admin

Medanoke.com – Medan, Melalui surat resmi Polda Sumut (Polisi Daerah Sumatera Utara) Nomor B/207/I/WAS.1.2/2022/Itwasda, yang mengundang istri (alm) Zailani (47), tahanan Polsekta Medan Kota yang tewas mengenaskan dipenghujung akhir tahun 2021. Pihak Irwasda (Inspektur Pengawas Daerah) Polda Sumut ingkar janji dari undangan tersebut.

Sesuai isi surat panggilan, pertemuan pihak Irwasda dengan istri (alm) Zailani dan tim kuasa hukumnya sedianya digelar di Mapolda Sumut, Medan, Jumat (14/1/2022).

“Ya, hari ini kami memenuhi panggilan pihak Irwasda Polda Sumut perihal klarifikasi atas viralnya pemberitaan soal tewasnya tahanan Polsekta Medan Kota, yakni (alm) Zailani. Tapi pihak yang bersangkutan (Irwasda, red) malah berhalangan hadir, alasannya karena sakit paska vaksinasi tahap tiga Covid 19,” kata Ramlan Damanik seketaris dari LBH PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, kuasa hukum Feni Emilia Rosa (45), istri (alm) Zailani, ditemui di halaman Mapolda Sumut, Jumat (14/1/2022) siang.

Karena telah memenuhi undangan tapi pengundang malah tak hadir, Feni dan tim kuasa hukumnya mengaku kecewa. Ketua PAHAM Indonesia cabang Sumatera Utara, Khairul Hasibuan berpandangan sikap penegak hukum telah melecehkan perempuan yang harus membesarkan empat anaknya saat ini.

“Di sini Polda Sumut nampak tidak kooperatif, terkesan lecehkan masyarakat yang taat hukum, padahal yang mengundang Polda (Sumut) tapi pihaknya yang abai dan terkesan sepele menghadapi rakyat kecil. Kita sudah hadir tapi mereka tidak satu pun hadir di situ. Pihak Polda yang malah tidak menerima, sangat kita sayangkan perlakuan mereka terhadap istri almarhum (Zailani). Seharusnya mereka beri kabar jika memang tidak ada orang yang akan memeriksa saudari Feni. Apalagi Feni terpaksa harus absen dari kerjaan yang belum lama dilakoninya. Istri alm ini jadi takut dipecat, makanya dia harus cermat mengelola waktu karena harus memenuhi nafkah empat anaknya,” ungkapnya.

ketika mendatangi pihak Polda Sumut, penegak hukum yang mengundang berdalih terserang penyakit sehabis melakukan vaksinasi tahap ketiga dan itu menjadi alasannya ingkar janji kepada Feni.

Diketahui sebelumnya, Zailani alias Zai dibekuk sejumlah personil Polsekta Medan Kota di kawasan Jalan Multatuli, Medan, Senin malam 12 Oktober 2021. Penangkapan diduga tanpa temuan barang bukti narkoba itu juga tak disertai surat penangkapan. Setidaknya demikian pengakuan Feni. Nah, setelah lebih 70 hari ditahan, Zai -yang kondisinya sekarat, kurus, dan sekujur tubuh penuh luka lebam- akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan. Sayang, nyawa ayah 4 anak itu tak terselamatkan. Kematiannya yang mengenaskan mengundang simpati sejumlah pegiat hak asasi manusia. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Warga Keluarahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan menjalani sidang di PN Medan (Pengadilan Negeri Medan) akbikat membakar kawannya sendiri ketika bertengkar. Jumat (14/1/2022).

Kejadian itu menimpa Irsan Hamdani yang terbakar karena melerai Imam Syahputra alias Imam sedang bertengkar. Nyawanya melayang, sebab luka parahnya tak bisa lagi diobati.

JPU (Jaksa Penuntut Umum) Serli Dwi Warmi dalam dakwaannya menuturkan, perkara yang menjerat pria berusia 24 tahun berawal pada hari minggu, (5/10/2021) ketika saksi Heri Kriswanto melihat terdakwa sedang marah-marah kepada saksi Edy Syah Putra alias Buyung, yang merupakan penjaga d tempat permainan tembak ikan.

“Disebabkan koin/Argo mesin milik terdakwa hilang sebanyak 2 buah, lalu antara saksi Edy dan terdakwa terjadi pertengkaran mulut, hingga akhirnya dipisahkan oleh warga setempat dan terdakwa pergi keluar dari tempat tersebut,” ungkap JPU.

Kemudian, Edy pun memanggil Tohir (Daftar Pencarian Orang). tak berselang lama Tohir datang ke tempat itu dan bertemu dengan Edy. Lalu Tohir mencari terdakwa, namun pada saat itu Imam seudah keluar dari tempat permainan tersebut.

“Selanjutnya Tohir keluar dari tempat permaian judi tersebut dan bertemu dengan terdakwa yang pada saat itu terdakwa sudah memegang 1 botol besar Aqua yang berisi bensin dan mancis,” ujar JPU.

Lalu, antara Tohir dan terdakwa pun terjadi pertengkaran mulut, hingga akhirnya saksi Dedek Hermawan melihat korban Irsan Hamdani yang pada saat itu berada di lokasi tersebut.Irsan berusaha melerai pertengkaran dengan cara menahan dan memeluk terdakwa yang telah memegang bensin. Sedangkan Tohir dan Imam rebutan botol Aqua hingga bensin bercecer mengenai korban. Imam ketika itu memegang korek api, kemudian menyalakannya hingga badan Irsan banyak api dan melayangkan nyawanya.

“Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 187ke 3 KUHPidan,” pungkas JPU. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Kasi Penkum Yos A Tarigan yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/1/2022), membenarkan adanya penetapan tersangka dalam kasus penanggulangan bencana terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Samosir.

Tim penyidik tindak Pidsus (Pidana Khusus) Kejati Sumut (Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara) telah menetapkan 4 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan belanja tidak terduga penanggulangan bencana non alam dalam penanganan Covid-19 Status Siaga Darurat 2020.

”Ya, benar. Setelah saya ceking ke bidang Pidsus, tim penyidik sudah menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penanganan Covid-19 di Samosir tahun 2020 itu,” kata Yos A Tarigan

Ketika ditanyakan sejak kapan dilakukan penetapan tersangka mengingat penanganan kasus itu di Pidsus Kejati Sumut sudah sekitar Agustus 2021 lalu, Yos Tarigan mengatakan penetapan tersangka dilakukan sekitar akhir Desember 2021.

Diakuinya, penetapan tersangka dilakukan tim jaksa penyidik di Pidsus setelah terlebih dahulu dilakukan ekspose terhadap hasil pemeriksaan di penyidikan di hadapan pimpinan di Kejati Sumut, serta dihadiri penyidik dan para jaksa. Penanganan kasus itu juga ditingkatkan ke penyidikan setelah dilakukan ekspose terhadap hasil penyelidikan.

Yos menyebutkan, dari hasil pemeriksaan dugaan kerugian keuangan negara sekitar Rp944 juta dari anggaran Rp 1,8 miliar di 5 dinas di Samosir, untuk belanja tidak terduga penanggulangan bencana non alam dalam penanganan Covid-19 Status Siaga Darurat, yakni17 Maret 2020 sampai 31 Maret 2020.

Sebagaimana pernah diberitakan, sebelumnya penanganan kasus dugaan penyimpangan anggaran belanja penanganan Covid-19 Samosir tersebut, pernah dilakukan di Kejari Samosir. Bahkan, sudah sempat ada penetapan tersangka.

Namun pasca putusan pra peradilan hakim di PN (Pengadilan Negeri) Balige yang mengabulkan permohonan tersangka, penanganan kasus kemudian diambilalih oleh tim Pidsus Kejati Sumut. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Tim Peyidik Pidsus Penyidik Kejati Sumut, Rabu (12/02/02) melakukan pemeriksaan saksi-saksi perkara dugaan tindak pidana korupsi di kawasan suaka margasatwa Karang Gading,, kab Langkat, Sumatera Utara.

Kawasan mangrove seluas 210 hektare yang merupakan suaka margasatwa ini, kini beralih fungsi perkebunan sawit berdalih koperasi petani dan telah ditanami sekitar 28.000 pohon sawit dan bahkan berproduksi sejak lama.

Ironisnya, di atas tanah tersebut terbit juga 60 sertifikat hak milik (SHM) atas nama pribadi, yang diduga meyerobot tanah negara di Kabupaten Langkat.

Kajati Sumut, IBN Wiswantanu melalui KasiPenkum, Yos A Tarigan menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk kepentingan penyidikan, untuk menemukan & memdalami berbagai fakta hukum terkait penyerobotan, pengelolaan maupun alih fungsi kawasan suaka margasatwa tersebut.

Ketika dikonfirmasi medanoke, Yos Tarigan, Kasipenkum Kejatisu menyatakan bahwa, “Penyidik dalam hal ini menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi di Kawasan Marga Satwa Karang Gading Langkat dan dapat kita sebut dugaan adanya mafia tanah. Selain itu selama pemeriksaan mengedepankan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap mantan Kasipidsus Kejari Deli Serdang ini.

Lebih lanjut menjelaskan saksi yang diperiksa yaitu, Kepala BPN Langkat 2002-2004 berinisial DH, R (Ketua Koperasi STM), KS (Eks Ka BPN Langkat 2015, SMT (Eks Kakan BPN Langkat 2012, dan AH (pemilik lahan). (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Luhut Binsar Pandjaitan yang juga sebagai penguasaha batu bara mengungkapkan, dalam rapat koordinasi lintas kementerian telah diputuskan ada 37 kapal telah diisi batu bara dan siap kirim ke negara-negara di dunia.

“37 kapal yang sudah diisi dan (penuhi) domestic market obligation (DMO) batubara serta siap ekspor kita rilis malam ini,” tegas Luhut ditemui di Kantornya, Rabu (12/1/2022).

Kendati demikian, Luhut tak merinci 37 kapal tersebut mengangkut batu bara dari perusahaan mana saja. Yang pasti, pemerintah juga bakal mulai membuka pengiriman batu bara ke luar negeri secara bertahap. Adapun, perusahaan yang bakal diberikan izin ekspor yakni yang telah memenuhi komitmen DMO-nya.

Pemerintah berkilah jika pelonggaran kebijakan pengiriman batu bara ke luar negeri yang diputuskan bukan karena adanya desakan dari pihak asing kepada Indonesia.

Kendati demikian, dalih pemerintah mencabut larangan pengiriman batu bara ke luar negeri murni karena krisis pasokan batu bara ke PLN (Perusahaan Listrik Negara) telah teratasi.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Minerba (Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM (Energi Sumberdaya Manusia), Ridwan Jamaludin mengungkapkan dari 5,1 juta metrik ton batu bara penugasan untuk PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), hanya 35.000 metrik ton atau kurang dari 1 persen yang dipenuhi untuk menyuplai ke pembangkit listrik. Bila pasokan batu bara minim disuplai ke PLTU, maka lebih dari 10 juta pelanggan PLN akan mengalami pemadaman.

Ketentuan larangan pengiriman batu bara ke luar negeri ini seharusnya berlaku 1 Januari hingga 31 Januari 2022. Namun, karena banyak negara dan pengusaha yang memprotes kebijakan itu, pemerintah akhirnya menganulir peraturan tersebut.

“Jadi kalau sekarang ada yang bilang kok dibuka ekspor (pengiriman batu bara ke luar negeri), ya kan kita perlu uang,” kata Luhut yang juga tercatat sebagai pengusaha batu bara papan atas. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Setelah seragam satpam (satuan pengamanan) berwarna cokelat muda yang hampir mirip dengan pakaian polisi akan diganti menjadi warna krem.

Hal itu diungkapkan oleh Karo Penmas (Kepala Biro Penerangan Masyarakat) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

“Seragam sekarang terlalu mirip dengan seragam Polri sehingga menyebabkan kebingungan dan kesulitan warga masyarakat untuk membedakan polisi dan Satpam,” kata Ramadhan.

Alasan lainnya adalah satpam merupakan profesi baru sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas. Oleh karena itu, satpam perlu memiliki identitas sendiri.

Ramadhan mengungkapkan, perubahan warna seragam satpam menjadi krem akan dikenalkan saat hari ulang tahun (HUT) satpam yakni pada bulan Desember.

“Masih dalam proses pengkajian warna baju cokelat muda akan berubah menjadi warna krem,” ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Sebelumnya ketentuan yang mengatur tentang seragam satpam yang diubah adalah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Peraturan itu diteken oleh Kapolri yang saat itu menjabat, Jenderal Idham Azis, pada 5 Agustus 2020. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Menurut Beka Ulung Hapsara, Komisioner Komnas Ham (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), hak hidup asasi manusia adalah salah satu hak yang paling mendasar. Beka menentang hukuman mati terdakwa Herry Wirawan, pemerkosa 13 santriwati di Bandung.

“Komnas HAM menentang pemberlakuan hukuman mati untuk kejahatan apapun termasuk kekerasan seksual,” kata Beka, Kamis (13/1/2022).

Lanjut dirinya menyatakan tidak setuju dengan tuntutan berat jaksa kepada terdakwa. Seberat apa pun tindakan yang dilakukan Herry Wirawan, Beka menilai penerapan hukuman mati jelas bertentangan dengan prinsip HAM.

“Hak hidup adalah hak yang tidak bisa dikurangi dalam situasi apa pun (non derogable rights). “Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati,” sambungnya.

Selain hukuman mati, Beka juga menyampaikan jika Komnas HAM menilai hukuman kebiri tak sejalan dengan prinsip HAM yang ada. Lebih dalam ia katakan, ada pilihan hukuman lain yang mungkin bisa diterapkan kepada terdakwa untuk kemudian dapat memberikan efek jera kepada yang bersangkutan.

“Kami juga tidak setuju dengan hukuman kebiri. Karena tidak sejalan dengan prinsip hak asasi manusia. Yaitu tidak melakukan penghukuman yang kejam dan tidak manusiawi,” jelas Beka.

Kemudian, Beka memberi saran guna menjadi pertimbangan hakim dalam vonis untuk pelaku pemerkosa dijatuhkan hukuman seumur hidup.

“Bisa seumur hidup,” ungkapnya.

Sebelumnya, JPU (Jaksa Penuntut Umum) memberatkan terdakwa dengan hukuman mati, kebiri, serta membayar denda senilai Rp500 juta subsider 1 tahun penjara, hingga membekkukan yayasan dan pondok pesantren yang dikelola oleh Herry.

Hukuman itu dinilai jaksa layak diterima pelaku pemerkosa karena yang bersangkuran terbukti melakukan tindakan cabul kepada santrinya.

Jelasnya, JPU mengungkapkan pertimbangan hukuman mati terhadap Herry, karena telah menggunakan simbol agama dalam lembaga pendidikan sebagai alat memanipulasi perlakuannya hingga memperkosa 13 santriwatinya.

Selanjutnya JPU mengatakan aksi dari pemilik pesantren di Cibiru, Kota Bandung, dapat menimbulkan dampak luar biasa di masyarakat dan mengakibatkan korban mengalami kekacauan psikologisnya.

Atas perbuatannya, Herry dikenakan Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 78D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.41 Tahun 2016 tentang Perubahan ke Dua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Akibat kesalahpahaman, remaja putri di kawasan Jalan Cempaka 8, pasar 3, Medan Selayang terlibat pertikaian dan sempat tersebar video di media sosial Instagram @medantoday.

Video yang diunggah hari Rabu, (12/1/2022) oleh akun Instagram tersebut merekam kejadian bengis remaja berinsial D menjambak serta menganiaya korban yang berinisial W.

Menurut ibu W, kejadian menimpa anak putrinya terjadi pada hari Senin, (20/12/2021). Dirinya mengatakan peristiwa tersebut karena teman mereka ada yang menyampaikan hal tidak baik tentang keluarga D.

“Kejadiannya berawal dari ketika teman mereka namanya D, jadi dia bilang sama anak ku katanya keluarga si pelaku enggak beres,” ucap ibu korban.

Kemudian, pelaku mengira WW lah yang menceritakan hal-hal buruk pada orang-orang, sehingga pecah keributan diantara keduanya.

“Kata si pelaku inilah anak aku yang membilang kejelekkan keluarganya, jadi salah pahamlah mereka,” sebutnya.

Kembali ibu korban bercerita, Penganiayaan itu terjadi saat anaknya sedang pergi dengan temannya berinisial C. Kemudian ada yang memberitahu kepada pelaku bahwa W sedang berada di Pasar 3. Selanjutnya D datang dengan empat temannya menemui korban. Saat itu, anaknya terlibat cekcok dengan pelaku hingga akhirnya mereka bersepakat untuk datang ke rumah.

Namun dalam perjalanannya, pelaku membelokkan ke Jalan (gang) Cempaka 8 dan di lokasi yang sepi itu lah anaknya dianiaya oleh pelaku dengan disaksikan serta direkam oleh teman-temannya.

“Kata anak ku tiba di jalan, kemudian mereka membelokkan anak ku ke gang, disitulah mereka mengejar anak ku,” katanya.

Tak sampai di situ, pihak korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polrestabes Medan, hari Senin, (3/1/2022).

Saat dikonfirmasi Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Mardianta Ginting mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan atas kasus tersebut.

“Iya, sudah.Lagi diperiksa,” katanya singkat. (Jeng)

Medanoke.com – Magelang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) atau BTN Syariah menjalin kerjasama dengan Akademi Militer (Akmil) dalam penyediaan jasa dan layanan perbankan meliputi pembiayaan perumahan maupun pendanaan. Sinergi tersebut dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Penyediaan Jasa dan Layanan Perbankan Bagi Anggota Akademi Militer yang dilakukan Direktur Consumer and Commercial Banking Bank BTN Hirwandi Gafar dan Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Legowo WR Jatmiko.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Akademi Militer yang telah memberikan kepercayaan kepada Bank BTN sebagai mitra perbankan dalam ruang lingkup Penyediaan Jasa dan Layanan Perbankan bagi Anggota Akademi Militer,” ujar Direktur Consumer and Commercial Banking Bank BTN Hirwandi Gafar usai penandatanganan kerjasama di Magelang, Jawa Tengah, Selasa (11/01).

Hirwandi berharap, dengan kerjasama ini Bank BTN dapat mendukung segala kebutuhan Akademi Militer baik untuk kelembagaan maupun kesejahteraan prajurit. Anggota Akademi Militer juga dapat turut bergabung dalam menggunakan fasilitas dan layanan Bank BTN melalui produk-produk dan program unggulan seperti pembiayaan perumahan, Tabungan, Tabungan Haji dan Umroh, kemudahan bertransaksi melalui Mobile Banking, Cash Management System, SPP Online serta produk-produk lainnya.

Menurut Hirwandi, kerjasama ini juga akan semakin memudahkan Anggota Akmil yang berjumlah sekitar 2.600 orang untuk bisa memiliki rumah idaman.

“Kerjasama yang dilakukan adalah untuk mendorong ekosistem perumahan yang menjadi fokus Bank BTN saat ini untuk mendukung Program Satu Juta Rumah,” tambah Hirwandi.

Sementara itu, Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Legowo WR Jatmiko menambahkan, salah satu permasalahan yang sering dihadapi oleh para Prajurit maupun PNS ketika menghadapi masa purna tugas adalah masalah perumahan. Hal ini sebetulnya tidak perlu terjadi manakala Prajurit ataupun PNS yang bersangkutan memiliki perencanaan yang tepat dan benar dalam menghadapi masa purna tugas.

“Kami berharap kerjasama ini menjadi solusi bagi para Prajurit dan PNS untuk bisa memiliki rumah idamannya,” tegasnya. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Truk pengakut minyak sawit mentah mengalami kecelakan tunggal di Jalan Lintas Medan-Tebing Tnggi, Lingkungan Pasiran Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (11/1/2022) yang menewaskan pengemudi truk. Kasubbag Humas Polres Serdang Bedagai Iptu R Gultom mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

“Akibat kejadian itu, pengemudi truk meninggal dunia dengan luka di bagian tangan kiri robek, tangan kanan lecet, dada memar,” kata Iptu R Gultom, Rabu (12/1/2022).

Saat itu, truk yang dikemudikan oleh Tata Iskandar (57) warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Kasubbag Humas Polres Serdang Bedagai menyebut sopir diduga mengantuk dan tidak bisa mengendalikan truk sehingga oleng ke kiri hingga terperosok ke bahu jalan dan terguling ke jurang sekitar dua meter.

“Petugas kemudian berusaha mengeluarkan tubuh korban yang terjepit dan selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Sawit Indah Perbaungan,” pungkasnya. (Jeng)