yang melibatkan membuka apa yang disebut sebagai “bilah kemuliaan”, membawa mereka keluar dari posisi mereka semula dalam penyimpanan untuk perjalanan dan siap untuk berputar ke udara.

Sekarang badan antariksa akan mulai dengan putaran baling-baling dengan kecepatan lambat, Ini dilakukan untuk memastikan jika Ingenuity benar-benar mengangkat. Dan ini menjadi tanda pertama kalinya menggunakan helikopter di permukaan dan merupakan langkah penting lainnya sebelum membawanya ke udara.

Setelah itu baling-baling mulai dipercepat hingga sekitar 2.400 RPM. Kecepatan itu yang akan dibutuhkan untuk dapat lepas landas, meskipun helikopter akan tetap di darat.

Kemudian akan melakukan lepas landas pertama, lepas landas dan melayang di atmosfer Mars yang tipis, sebelum terbang dan mendarat sendiri.

Itu akan menjadi tanda sebagai pendaratan pertama kalinya sebelum setiap pesawat dari Bumi melakukan penerbangan bertenaga atau terkontrol di planet lain.

Penerbangan uji berikut akan melihat pesawat terbang lebih jauh dan lebih tinggi di seluruh permukaan, memberikan informasi tambahan tentang kinerja helikopter.

NASA tidak akan melakukan eksperimen sains menggunakan Ingenuity. Alih-alih, ini dilihat sebagai demonstrasi teknologi. Mereka juga akan mengembangkan bentuk desain dan memberikan informasi kemajuan tersebut untuk menciptakan pesawat ruang angkasa penjelajahan di masa depan.(JA)

Medanoke.com – Medan, Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan terus meningkat setiap tahun. Untuk wilayah Sumatera setiap tahun terdata setidaknya ada 250 kasus kekerasan seksual yang terjadi. Oleh karena itu, Jaringan Organisasi Masyarakat Sipil Sumatera mendesak Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dapat masuk ke dalam Prolegnas prioritas dan segera disahkan.

Hal itu terungkap dalam konfrensi pers yang dilakukan oleh berbagai organisasi masyarakat sipil di Sumatera yang tersebar di provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu dan Bandar Lampung melalui platform zoom, Kamis (25/9).
Rahmi Meri Yenti dari WCC Nurani Perempuan menyebutkan kalau saat ini situasi darurat kekerasan seksual sudah terjadi di Sumatera. “Kita ini sudah darurat kekerasan seksual, lebih dari 250 kasus kekerasan seksual terjadi setiap tahunnya,” ujar Rahmi.

Dipaparkannya, untuk provinsi Sumbar, jumlah kasus kekerasan seksual berdasarkan data WCC Nurani Perempuan tahun 2016 sebanyak 56 kasus, 2017 sebanyak 82, 2018 sebanyak 65, 2019 sebanyak 52 dan tahun 2020 sebanyak 34. Provinsi Jambi berdasarkan data dari APM Jambi, tahun 2016 sebanyak 19, 2017 sebanyak 7, 2018 sebanyak 18, 2019 sebanyak 12 dan tahun 2020 sebanyak 8. Bengkulu berdasarkan data WCC Cahay Perempuan dan PUPA Bengkulu, tahun 2016 sebanyak 21, 2017 sebanyak 26, 2018 sebanyak 23, 2019 sebanyak 16 dan 2020 sebanyak 25.


Berikutnya, provinsi Sumatera Selatan berdasarkan data WCC Palembang tahun 2016 sebanyak 126 kasus, tahun 2017 sebanyak 112 kasus, tahun 2018 sebanyak 106 kasus, tahun 2019 sebanyak 93 kasus dan tahun 2020 sebanyak 57 kasus. Sumatera Utara berdasarkan data PESADA Sumut, Aliansi Sumut Bersatu, Pusaka, Hapsari dan LBH Apik Medan, tahun 2016 sebanyak 42 kasus, tahun 2017 sebanyak 70, tahun 2018 sebanyak 64, tahun 2019 sebanyak 75 dan tahun 2020 sebanyak 61.

Provinsi Aceh berdasarkan data dari LBH APIK Aceh dan Flower Aceh, tahun 2016 belum terdata, 2017 sebanyak 81, tahun 2018 sebanyak 27, tahun 2019 sebanyak 72 dan tahun 2020 sebanyak 17 kasus. Bandar Lampung berdasarkan data LBH Bandar Lampung, tahun 2016 hingga tahun 2018 belum terdata, tahun 2019 sebanyak 40 kasus dan tahun 2020 sebanyak 45 kasus. Riau berdasarkan data LBH Pekanbaru tahun 2016 belum terdata, tahun 2017 sebanyak 2 kasus, tahun 2018 sebanyak 5 kasus dan tahun 2019 serta tahun 2020 masing-masing sebanyak 7 kasus.


Total keseluruhan kasus kekerasan seksual tahun 2016 sebanyak 264 kasus, tahun 2017 sebanyak 378 kasus, tahun 2018 sebanyak 308 kasus, tahun 2019 sebanyak 367 kasus dan tahun 2020 sebanyak 254 kasus.

(lebih…)

Gara-gara Mati Lampu, Tak Ada Genset 

Medanoke.com – Medan, Lagi- lagi pasien BPJS mendapat perlakuan tidak layak dari petugas pelayan kesehatan dan seorang lelaki yang mengaku pemilik klinik Harapan Bunda 3 di Jl. Brigjend Katamso No.440 B, Kp. Baru, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. 

Pengusiran yang berujung pelecehan dan pengabaian terhadap pasien ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dan seorang lelaki mengaku pemilik yang bermarga  S. Peristiwa yang terjadi pada kamis (24/9), dimulai ketika, pasien yang telah lebih dahulu datang untuk mendaftarkan diri kepada petugas administrasi pukul 09.00 wib.

Setelah mendaftar pasien diminta untuk datang kembali pukul 10.00 Wib atau terlebih dahulu menelpon pihak klinik untuk mengkonfirmasi kedatangan dokter. Pasien berinisial AS, menuruti perintah para petugas dengan menghubungi terlebih dahulu pihak klinik untuk menanyakan kehadiran dokter. ” Setelah dikonfirmasi istri saya seorang petugas yang dihu melalui via telepon prihal dokter sudah hadir atau tidak. Petugas mengaku jika dokter sudah datang dan boleh datang ke klinik tersebut,” terang AS.

Usai mendapatkan konfirmasi dari petugas Klinik, pasien AS kembali dating ke klinik. Ternyata saat itu, klinik sedang mengalami pemadaman listrik. Pasien yang sudah datang disuruh kembali pulang atau menunggu sampai listrik yang padam kembali hidup. Mendengar jawaban yang mengecewakan dari petugas kesehatan di salah satu klinik yang menjadi mitra bpjs kesehatan ini, pasien AS pun mempertanyakan keberadaan genset pihak klinik.

Pertanyaan itu ternyata membuat petugas administrasi berang dan meminta agar pasien pergi saja jika tidak ingin menunggu. Bahkan perlakuan kasar kembali disambut lelaki berbadan tegap mengenakan kaus berwarna hitam bermarga S, juga mendatangi pasien AS sambil menggertak pasien agar tidak banyak tanya. “Sudah pergi dari sini. Nanyak-nayak genset pulak kau. Kau tanyak kepling. Ini bukan rumah sakit pemerintah yang harus menyediakan genset. Kau cari aja Klinik lain. Pergi kau dari sini keluar,” usir pria bertubuh gempal tersebut. 

Pasien menolak keluar, karena faskes (fasilitas kesehatan) BPJS yang ditunjuk adalah klinik Harapan Bunda 3 sehingga mendapatkan pelayanan di klinik tersebut merupakan hak pasien. Meski sudah menjelaskan haknya tersebut, salah seorang pekerja admin yang juga petugas kesehatan di klinik tersebut menelpon salah seorang dokter untuk memberi kejelasan kepada pasien agar meninggalkan klinik tersebut jika tidak mau menunggu pemadaman listrik kembali menyala.

Dokter gigi yang bertugas di klinik tersebut yang enggan disebut namanya ini, turun menjumpai pasien AS. Dan menjelaskan jika kondisi pemadaman lampu di klinik tersebut memang menjadi kendala. Sehingga dokter bertugas juga mengalami kesulitan. Meski sudah meminta berulang kembali kepada pemilik klinik hal itu masih belum dapat terealisasi. Bahkan ia mengaku para petugas kesehatan di klinik ini juga tidak mampu berbuat banyak karena minimnya gaji yang diberikan yakni dibawah UMK (Upah Minimum Gaji. “Meski berat hati, setelah mendengar penjelasan dokter tersebut saya pergi meninggalkan Klinik tersebut,”ujar pasien AS.(red)

Medanoke.com – Jakarta, Krisdayanti dan Raul Lemos harus rela berpisah. Pasalnya bukan perceraian. Melainkan mereka harus siap dipisahkan jarak antara negera karena tugas dan tanggung jawab KD sebagai seorang anggota dewan.

Hal ini dingkapkan diva pop Indonesia melalui kanal instagram miliknya. Penyanyi yang akrab disapa KD ini pun mengunggah fotnya ketika mengenakan kebaya merah bersama sang suami yang menggunakan jas hitam. Ia menuliskan caption yang mengisahkan dirinya yang harus rela terpisahkan dengan kekasihnya tersebut karena tugasnya sebagai anggota dewan di Jakarta.

“Alhamdulillah kami melakukan hubungan jarak jauh, ini adalah komitmen, ini adalah hubugan yang intim antara saya dan suami,” tulis KD.

Namun dirinya merasa senang, karena jarak antara mereka tidak menjadi masalah bagi Raul. Tampak dengan sikapnya yang mendukung kegiatan KD dan membalas postingan KD. Ia pun merasa bersyukur sang suami dapat memberikan kepercayaan kepadanya.

“Saya bersyukur karena dipercaya untuk bekerja dan mengambil keputusan. Terima kasih cinta,” kata KD dalam unggahannya itu.

Sontak unggahan itu membuat komentar dari para netizen. Banyak yang salut dengan kedua pasangan ini.

My fac Couple @krisdayantilemos & @raullemos06 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷 @hengkikawilarang_designer

Inspirasi bgt😘 … samawa always mbakyu and Mas @raullemos06@didietmaulana

U both always look fabulous..💖💖👏👏🤗👍👍@_chefwan58

Bahkan postingan ini juga disukan oleh Gisella dan 52 ribu pengikut lainnya.(red)

Medanoke.com – Jakarta, Dikabarkan bercerai dengan Rizki DA, ibu kandung Nadya Mustika, Ipah Saripah, berang. Ia tak terima atas isu yang menimpa anaknya itu. Apalagi isu tersebut membuat netizen mulai membully keadaan anaknya.

Ditengah kabar tak sedap itu, Ipah melalui media meminta Nadya agar segera melakukan klarifikasi terkait kebenaran isu perceraian tersebut.

“Semoga jangan sampai perceraian ya Allah, hindarilah omongan-omonga netizen. Jangan pada didengar, bertahanlah. Kalau buat ibu, Nadya, ibu mah pengin kamu jujur aja, orang jujur itu lebih penting, lebih baik, nggak ada alasan,” ujar Ipah di kediamannya di Bandung, Rabu (26/8).

Meski tak pernah menghabiskan waktu bersama layaknya seorang ibu dan anak. Ipah mengaku sedih melihat keadaan yang menimpa putrinya tersebut. Ia pun berharap agar keputusan apapun yang diambil oleh Nadya, dapat dilakukan dalam kondisi tenang. Jika ternyata memang harus bercerai dengan pedangdut muda tersebut.

Bahkan ia pun menyesalkan masa lalu yang harus digalinya. Membayangkan Nadya yang harus jauh dari pelukannya sesaat setelah melahirkan. 

“Sejak dari umur enam hari saya melahirkan, saya kebingungan ya Allah, gimana anak saya banyak, suami udah hilang, bapak udah nggak ada, ibu udah tua, gimana kan pusing cari nafkah,” kenang Ipah.

Sambil meneteskan air mata, Ipah pun meminta Nadya agar segera menyampaikan kabar sebenarnya kepada masyarakat. Untuk menghempaskan kabar miring yang terus dituangkan masyarakat kepadannya, terkait isu keretakan rumah tangganya dengan Rizki DA.

“Pokoknya sekarang buat Nadya harus berkomentar lebih jelas biar netizen nggak membully kita, gitu aja kan, biar netizen mulutnya diem,” ujar Ipah.

Sampai saat ini diketahui belum ada klarifikasi dari pihak Rizki DA atau Nadya Mustika. Keduanya memilih diam meski isu perceraian makin santer diperbincangkan publik.(red)

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.