Menperekraf

MEDANOKE – Jakarta, Berbagai potensi dari pengembangan wisata Bukit Lawang, Tangkahan di Kabupaten Langkat hingga rencana event bertaraf internasional, sport tourism WRC (World Raily Championship) di Kawasan Danau Toba pada tahun 2023 mendatang. Oleh karena itu Wagubsu (Wakil Gubernur Sumatera Utara) Musa Rajekshah meminta dukungan pada Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Sandiaga Salahuddin Uno, di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

Ijeck tidak sendiri, dirinya didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kepala Dinas Pariwisata Sumut Zumri Sulthony dan Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis dalam meminta dukungannya pada menteri.

“Destinasi wisata yang sudah dikenal wisatawan mancanegara ada Nias, Bukit Lawang dan Tangkahan. Kenapa kami mendorong Bukit Lawang dan Tangkahan, karena potensinya luar biasa di sana ada orangutan juga ada Taman Gunung Leuser yang memang sebelum pandemi sudah banyak sekali dikunjungi turis mancanegara. Masyarakatnya juga sudah terbiasa menerima tamu mancanegara,” ujar Ijeck.

Sementara itu, Sandiaga Uno menyambut baik program hingga rencana event yang akan dilakukan Pemprov Sumut untuk menarik wisatawan melalui sport tourism WRC. Ia mengaku, saat ini Kemenparekraf tengah mendorong desa-desa wisata di Sumut.

“Sebelumnya dua desa di Sumut, Desa Huta Tinggi di Kabupaten Samosir dan Desa Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan terpilih dalam Anugerah Desa Wisata 2021 dan kami mendorong agar desa-desa lain di Sumut juga bisa berkembang sehingga potensinya bisa dikenal seperti Bukit Lawang dan Tangkahan yang memang ini ekowisata berkelanjutan dan event juga sangat penting dan WRC sangat bagus sekali. Kita siap mendukung,” ujar Sandiaga.

Ijeck mengaku kehadirannya ke Kemenparekraf untuk meminta dukungan atas keterbatasan yang dimiliki Pemprov Sumut, baik itu dalam anggaran untuk pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, pengalaman, konsep dan lainnya.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu juga mengaku siap memberikan pendampingan apalagi pemerintah saat ini memang mendorong sustainable ecotourism atau pariwisata yang berkelanjutan seperti Bukit Lawang dan Tangkahan.

“Sekarang kita memang lagi genjar mendorong pariwisata berkelanjutan. Kami sudah punya pedoman untuk pengembangan destinasi berkelanjutan, nanti kami share pedoman ini dan kami siap memberi dampingan untuk tata kelolah destinasi ini,” tambahnya. (Jeng)