ramadhan

Medanoke.com- Jakarta, Jaksa Agung RI Burhanuddin beserta jajaran mengikuti Shalat Idul Fitri yang dipimpin oleh Dr. KH. Fuad Thohari M.A. bertempat di lapangan Kantor Kejaksaan Agung Jalan Hasanudin Nomor 1(satu) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (2/5/22)

Dalam khotbahnya, Dr. KH. Fuad Thohari M.A menyampaikan bahwa setelah menjalani puasa Ramadhan selama 1 (satu) bulan, diharapkan setiap orang kembali mendapatkan fitrah (kesucian) laksana bayi yang baru dilahirkan ibunya, serta kesucian dan fitrah diri ini diharapkan dapat memancarkan aura positif, perasaan, pikiran, sikap dan tindakan yang bersih dalam berbagai segi kehidupan.

Selama 2 (dua) tahun, seluruh warga Indonesia tidak dapat melaksanakan silaturahmi, shalat berjamaah akibat pandemi Covid-19. Selain itu pula, warga Indonesia telah terdampak krisis multi dimensi mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial dan politik.

Namun semua hal tersebut dapat dilalui secara damai hingga akhirnya pada hari ini, seluruh umat Muslim dapat melangsungkan Shalat Idul Fitri bersama-sama, dan tentunya berharap agar pandemi ini segera menjadi endemi serta kondisi dapat kembali seperti sediakala.

Salah satu misi utama diutusnya Rasulullah Nabi Muhammad SAW sebagai penyampai wahyu Allah di bumi dan untuk menyebarkan rasa kasih sayang, kerukunan dan kedamaian bagi seluruh umat di dunia.

Suasana damai itu tidak hanya terhadap sesama manusia tetapi juga terhadap ciptaan Allah lainnya seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, bumi dan sebagainya.

Misi perdamaian ajaran Islam juga tercermin dari kata Islam secara harfiah (literasi) berarti selamat, sejahtera, aman, dan damai.

Dalam perayaan Idul Fitri guna mendapatkan fitrah dan kesucian, hendaknya seluruh umat dapat saling memaafkan dimana jangan sampai mendiamkan seseorang lebih dari 3 (tiga) hari, menjalin silaturahmi dengan keluarga, guru, kerabat kerja, dan kerabat dekat, serta janganlah merayakan Idul Fitri dengan cara haram dan dimurka oleh Allah.

Shalat Idul Fitri 1443 Hijriah Kejaksaan Agung ini berlangsung secara khusyuk dan khidma, setelah menerapkan protokol kesehatan. (aSp)