Skip to content
Februari 2, 2026
  • Home
  • Business
  • Sports
  • Stories
  • Lifestyle
  • WORLD
  • Health
  • #6755 (tanpa judul)
  • Privacy Policy

www.medanoke.com

Informasi Terkini Jempolan

Primary Menu
  • Home
  • Business
  • Sports
  • Stories
  • Lifestyle
  • WORLD
  • Health
  • #6755 (tanpa judul)
  • Privacy Policy
Live
  • Home
  • NEWSBEAT
  • Kisah Cerdik & Unik Saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
  • Dirgahayu
  • Edukasi
  • General
  • Internasional
  • Nasional
  • NEWSBEAT
  • Sejarah
  • TOP STORIES
  • World

Kisah Cerdik & Unik Saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

redaksi Agustus 18, 2023

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi pada Reddit(Membuka di jendela yang baru)Reddit
  • Lagi
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru)X
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)Cetak
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru)Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)LinkedIn
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru)X
  • Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru)Pinterest
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru)Telegram
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)WhatsApp

MedanOke.com,
Berbagai cerita unik telah terjadi tepat di bulan Agustus 78 tahun silam, saat Indonesia muda hendak memproklamirkan diri. suatu negara unik yang terdiri dari beribu suku bangsa & ras, yang juga mendiami beribu pulau disepanjang Nusantara, namun menyatu & menyatakan telah merdeka melepaskan diri dari belenggu imprealis.

Seluruh Dunia tercengang saat Indonesia tampil terdepan di Asia Tenggara menyatakan Kemerdekaannya secara nyata. meski dunia mencatat Filipina sebagai negara yang pertama memproklamirkan diri pada tanggal 12 Juni 1898, namun hanya suatu pernyataan semu tanpa kuku, karena nyatanya Filipina masih terjajah. Proklamasi tersebut hanya tanda akhir penjajahan Spanyol selama kurang lebih 333 tahun. Republik Filipina harus menunggu hingga tahun 1946 untuk merdeka penuh dari Amerika Serikat setelah Tentara Dai Nippon berhasil diberamgus.

Kehadiran Indonesia sebagai sebagai suatu negara yang merdeka, berdaulat, mandiri secara Politik, Sosial, Pertahanan & Keamanan tak dipandang sebelah mata oleh dunia. Peran politik bebas aktif Republik muda ini membuat bangsa Eropa yang terbagi jadi dua blok (blok Barat dan Timur) pasca Perang Dunia ke II (Ww II) menjadi rebutan, mereka saling berupaya mendapat simpati Indonesia dengan melakukan berbagai upaya. baik secara intelijen maupun kontra intelijen dalam menanamkan benih idealogi yang mereka usung (Kapitalis & Komunis) dengan harapan RI merapat dalam barisan (blok) mereka.

Namun, Republik yang meraih kemerdekaanya secara tak gampang jelas bukan Bangsa yang gampangan. Kemerdekaan yang diperoleh berkat (melalui) peran para pejuang & perjuangnya yang menyatakan “Merdeka Atau Mati” adalah “Perang Semesta Alam”, baik garis depan pertempuran maupun tehnik gerilya dari hutan ke hutan, yang sama mahal harganya, Harta atau Nyawa.

Tidak hanya sampai disitu, perjuangan dengan kekerasan pun masih juga harus ditempuh dengan kecerdasan dalam melewati lika liku lorong gelapnya jalur delegasi & diplomasi.

(Ssstt…) Hal ini berbanding terbalik bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang mendapat “Hadiah Kemerdekaan” secara mudah dari Penjajah(nya) karena menurut tanpa menuntut.

Tuntutan percepat proklamir dari kaum muda itu merongrong sang abdi revolusi, berbagai konklusi dan perhitungan ketepatan waktu memaksa Ir Sukarno yang saat itu sedang sakit malaria berpikir jernih dan mau tak mau harus menurut untuk segera membacakan proklamasi, didampingi Moh.Hatta saat pembacaaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno didiagnosa mengalami gejala malaria tertian.

Bung Karno lantas beristirahat sejenak setelah disuntik dan diberi obat. Namun rasa sakit tak menghalangi Bung Karno untuk mengumandangkan tuntutan Kemerdekaan Indonesia pada dunia. Tepat pada saat yang dinanti-nanti, Sukarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah upacara selesai, Bung Karno langsung kembali ke kamarnya dan istirahat.

Saat itu kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sayup sayup gesekan biola WR Supratman pun mengiringi penaikan Sang Saka merah putih keatas puncaknya. Namun sebelum itu ukuran bendera terlampau kecil
Pada saat pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. berkembang cerita yang mengatakan bahwa Ibu Negara Fatmawati sebenarnya sudah menjahit sebuah bendera yang rencana akan dikibarkan pada hari kemerdekaan. Tetapi, ternyata ukuran bendera tersebut terlalu kecil untuk dikibarkan, karena hanya berukuran 50 sentimeter. Inisiatif Ibu Fatmawati menjadikan sprei berwarna putih miliknya pribadi yang ada di dalam lemarinya. untuk warna merahnya, Lukas Kastaryo mencari kain merah atas amanat Ibu Fatmawati. Kain merah pun didapat dari seorang penjual soto. Akhirnya, Ibu Fatmawati menjahit lagi bendera Merah Putih dari kain sprei & dari penjual soto.

Naskah Proklamasi yang sempat menghilang juga menambah kejadian unik menjelang pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 78 tahun silam. Ternyata, menjelang pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, naskahnya mendadak hilang dan tidak ditemukan.

Untunglah, naskah tersebut sudah disalin oleh Sayuti Melik, dan akhirnya bisa dibacakan oleh Bung Karno. Uniknya lagi, naskah asli itu ditemukan di tempat sampah oleh seorang wartawan bernama BM. Diah.

Gegar suara Bung Karno yang selalu berkumandang jelang 17 an pun ternyata direkam ulang kembali. Saat ini rekaman suara Presiden RI yang pertama membacakan proklamasi adalah rekaman ulang suara pada tahun 1951, yang kemudian disempurnakan & dikirimkan ke Lokananta pada 1959. Saat itu terknologi dokumentasi dan komunikasi adalah barang yang sangat langka dan mahal.

Proklamasi kemerdekaan yang sederhana
Upacara pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia amatlah sederhana. Tidak ada protokol yang resmi. Mikrofon atau pengeras suara yang dipakai untuk upacara itu pun dicuri dari stasiun radio milik Jepang. Bendera Merah Putih yang dikibarkan adalah hasil buah tangan Ibu Fatmawati. Sementara tiang bendera berasal dari batang bambu yang diambil dari belakang rumah Sukarno.(aSp/Ist)

About Author

redaksi

jurnalistik yang jujur anti hoax & Fitnah, Berimbang & tepat sasaran menuju Era informasi damai dengan Solusi

See author's posts

    Menyukai ini:

    Suka Memuat...
    Tags: 17 Agustus 1945 7 Cerdik & Unik HUT RI independence day Kisah Proklamasi Kemerdekaan

    Continue Reading

    Previous: HUT ke-78 Kemerdekaan, 2.508 WBP Lapas Kelas I Medan Peroleh Remisi
    Next: Tak Terima Diancam Pakai Senjata Api, Suci Amalia Nainggolan Laporkan Oknum Ketua DPD Partai di Asahan

    Related Stories

    Kajati Sumut Dr.Harli Siregar Dianugerahi Satya Lencana Wira Karya Dari Presiden RI
    • KEJAKSAAN
    • Kejati Sumut
    • Nasional
    • Pemerintahan

    Kajati Sumut Dr.Harli Siregar Dianugerahi Satya Lencana Wira Karya Dari Presiden RI

    Januari 7, 2026
    Akademisi Sumut Desak Pemerintah R. I Tetapkan Bencana Nasional Sumatera
    • Bencana Alam
    • Nasional

    Akademisi Sumut Desak Pemerintah R. I Tetapkan Bencana Nasional Sumatera

    Desember 23, 2025
    Rahmat Shah Lepas Tim Relawan PB ISMI Peduli Bencana Ke Tanjung Pura Langkat
    • Bencana Alam
    • Nasional

    Rahmat Shah Lepas Tim Relawan PB ISMI Peduli Bencana Ke Tanjung Pura Langkat

    Desember 1, 2025

    Trending News

    Sudah 5 Bulan Perkara Kapolsek Patumbak yang Ditangani Bid Propam Polda Sumut Belum Juga Digelar 1

    Sudah 5 Bulan Perkara Kapolsek Patumbak yang Ditangani Bid Propam Polda Sumut Belum Juga Digelar

    Februari 2, 2026
    Warga Akan Gelar Demo Desak Poldasu, DLHK, dan Ombudsman Segera Tindak PT. Universal Gloves 2

    Warga Akan Gelar Demo Desak Poldasu, DLHK, dan Ombudsman Segera Tindak PT. Universal Gloves

    Februari 2, 2026
    Groundbreaking Pembangunan Rumah Tahfiz Sugiat Santoso, TGB : Untuk Bangun Peradaban 3

    Groundbreaking Pembangunan Rumah Tahfiz Sugiat Santoso, TGB : Untuk Bangun Peradaban

    Februari 1, 2026
    Komunitas Kuda Kita Sukses Gelar Friendship Jumping Show 2026, Rafif Kaban Juarai 4 Kelas 4

    Komunitas Kuda Kita Sukses Gelar Friendship Jumping Show 2026, Rafif Kaban Juarai 4 Kelas

    Februari 1, 2026
    PLH Ketum AMPG Imbau Jaga Kondusivitas Musda Golkar Sumut 5

    PLH Ketum AMPG Imbau Jaga Kondusivitas Musda Golkar Sumut

    Januari 31, 2026

    You may have missed

    Sudah 5 Bulan Perkara Kapolsek Patumbak yang Ditangani Bid Propam Polda Sumut Belum Juga Digelar
    • Hukum

    Sudah 5 Bulan Perkara Kapolsek Patumbak yang Ditangani Bid Propam Polda Sumut Belum Juga Digelar

    Februari 2, 2026
    Warga Akan Gelar Demo Desak Poldasu, DLHK, dan Ombudsman Segera Tindak PT. Universal Gloves
    • Lingkungan Hidup

    Warga Akan Gelar Demo Desak Poldasu, DLHK, dan Ombudsman Segera Tindak PT. Universal Gloves

    Februari 2, 2026
    Groundbreaking Pembangunan Rumah Tahfiz Sugiat Santoso, TGB : Untuk Bangun Peradaban
    • Sosial

    Groundbreaking Pembangunan Rumah Tahfiz Sugiat Santoso, TGB : Untuk Bangun Peradaban

    Februari 1, 2026
    Komunitas Kuda Kita Sukses Gelar Friendship Jumping Show 2026, Rafif Kaban Juarai 4 Kelas
    • Sports

    Komunitas Kuda Kita Sukses Gelar Friendship Jumping Show 2026, Rafif Kaban Juarai 4 Kelas

    Februari 1, 2026
    PT MEDIA CAHAYA BANGSA | MoreNews by AF themes.
    %d