Medan

Kota Medan. Dari pinggiran kota terbesar di Pulau Sumatera, Indonesia, itulah laki asing ini mendapatkan tiga nikmat cinta dalam hidupnya : Islam, istri solehah, dan anak si jantung hati.
 
Nama lengkapnya, Thomas Lemme bin Kuhn. Umurnya 53, akrab disapa Thomas atau kalau orang seputaran domisilinya sapa dia “Mister”. Dua puluh tahun lalu, atas nama cinta, dia meninggalkan negerinya, Jerman. Atas nama cinta pula, 4 bulan sebelum hengkang dari negeri Panzer, Thomas mulai mempelajari Islam.
 
Cinta mengantar hidayah bagi bule ini berasal dari sesosok gadis sederhana. Dialah Liliana boru Nasution, warga Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, yang umurnya terpaut 15 tahun dengan Thomas. Batangkuis adalah salah satu kota kecamatan Deli Serdang yang berbatas dengan Medan.
 
Tak diketahui persis di mana pasangan lintas benua itu bertemu kali pertama.
“Allah yang mempertemukan (kami),” kata Thomas, lima tahun lalu. Saat itu, lima belas tahun sudah dia menghirup udara Batangkuis.
 
Itu pula masa yang membuatnya mahir berbahasa Indonesia -meski tetap dengan dialeg Wllingholzhausen, kampung kelahirannya yang bersuhu super dingin, berjarak sekira 400 Km dari Berlin, ibu kota Jerman.
 
Informasi ini didapat wartawan Anda selama 2 tahun bergaul dengan Thomas, bahkan tinggal berdekatan di Batangkuis. Ini lanjutan pengelanaan Anda mengenal sosoknya yang alim tak nampak alim.
 
Per 2002, Thomas resmi memeluk Islam dan bermukim di Batangkuis. Beberapa bulan sejak mualaf, laki tambun brewok ini pun menikahi Liliana. Sejak menjadi istri bule, para tetangga di sana kompak menyapa Liliana dengan sebutan Lili Jerman.
 
Demi Islam dan takdir jodoh, Thomas tampak mantap meninggalkan semua jejak kiprahnya selama di Jerman. Di Batangkuis, penggiat pedagogi jebolan WH Duesseldorf itu mulai mewujudkan mimpi-mimpinya bersama Lili Jerman. Rumah, salah satunya.
 
Di areal hampir 1 Rante pas seberang masjid, tahun itu juga Thomas mulai membangun istana barunya. Hasilnya? Bentuk rumahnya kontras dengan permukiman sekitar. Bukan karena megah. Tapi karena rumah itu rada bergaya arsitektur Jerman.
 
Rumah 3 kamar penuh dekoratif batu alam warna tenang beratap genteng plus rumput Jepang dan tanaman hias di teras hingga pagar itu sekilas mengingatkan rumah di negeri dongeng.
Rumah ‘bule masuk kampung’ ini persis terletak depan Masjid Al Ikhlas, Jalan Masjid, Dusun II Bintang Meriah, Batangkuis.
 
Kelar soal rumah, Thomas mulai membangun usaha. Belasan unit rumah kontrak dibangunnya di sejumlah lokasi di Batangkuis. Dia juga membuka bisnis Warnet yang kala itu baru booming. Berjarak 100 meter dari rumahnya, di Warnet itulah Thomas menghabiskan hari-harinya sejak pagi sampai jelang dini hari.
 
Bercelana ponggol, kaos oblong, dan menenggak Coca-Cola berliter-liter, Thomas tak jenuh duduk seharian di depan komputer. Tentu itu minus waktu solat 5 waktu tiba. Juga malam Jumat ba’da Isya ketika dia mengikuti pengajian rutin bergilir di lingkungan tempat tinggalnya. “Islam agama yang hebat. Tapi penganutnya banyak yang nyimpang,” katanya, sekali tempo selepas kegiatan wirid.
 
Saban kelar menjalankan ‘urusan langit’, Thomas pun kembali ke rumah keduanya, Warnet. Internet membuatnya harus tetap terkoneksi dengan para sahabat di Jerman atau Eropa.
 
Komunikasi rutin itulah yang kemudian membuat satu dua bule saban tiga bulan datang, menginap di rumah Thomas. Kalau sudah begitu, barulah Thomas absen dari Warnet. Menyetir Gran Max MB hitam sambil telanjang dada, tamu itu dibawa Thomas ke lokasi wisata favorit di Sumatera Utara. Lili Jerman sesekali turut serta.
 
Sampai di sini, Thomas menyebut Allah telah melimpahkan banyak anugerah padanya. Ajaran Islam yang bikin hatinya teduh, layanan istri solehah, rezeki selalu lancar, kesehatan tetap terjaga menjadi bagian dari rahmat tak terkira itu. Tapi manusia acap tetap merasa kurang.
 
Masih ada mimpi terindah Thomas yang masih indah dalam angan semata. Ini sebangun dengan mimpi Liliana sang istri. Doa sekuat hati terus mereka panjatkan siang malam, tapi takdir soal satu itu belum juga berwujud nyata. Padahal hasrat tentang itu sangat manusiawi. What the hell, man?
 
Ini terkait dua kamar di rumah Thomas – Liliana yang belum punya penghuni tetap. Dua kamar desain klasik itu amat didamba menjadi hunian untuk dua buah cinta pasangan beda kultur ini. Alih-alih dua, pun lebih lima tahun nikah pasangan ini belum juga dikaruniai seorang anak.
 
Pun begitu, Gusti Allah ora sare. Thomas yakin itu. Guna menguatkan sabar, keyakinan soal itu bahkan diselaminya lewat kisah Nabi Zakaria AS. Termasuk doa ampuh sang nabi uzur yang akhirnya dikaruniai anak, Yahya AS, yang menjadi nabi Allah sejak usia kanak.
 
Rabbi hab lî mil ladungka dzurriyyatan thayyibah, innaka samî‘ud-du‘â’. Lantunan doa Nabi Zakaria AS menginginkan anak yang diabadikan dalam Al Qur’an Surah Ali ‘Imran: 38 itu sering dipanjatkan Thomas dan Lili Jerman.
 
Dan surah itu memang lagi-lagi membuktikan keajaibannya. Ujian kesabaran untuk pasangan ini berakhir di usia 10 tahun pernikahan. Hari bahagia lama dinanti itu datang pada 2 Februari 2012. Thomas dan Lili Jerman dikaruniai anak laki bertampang bule habis.
 
Bertubuh kecil seperti Liliana, si ganteng itu diberi nama Attila Konstantin. Lalu persis 10 bulan paska kelahiran Attila, anak kedua idaman pasangan ini pun lahir. Dialah si cantik Kayla Laeticia.
 
Karunia Allah telah memberikan sepasang anak sehat dan pintar langsung kontan membuat rumah tangga Thomas dan keluarga besarnya riang tak terkira. Bersama Liliana, Thomas pulang kampung memboyong Attila dan Kayla. Keluarga bahagia ini menghabiskan waktu sebulan di Jerman.
 
Balik Medan dan bertahun kemudian,  sebuah takdir pun seketika menghentak
Thomas. 29 Agustus 2017… Allah memanggil Liliana. Ibu dua anak tercinta Thomas itu wafat akibat serangan ginjal akut. Dia terpukul. Begitu juga dua jantung hatinya yang masih kecil. Dan, takdir maut istri tercinta pun segera mengubah jalan hidup Thomas.
 
Per 2019, Thomas memutuskan kembali ke Jerman. Tentu dengan turut membawa Attila dan Kayla. Kepergian anak beranak ini terjadi setelah semua urusan dengan keluarga besar Liliana  kelar, termasuk soal ahli waris. Penjelasan tentang masalah terakhir tertuang dalam Putusan Pengadilan Agama (PA) Lubuk Pakam No. 161/Pdt.P/2017/PA.Lpk tanggal 10 Oktober 2017.
 
Sejak itulah, saban Ramadhan atau Idul Fitri datang,  Thomas pun merasakan rindu yang mendalam. Rindu tentang kenangan kemeriahan bulan suci dan hari fitri kala dia, istri dan dua anak mereka bermukim di Batangkuis. Dua momen perayaan suci umat Islam itu dijalani Thomas di Medan atau Deliserdang selama 17 tahun. Sebuah masa lumayan panjang.
 
Karena itulah, kerinduan religi bercampur bayangan wajah almarhumah istri itu saat ini amat dirasa Thomas karena Islam di Jerman adalah agama kaum minoritas. Alih-alih mendengar gema takbir Idul Fitri atau lantunan ayat suci dari ibadah tarawih saban malam Ramadhan yang kuat mengalun dari sepiker masjid depan rumahnya di Batangkuis, Thomas dan dua anaknya kini bahkan tak lagi bisa mendengar azan tanda solat lima waktu sehari tiba.
 
Itu karena masjid satu-satunya di wilayah tinggal mereka  berjarak puluhan kilometer dari rumah. Thomas dan dua anaknya kini tinggal di Melle, kota kecil bersuhu dingin. Jarak Melle dengan Berlin, ibu kota Jerman, setara perjalanan Medan – Padang Sidimpuan.
 
“Ya teringat mama, teringat ketupat (lebaran),” celoteh Attila lewat sambungan video WhatsApp dengan Fahri Ahmad (12), temannya di Medan, pada hari ketiga lebaran 1443 Hijriah,
Rabu (04/05/2022) malam. Terdengar sedih. Saat ngobrol, bahasa Indonesia gaya Medan anak umur 10 tahun itu terdengar telah bercampur logat Jerman.
 
Meski tak lagi akrab dengan lantunan indah azan dari sepiker masjid, Attila mengaku papanya mewajibkannya  menjalankan solat lima waktu. Alhamdulillah.

Ditulis oleh :
Ahmad FM,
Jurnalis Medanoke.com
 

Medanoke.com- Medan, Suwarno, Dirut PUD Pasar Medan, memilih melaksanakan sholat Idulfitri 1 Syawal 1443 Hijriah di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Senin (2/5/22).

Selain Suwarno, Pangdam I/BB Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, juga sholat I’d ditempat ini. beliau tiba sekitar pukul 06.40 WIB.  Menyusul Walikota Medan M Bobby Afif Nasution kemudian datang sekitar pukul 06.50 WIB. Selepas itu disusul kedatangan Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto.

Sekitar puiul 07.01 WIB, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi datang berbarengan didampingi Wagub Sumut Musa Rajeckshah. Terlihat pula Wakil Walikota Medan Aulia Rahman yang datang sekitar pukul 07.05 WIB.

Sholat Idulfitri di Lapangan Merdeka ini diikuti pula oleh kepala organisasi pimpinan daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

Bertindak sebagai khatib pada Sholat Idulfitri ini yakni Ketua Umum MUI Medan Hasan Matsum, dan sebagai imam yakni Jakfar Hasibuan yang merupakan qori internasional

Dalam khutbahnya, Ketua MUI Medan Hasan Matsum menyebut bulan Ramadan sebagai bulan transformasi.  Ketua MUI menuturkan ada banyak label yang dikaitkan dengan bulan Ramadhan, diantaranya bulan yang diberkahi, bulan sabar, bulan pelatihan, dan juga bulan transformasi diri (perubahan diri).

“Agaknya cukup menarik dalam kesempatan khutbah idul fitri pada hari ini kita mengulas makna dari label yang terakhir, yaitu transformasi diri,” ungkap Hasan.

Disebutkannya transformasi itu meliputi transformasi jasmani atau fisik, transformasi rohani (spiritual) dan transofrmasi sosial.

Oleh karena itu, Hasan mengajak dengan semangat Ramadhan membangun kebersamaan. Karena hanya dengan modal kebersamaan atau kolaborasi akan kuat dan dapat membangun kota Medan dengan baik guna tercapainya cita-cita bersama terwujudnya kota medan yang berkah, maju, dan kondusif serta sumut yang bermartabat atau baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur. (aSp)

Medanoke.com-Medan, Hermawati Warga jalan paku, Lingkungan III,  Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, kota Medan. Bersama Anaknya, Kamis (21/04/2022) Kemarin.

Hermawati, mendatangi rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian terlapor bernama Sofyan Hasibuan (48) di Jalan Durung III Gg. Keluarga, Medan Marelan, Klumpang KB, Hamparan Perak, Deli Serdang.

Sofyan Hasibuan, dilaporkan oleh almarhum Muhammad Nur Hairullah, suami Hermawati atas penipuan jual beli tanah dengan surat palsu senilai Rp 200 juta rupiah. 

Kasus penipuan tersebut dilaporkan pada masa Muhammad Nur Hairullah semasa masih hidup dengan laporan polisi LP/ 29/ III/ 2020/ SPK Terpadu Polres Pelabuhan Belawan, tanggal 18 Maret 2020.

” Sudah jalan 2 tahun kasus ini bang, cuma tidak ada prosesnya, sampe sekarang terlapor berkeliaran dengan bebas,” terang Hermawati dengan mata berkaca-kaca yang mengingat amanah almarhum suaminya.

Saat ditemui Awak Media, Hermawati sedang berada disebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian terlapor Sofyan Hasibuan. Namun telapor tidak sedang berada dirumah tersebut.

” Kami datang kesini ingin bertemu dengan sofyan dan meminta pertanggung jawabannya bang, tapi dia tidak ada, istrinya yang ada,” Kata Hermawati.

Saat ditemui, Hermawati menceritakan, Istri terlapor Sofyan bernama Dewi yang juga turut ikut menanda tangani surat tanah palsu tersebut berkelit-kelit tentang keberadaan sang suaminya, Sofyan.

” Dia sempat mengatakan telah bercerai sejak 1 tahun yang lalu dan setelah dibawa bukti-bukti surat, dia mulai mengakui ikut menanda tangani surat tanah palsu itu,” bebernya.

Hermawati yang datang bersama anaknya, meminta pertanggung jawaban kepada Dewi atas perbuatan Sofyan yang merupakan suaminya, tetapi Dewi tidak bisa menjawab.

” Seharusnya pihak kepolisian dapat bisa bertindak tegas sesuai prosedur, keberadaan rumah Sofyan dan Dewi pun sudah kami beritahu, tapi sudah 2 tahun laporan kami hanya berjalan ditempat,” cetusnya.

Kini Hermawati bersama keluarga mengaku sudah pasrah dan lelah tidak tahu mau kemana lagi melapor kasus tersebut kepada siapa.

” Saya tidak tahu lagi mau kemana bang, semogalah Kapolda Sumut mendengarkan keluhan saya ini. Karena Kasus ini sudah 2 tahun berjalan,” tutupnya.

Diketahui, Alm. Muhammad Nur Hairullah membeli sebidang tanah berukuran lebih kurang 100 meter x 61 meter senilai Rp 200 juta rupiah dari Sofyan Hasibuan pada 10 Maret 2020 dan terletak di Jalan Danau Makalona, Lingkungan X, Kekurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Sumatera Utara. (aSp)​

Medanoke.com- Medan, Para Pedagang Pasar Induk Laucih, Kecanatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara mengapresiasi kinerja PUD Pasar Kota Medan yang terus berbenah secara rutin dan telah melakukan aksi kebersihan (14/3/22)
 
Seorang pedagang Boru Ginting menyatakan, “Pedagang mengucapkan terimakasih kepada Pemko Medan melalui PD Pasar yang secara rutin melakukan aksi kebersihan dan membenahi fasilitas lainnya seperti pemasangan kabel listrik baru mengganti kabel yang sudah rusak sehingga suasana malam hari menjadi terang, ” ujar pedagang buah di Pasar Laucih, Pasar Induk terbesar di Kota Medan.
 
 
Menurut pedagang aksi gotong royong dan pengorekan parit yang dilaksanakan secara bertahap, telah melancarkan drainase sehingga tidak ada genangan air lagi dikala hujan. Hal ini dibenarkan oleh pedagang lainnya.
 
Selain menormalisasikan drainase, PUD Pasar Medan juga memereskan kabel kabel listrik dan memperbaiki lampu sehingga pencahayaan semakin terang. 
 
Berbagai perbaikan dan pembersihan ini dilakukan atas Instruksi Suwarno, Direksi PUD Pasar Medan dan Kepala Cabang II, W Zaki yang membawahi  beberapa pasar termasuk Pasar Induk Laucih.
 
” Pekerjaan dan perbaikan dilakukan secara bertahap karena areal Pasar Induk yang terbilang cukup luas. Sedang pengorekan parit terlebih dahulu menggeser bantalan parit sehingga lebih mudah mengangkat dan mengorek sampahnya ,” ungkap W Zaki
 
Seorang pengunjung, Bungaria mengaku, saat ini berbelanja di Pasar Induk lebih aman dan nyaman, serta terang benderang, kalau hujan tidak becek,” ungkap Bungaria yang sehari hari mengelola kantin dikawasan Medan Johor.
 
Berbagai perbaikan dan pembenahan fasilitas ini berdampak dengan semakin ramainya para pengujung yang berbelanja di Pasar Induk Laucih Tuntungan Medan.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Kejaksaan Negeri Medan melaui JPU nya   melimpahkan berkas dugaan korupsi pengadaan HT (Handy Talky) di Kantor Sandi Daerah Kota Medan, tahun anggaran 2014, ke Pengadilan Tipikor, pada Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/3/2022),
 
Diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teuku Rahmatsyah melalui Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata, “Tim JPU tinggal menunggu informasi lanjutan dari pengadilan mengenai jadwal sidangnya,” ujar Bondan Subrata.
 
Untuk sementara, A Guntur Siregar, mantan Kepala Kantor (Kakan) Sandi Daerah Kota Medan sebagai Pengguna Anggaran (PA) yang merangkap sebagai Pelaksana Tugas Pejabat Pembuat Komitmen (Plt PPK) dan Asber Silitonga, Direktur PT Asrijes sebagai rekanan pengadaan ‘handy talky’ (HT) merek Motorola Tipe GP328 sebanyak 2001 unit, akan diseret ke meja hijau untuk dimintai pertangung jawabanya.
 
Perkara ini berawal saat kantor Sandi Daerah Kota Medan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7.163.580.000, untuk pengadaan HT yang dimaksud.
Asber Silitonga selaku peyedia barang dan jasa pads tertanggal 13 November 2014 mengajukan surat permohonan pembayaran uang muka kepada A Guntur Siregar selaku pengguna anggaran dan kemudian mengajukan pembayaran uang muka ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Medan. disetujui pencairan dana sebesar Rp1.423.561.400. (20%  nilai kontrak).
 
Ternyata barang yang disediakan (HT) tidak sesuai dengan spesifikasi seperti yang tertera dalam perjanjian kontrak.
 
Akibat perbuatan kedua calon terdakwa,  negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp1.274.734.526 (berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) & Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provsu.
Keduanya diancam telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah perubahan dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHPidana.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Usai dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan di kota Medan sejak kemarin, warga mulai disibukan dengan berbenah, terutama membersihkan lumpur kotoran sisa air banjir.

Terlihat warga di Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Selasa (01/03/2022), mulai membersihkan sisa endapan lumpur yang tergerus air banjir.

Banjir yang merendam sedikitnya 9 kecamatan kota Medan terjadi pada Minggu malam, (27/02) Kemarin.

Warga bernama Iwan mengatakan Sebelumnya, rumah yang dihuninya terendam banjir mencapai sepingang orang dewasa atau 1 Meter lebih.

” Hari ini kami sudah bisa membersihkan rumah dan menyusun perabotan rumah kembali setelah berantakan kena banjir bang”, katanya.

Sementara itu, dilokasi yang berbeda, di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, warga terlihat mengepel lantai rumah yang kotor terendam air banjir.

Warga Lorong 20, Lingkungan 15, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Bella, menuturkan air banjir mulai surut total Selasa Pagi.

” Ini sudah mulai bisa kami membersikan perabotan yang terkena banjir bang. Baru tadi pagi surut banjirnya bang”, ungkapnya.

Bela menerangkan, akibat banjir merendam rumah yang dihuninya, dirinya harus mengiklaskan barang perabotan rumah terendam banjir.

” Springbad aja yang terendam bang, soalnya besar, gak tau mau dipindahkan kemana. Perabotan lainya yang kecil-kecil bisa diatas meja”, terangnya.

Ia merasa berayukur, rumah yang dihuninya berlantai 2. Saat banjir merendam rumahnya, ia bersama keluarganya mengungsi ke langai 2.

” Untung rumahnya tingkat, bisa mengungsi keatas bang. Ketinggian air mencapai hampir 1 meter bang”, jelasnya.

Bela menyebutkan, lorong 20 pernah terjadi banjir, namun banjir yang terjadi pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

” Ini udah yang kedua kalinya bang. Ini banjir yang paling besar. Tidak biasanya air sampai ke tangga rumah bang”, bebernya.(aSp)

APH dan APIP Jalin Kerjasama Bangun Sinergi Berantas Korupsi

Medanoke.com – Medan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan untuk membangun sinergi antara aparat penegak hukum (APH) dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam membangun kesamaan persepsi penegakan hukum di Sumatera Utara. Kegiatan rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi di wilayah Sumatera Utara yang digelar KPK ini dilaksanakan di Aula Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, (22/2/2022).

Kegiatan serupa juga sudah pernah digelar di Mapolda Sumut. Wakil Ketua KPK RI Alexander Marwata didampingi Kajati Sumut IBN Wiswantanu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Inspektorat Pemprov Sumut Lasro Marbun serta perwakilan dari BPKP dan Pengadilan Tinggi Medan dalam konfrensi pers menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di Sumatera Utara.

“Tujuan diadakannya pertemuan ini adalah untuk  menyamakan persepsi antar aparat penegak hukum dengan APIP khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi,” kata Alexander Marwata.

Sekarang saatnya, lanjut Marwata antara APH dan APIP saling berkoordinasi dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam upaya penegakan tindak pidana korupsi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara IBN Wiswantanu dalam sambutannya menyampaikan bahwa bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejati Sumut sepanjang tahun 2021 kemarin berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp1,4 triliun dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp169 miliar.

“Dari fungsi Bidang Datun sebagai JPN itu berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara melalui litigasi sebanyak Rp 52.530.663.612 dan melalui non-litigasi sebanyak Rp 28.570.000.000. Kemudian menjalankan fungsi pemberian pendapat hukum untuk kegiatan senilai Rp 1.442.953.454.000. Melakukan pemulihan keuangan negara melalui fungsi bantuan hukum non litigasi sebanyak Rp 261.323.342.974,” papar Kajati Sumut.

Upaya-upaya yang dilakukan Kejati Sumut dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dan upaya penyelamatan aset BUMN/BUMD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut IBN Wiswantanu Kejati Sumut telah membuka Adhyaksa Corner di Kantor Gubsu dan Adhyaksa Estate di PTPN 3.

“Dalam penanganan dugaan tindak pidana korupsi, pentingnya APH dan APIP saling berkoordinasi. Dengan koordinasi akan tercipta sinergitas dan penguatan aparat penegak hukum,” kata IBN Wiswantanu.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dalam kesempatan rapat menyampaikan agar kegiatan pemberantasan korupsi yang dilaksanakan dapat memberikan dampak yang baik dan efek jera bagi para pelaku tindak pidana korupsi.

Kegiatan rapat koordinasi yang digelar KPK di Aula Kejati Sumut juga diikuti para Kajari, Kapolres, Inspektorat serta APIP lainnya lewat zoom meeting. Dengan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan, acara di Kejati Sumut juga diikuti peserta terbatas.(Mo)

Medanoke.com- Medan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT. Bahrumsyah, S.H., M.H., menghadiri acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-55 Tingkat Kota Medan Tahun 2022 di Gedung OB Sya’af Lantamal I, Jalan Serma Hanafiah Nomor 1 Kecamatan Medan Belawan, Jumat (18/02/2022).
 
MTQ Ke-55 ini dibuka langsung oleh Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., yang diawali dengan pemukulan beduk tanda dimulainya MTQ Ke-55 Tingkat Kota Medan Tahun 2022.
 
Pembukaan MTQ Ke-55 Tahun 2022 juga ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, S.E., Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, M.M., unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya, Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Johanes Djanarko Wibowo, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat, Kakan Kemenang Kota Medan, Impun Siregar, Ketua LPTQ Kota Medan, Palid Muda Harahap, serta para pemimpin tinggi lainnya.
 
Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengatakan agar MTQ ke-55 Tingkat Kota Medan ini dapat melahirkan Qori dan Qoriah yang berkualitas yang mampu membawa nama harum Kota Medan ke ajang MTQ yang lebih tinggi lagi tingkatannya.
 
“Pesan ini selalu saya sampaikan agar para Pengawas dan Hakim dapat berlaku jujur dan adil dalam memberikan nilai kepada para peserta sehingga nantinya akan muncul Qori dan Qoriah kota Medan yang berkualitas,” kata Bobby Nasution.
 
Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT. Bahrumsyah, S.H.,M.H., berharap kegiatan MTQ yang dilaksanakan ini dapat mewarnai wajah umat islam yang damai dan dapat membumikan Al-Qur’an.
 
“MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat tidak hanya meningkatkan dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya saja, namun kegiatan ini harus dapat mewarnai wajah umat islam yang damai di Kota Medan, dan harus mampu membumikan Al-Qur’an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dapat dipahami dan dilaksanakan umat islam”, kata Bahrumsyah.(aSp)

Medanoke.com – Medan, Pembangunan tembok dan gapura yang berada di Jalan Pembangunan, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, menjadi sorotan warga. Pasalnya, desain dari perumahan tersebut diketahui sudah menyalahi Perwal No 16 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Kota Medan No.5 Tahun 2012, Tentang Retribusi Mendirikan Bangunan, termasuk juga ketinggian tembok yang melebihi batas ketinggian yakni 1,5 meter.

Salah seorang warga lingkungan VII, Budi Lubis yang rumahnya dengan perumahan tersebut mengatakan, jika bangunan tembok diketahui memiliki ketinggian menyalahi Perwal No.16 Tahun 2021 Pasal 17. Ketika dikonfirmasi mengenai dampak pembangunan tembok yang melebihi aturan, Budi malah mengaku sudah berulangkali menyuarakan,  “Gimana lagi pak,  capek dilaporkan 2 bulan, rdp suara sampek serak suara tidak ada tanggapan. Komisi 4 datang atau tidak juga tidak tahu. Tidak keberatan atas tembok sesuai peraturan yang ada itu berarti kalau pkppr monitor dan hasilnya benar atau salah. Atau ada pelanggaran peraturan yang ada ya silahkan tindak,” ungkap Budi melalui pesan WA, Jumat (18/2/22). Budi berharap Muspika, Satpol PP dan Dinas PKPPR kota Medan tidak tutup mata terhadap permasalahan tersebut.

Sementara itu, sekretaris  Komisi 4 DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu, SH.MH ketika diminta tanggapannya terkait hal itu mengatakan saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu di ruabg Komisi 4, Burhanuddin mengatakan jika izin bangunan dengan izin mendirikan tembok atau gapura terpisah. “Kita mau mempertanyakan Plank IMB yang informasinya telah dipampangkan oleh pengembang di depan Gapura perumahan apakah plank mendirikan bangunan (Perumahan) atau plank pendirian tembok atau gapura pada perumahan tersebut. Jangan sampai ada pembodohan masyarakat atas keberadaan Plank.IMB tersebut,” ujar wakil rakyat dari Partai Demokrat Kota Medan ini.

Burhanuddin  juga menyatakan jika proses pengurusan izin mendirikan bangunan itu sebelumnya harus melalui proses tahapan yang sudah di tentukan apalagi yang dibangun adalah perumahan yang berjumlah puluhan, ” Harus ada izin AMDAL  (Analisis Dampak Lingkungan) dan harus sempadan bangunan dengan Jalan. apalagi kita ketahui bahwa ditempat itu akan dibangun sebanyak 44 pintu rumah yang dimohonkan meskipun kabar yang kami dapat lagi hanya 36 pintu,” ungkapnya.

Komisi 4 DPRD Medan secepatnya akan memanggil pemilik bangunan dan akan meninjau langsung lokasi bangunan, dengan meminta dinas perizinan untuk membawa desain bangunan yang diajukan oleh pihak developer. (aSp)

Bobby Ungkap Tiga Penyebab Medan Kembali PPKM Level 3

Medanoke.com – Medan, Saat ini Medan kembali berstatus PPKM Level 3, Wali Kota Bobby Nasution mengatakan tiga hal yang menyebabkan Medan kembali masuk ke status tersebut.

“Medan kembali ke level 3 setelah beberapa bulan terakhir ada di level 1. Per hari ini, keluar dari Inmendagri bahwa Medan masuk ke level 3 ada tiga poin data yang disampaikan,” Papar Bobby, Selasa (15/2/2022).

Dijelaskan Bobby, dalam intrusksi Mendagri No 11/2022 pada 14 Februari 2022, faktor pertama adalah karena terjadi penambahan kasus melebihi batas dari level 1 dan 2.

Tidak hanya itu, dilihat juga dari tingkat keterisian rumah sakit (Bed Occupancy Rate/Bor) di Kota Medan mengalami kenaikan hingga 22 persen.

“Rata-rata per hari itu terkonfirmasi positif sudah di atas 300 dari beberapa hari kemarin. Berikutnya keterisian rumah sakit, BOR kita meningkat sampai hari ini ada 22 persen,” terang Bobby.

Hal terakhir yang masih menjadi perhatian pemerintah pusat adalah tingkat kematian karena Covid 19 yang kini ada empat kasus.

“Tetap menjadi perhatian itu adalah tingkat kematian. Sampai hari ini ada 4 kasus kematian.Penambahan paling banyak terjadi itu kemarin tiga kasus kematian dalam satu hari yang sebelumnya Medan tingkat kematiannya masih di angka satu,” ujar Bobby.

Meski rendah, namun Bobby enggan menganggap sepele,”Memang kalau secara persentase termasuk rendah. Meski begitu, secara angka empat adalah nyawa manusia yang masyarakat kami yang perlu kita perhatikan ke depannya jangan sampai bertambah lagi,” tegas Bobby.(Mo)

13 Sekolah Tutup di Medan

Medanoke.com – Medan, Lonjakan kasus Covid 19 di Sumut mulai kembali merebak, tiga belas sekolah di Sumut tutup. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali digelar Pemerintah untuk mengantisipasi penularan lebih besar.

Tiga Belas sekolah tersebut yakni tiga Sekolah Dasar, dua Sekolah Madrasah Aliyah Negeri dan Lima Sekolah Menengah Atas (SMA).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Lasro Marbun, membenarkan kasus tersebut,Senin (14/2/2022).

Ia membenarkan lonjakan murid terpapar Covid 19 banyak terjadi di Kota Medan di 13 Sekolah baik SD, SMP dan SMA, sehingga melaksanakan PJJ.

Berikut data 13 Sekolah tutup di Medan :
1.MAN 1 Medan Jalan Willem Iskandar
2.MAN 2 Medan Jalan Willem Iskandar
3.MTS Guppi Jalan Medan Amplas,
4.SDN 060837 Jalan Sei Deli,
5.Sekolah Santo Thomas 1 Kecamatan Medan Petisah dan
6.Yayasan Assisi Kecamatan Medan Tuntungan.
7.SDN 060893 Jalan Darussalam,
8.Sekolah Santa Thomas 2 Jalan S Parman,
9.SMAN 1 Medan
10.SMAN 2 Kecamatan Polonia,
11.SMAN 3 Kecamatan Medan Berat,
12.SMAN 4 Kec Medan Petisah dan
13.SMAN 5 Kecamatan Medan Kota.

Untuk sekolah yang terpapar, Lasro Marbun menjelaskan jika pihak mereka sudah melakukan koordinasi secara Virtual dalam rapat yang digelar untuk penanganan serius Covid 19.

“Sekolah tingkat SMA sudah kita adakan rapat virtual terkait penanganan Covid-19 dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh untuk sekolah yang terpapar Covid-19,” ucapnya.

Meski belasan sekolah di Kota Medan sudah terpapar Covid 19. Pihaknya mengaku masih mengikuti peraturan dari SKB 4 Menteri dan 10 aturan dari Surat Edaran Gubernur Sumut. Sehingga pihaknya masih belum menutup seluruh sekolah dan melakukan pembelajaran daring.

“Apabila ada arahan dari Kementerian atau Gubernur maka pastinya akan kita ikuti sesuai aturan tersebut,” tegasnya.

Terkait ini pun Lasro meminta agar masyarakat dan pihak sekolah pun memberikan laporan kepada pihaknya jika ada info Covid 19.

“Jika ada temuan kasus Covid-19 di sekolah jangan ada ditutupi segera diberi tahu lapor ke Disdik atau Satgas kecamatan apabila ada yang terpapar,” tegas Lasro.(Red)

            

Medanoke.com- Medan, Riuh musik party di Dhops The Baristro mendadak terhenti menyusul puluhan massa menggeruduk bar di Jalan Multatuli, Medan, itu jelang Kamis dinihari (03/02/2022) tadi. Kericuhan pun terjadi antara pihak pengelola (manajemen) tempat hiburan itu dengan rombongan massa yang datang bersama tim aparat kelurahan.                                                  

Peristiwa berawal dari beredarnya laporan warga sekitar bar itu. Ceritanya, jam operasional bar live music itu dibilang menabrak aturan Wali Kota Medan di masa PPKM Level II. Saat virus Covid  varian Omicron kian mengganas, Dhops yang tampak selalu ramai pengunjung  tetap riuh hingga tengah malam.

Laporan miring itu menjalar liar dan pada Rabu (02/02/2022) siang, laporan itu masuk ke pesan WhatsApp Plt Camat Medan Maimun, Andi Mario Siregar. Malamnya, laporan senada soal D’hops yang disebutsebut menabrak aturan jam tutup juga protokol Covid- kembali diterima via seluler oleh Camat yang juga Kabag Tapem ini -pun bereaksi dan meneruskan laporan masyarakat tersebut ke jajarannya.  Jelang dini hari tadi, Asril Muslim, Lurah Hamdan yang menaungi lokasi bar Dhops, datang ke tempat ajeb-ajeb itu. Bersamanya turut pula puluhan aparat dari kelurahan dengan beratribut lengkap.                        

Info dihimpun MEDANOKE dari lokasi peristiwa menyebut, kericuhan pecah saat Lurah Asril bersitegang dengan Rangga, yang diketahui sebagai manajer Dhops. Asril dan rombongan aparatur kelurahan dihadang saat berusaha masuk. Di sinilah kepanikan massal mulai terjadi.                                                Alunan musik mendadak berhenti.  puluhan pengunjung bar jadi tegang. Sebahagian bahkan terbirit birit keluar dari Tempat hiburan malam tersebut. Wajah mereka tampak ketakutan. Apalagi, menit berikutnya, massa berkendara puluhan motor datang, turut menggeruduk bar. Mereka datang sambil meneriakkan yel-yel slogan sebuah Ormas. Kehadiran massa itu mengundang puluhan warga sekitar heboh berdatangan. para pengendara yang melintas pun mendadak berhenti dan menonton peristiwa itu.           
Alhasil, seratusan orang seketika tumpah ruah hingga ke badan jalan depan Dhops. “Tempat ini sudah melawan kebijakan Wali Kota Bobby,” teriak massa, berulang kali  “Panggil Satgas Covid 19, malam ini juga segel tempat ini,” teriak beberapa yang lain. Melihat massa kian berjubel, pihak D’hops akhirnya melunak. Sekira pukul 00.25 WIB, Lurah Asril diijinkan masuk ke bar. Begitu juga sejumlah anak buahnya. Mereka menggelar pertemuan tertutup dengan Rangga, manajer Dhops.                                              Sekitar setengah jam di dalam Dhops, lurah dan timnya keluar. Massa yang meluber di halaman Dhops dan badan jalan lalu diimbau bubar. Belum diketahui apa hasil pertemuan itu. Tapi hingga jelang Subuh tadi, sejumlah aparat keamanan dan kelurahan tampak masih berjaga di kawasan tempat hiburan itu.                                                 

Sementara itu, meski Dhops tak nampak disegel, Camat Andi Mario menyebut pihaknya telah menutup tempat ajojing malam itu. “Sesuai arahan dari Bapak Wali Kota Medan,” tulisnya lewat pesan WhatsApp pada wartawan media ini. Dia belum menjelaskan soal masa sanksi penutupan itu.                                        Dhops The Baristro  adalah tempat clubbing berkonsep bar and resto. Tempat ini dilengkapi karaoke. Juga lounge live music dan dijey. Dhops terbilang pendatang baru dalam kancah bisnis hiburan malam di Medan. walaupun baru, lokasi ini diketahui berulang kali dirazia tim Satgas Covid 19 karena kerap tak mengindahkan aturan pemerintah.

Tak hanya rentan akan adanya penyebaran virus Corona, kehadiran Dhops juga dituding menjadi biang sebuah aksi  kriminalitas. Setidaknya demikian laporan Mur (32), warga yang tinggal dekat Dhops.                                 
“Sekitar sebulan lalu, beberapa pengunjung di situ keluar, mabuk dan memukuli seorang anak di sini. Anak itu dikeroyok. Kami kasihan melihatnya. Itu terjadi di depan Dhops,” kata Mur, minta namanya disingkat.  “Dan kejadian itu tak sampai ke kantor polisi, karena pengobatan korban ditanggung hingga sembuh” sambungnya.     Mur bersama sejumlah tetangganya mengaku resah dengan aktifitas malam Dhops.  Hingga kemarin (03/02/2022), kebenaran laporannya belum terkonfirmasi ke pihak Dhops. (afm)

Medanoke.com – Medan, Tingkat okupansi hotel di Sumatera Utara, khususnya kawasan wisata Prapat dan Berastagi, mencapai 80 persen saat perayaan Imlek 2022. Demikian kata Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Sumatera Utara, Denny S Wardhana.

“Sementara itu, dan (okupansi) itu untuk (hari) Selasa (01/02/2022), Rabu (02/02/2022), dan Kamis (03/02/2022). Sementara untuk hotel di Kota Medan tingkat okupansi mencapai 50 persen,” kata Denny, via sambungan telepon WhatsApp, Rabu (02/02/2022).

Menurut dia, tamu hotel selama tiga hari itu didominasi oleh keluarga yang datang dari pelbagai kota di Sumatera Utara.

Sebelumnya, di awal pembuka tahun ini, Denny sedikit cerita soal kondisi bisnis hotel di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan yang mengalami dampak dari kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat) level IV.

“Selama Januari (2022) ini kondisi kita turun 50 persen, soalnya acara-acara (semacam seminar) kan banyak datang dari pemerintah. Jadi sampai bulan ini belum ada (bokingan acara di hotel), lihat sepi kan. Tapi kondisi lebih parah terjadi pada PPKM level IV (tempo hari),” tandasnya. (afm)

Ayah Korban Shok Tahu Putranya Tewas

Medanoke.com – Medan, Panik dan terlihat pucat pasih tergambar dari rona raut wajah Aswin ayah almarhum Dimas Ihsan (23), Warga Jalan Antariksa, Kecamatan Medan Polonia.

Aswin saat itu mengenakan kaos hitam, ditemui tim Media medanoke.com di Rumah Sakit Mitra Sejati. Ia tampak tertunduk saat mendengarkan polisi menjelaskan kondisi putranya.

“Awalnya pergi kondisi baik aja kok tiba-tiba dikabarkan sama ibunya kecelakaan dibawa ke RS Mitra Sejati. Pas udah dilokasi udah nggak ada anaknya (meninggal,red),”ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ayah korban menngenang peristiwa sebelum putranya mengalami kecelakaan naas tersebut.
“Dia dari rumah izinya mau beli makanan kucing. Kondisi korban baik-baik saja pas pergi,”ujar kenang sang ayah.

Sayangnya meski mengaku sudah mengetahui kondisi putranya yang tewas dalam kondisi bersimbah darah. Ia tak tahu siapa pelaku dan kendaraan yang merengut nyawa anak lelakinya. Meski sudah berbicara dengan kerabat pelaku.

“Itu ada yang mengaku putrinya,” menunjuk seorang wanita mengenakan jilbab biru. Namun, pelaku tidak terlihat di RS tersebut.

Ketika tim medanoke.com mendekati kerabat pelaku, ia langsung menolak di wawancarai,”Aduh dari media ya nggak ya,”ketusnya. Sementara polisi yang sebelumnya bersama Ayah korban, pergi meninggalkan korban dan enggan untuk dimintai keterangan.(tim)

Medanoke.com, pelaku tabrakan beruntun
Medanoke.com – pelaku tabrakan beruntun histeris.(tim)