kota medan

Medanoke.com- Medan, Para Pedagang Pasar Induk Laucih, Kecanatan Medan Tuntungan, Medan, Sumatera Utara mengapresiasi kinerja PUD Pasar Kota Medan yang terus berbenah secara rutin dan telah melakukan aksi kebersihan (14/3/22)
 
Seorang pedagang Boru Ginting menyatakan, “Pedagang mengucapkan terimakasih kepada Pemko Medan melalui PD Pasar yang secara rutin melakukan aksi kebersihan dan membenahi fasilitas lainnya seperti pemasangan kabel listrik baru mengganti kabel yang sudah rusak sehingga suasana malam hari menjadi terang, ” ujar pedagang buah di Pasar Laucih, Pasar Induk terbesar di Kota Medan.
 
 
Menurut pedagang aksi gotong royong dan pengorekan parit yang dilaksanakan secara bertahap, telah melancarkan drainase sehingga tidak ada genangan air lagi dikala hujan. Hal ini dibenarkan oleh pedagang lainnya.
 
Selain menormalisasikan drainase, PUD Pasar Medan juga memereskan kabel kabel listrik dan memperbaiki lampu sehingga pencahayaan semakin terang. 
 
Berbagai perbaikan dan pembersihan ini dilakukan atas Instruksi Suwarno, Direksi PUD Pasar Medan dan Kepala Cabang II, W Zaki yang membawahi  beberapa pasar termasuk Pasar Induk Laucih.
 
” Pekerjaan dan perbaikan dilakukan secara bertahap karena areal Pasar Induk yang terbilang cukup luas. Sedang pengorekan parit terlebih dahulu menggeser bantalan parit sehingga lebih mudah mengangkat dan mengorek sampahnya ,” ungkap W Zaki
 
Seorang pengunjung, Bungaria mengaku, saat ini berbelanja di Pasar Induk lebih aman dan nyaman, serta terang benderang, kalau hujan tidak becek,” ungkap Bungaria yang sehari hari mengelola kantin dikawasan Medan Johor.
 
Berbagai perbaikan dan pembenahan fasilitas ini berdampak dengan semakin ramainya para pengujung yang berbelanja di Pasar Induk Laucih Tuntungan Medan.(aSp)

Medanoke.com-Medan, Musyawarah Olahraga KECAMATAN MEDAN MAIMUN kembali menetapkan SAFARI RAMADHAN sebagai Ketua KONI KECAMATAN MEDAN MAIMUN untuk periode 2022-2024 yang digelar di AULA KANTOR CAMAT KECAMATAN MEDAN MAIMUN JL.MELATI NO,1 KELURAHAN HAMDAN, KECAMATAN MEDAN MAIMUN , Minggu (13/3/2022) siang.
Dalam Musyawarah Olahraga KECAMATAN MEDAN MAIMUN ini hanya mencalonkan satu nama yakni SAFARI RAMADHAN KETUA KONI KECAMATAN MEDAN MAIMUN tahun 2020-2022 yang terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2022-2024.
 
Musyawarah Olahraga KECAMATAN MEDAN MAIMUN dihadiri KETUA KONI MEDAN di wakili, SUYANTO HASIBUAN, SEKRETARIS KECAMATAN MEDAN MAIMUN, M FAISAL TANJUNG S.STP,M.SI, KETUA KNPI MEDAN MAIMUN, YAHDI SABIL, WAKIL KETUA PAC PEMUDA PANCASILA MEDAN MAIMUN, ABDUL RAHMAN/AMAN, KETUA KARANG TARUNA MEDAN MAIMUN GUNTUR LUBIS DAN TOKOH PEMUDA KECAMATAN MEDAN MAIMUN, serta Ketua Koni se-Kecamatan Kota Medan, untuk mendukung dan mempersiapkan atlit atlit Medan Maimun yang berprestasi untuk mengikuti ajang perlombaan di kedepan harinya nanti.
 
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan & mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestasi setiap anggota di Indonesia.
 
“Maka dari itu ketua koni terpilih kembali kecamatan medan maimun SAFARI RAMADHAN berharap kedepan hari akan ada pemuda di kecamatan medan maimun yg menjadi atlit dari kecamatan medan maimun, dapat hadir di sini toko-toko pemuda dari toko-toko pemuda ini yg ada d kecamatan medan maimun akan berkolaborasi dengan koni kecamatan Medan Maimun” ucap Safari Ramadhan.(f)

Medanoke.com – Medan, Pengerjaan proyek pembangunan pembatas jalan (Trotoar) Jalan Wahidin – AR Hakim, sampai persimpangan Jalan Aksara, terkesan dikerjakan asal asalan (asal jadi). Selain itu, diduga kuat proyek yang menelan anggaran hingga Rp 3,7 Milyar tersebut terbengkalai.
 
Anehnya lagi, berdasarkan informasi yang diperoleh awak media,  dana proyek  yang digarap oleh Dinas PU Kota Medan ini diambil dari APBD Kota Medan  pada tahun 2021, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 3,6 Milyar, tersebut, baru saja dilaksanakan pada ini (2022).
 
Berdasarkan pantauan dilapangan, trotoar tersebut dibiarkan dengan kondisi  pinggirannya  saja yang dikerjakan. pada bagiaan badan trotoar sekedar ditimbun dengan pecahan batu bekas matrial. selain itu, sepanjang trotoar masih banyak yang berlubang.
 
Berdasarkan keterangan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Medan yang menangani proyek tersebut, Ida Siti Masnur menyebutkan, pihaknya hanya mengerjakan sisi kiri dan kanan trotoar saja. Sedangkan untuk tengah trotoar dikerjakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Namun hal ini dibantah oleh pihak Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Kota Medan, DKP Medan menyangkal turut ambil andil dalam pengerjaan proyek trotoar tersebut.(aSp)
 
 
 

Medanoke.com- Medan, Kejaksaan Negeri Medan melaui JPU nya   melimpahkan berkas dugaan korupsi pengadaan HT (Handy Talky) di Kantor Sandi Daerah Kota Medan, tahun anggaran 2014, ke Pengadilan Tipikor, pada Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/3/2022),
 
Diungkapkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teuku Rahmatsyah melalui Kepala Seksi Intelijen Bondan Subrata, “Tim JPU tinggal menunggu informasi lanjutan dari pengadilan mengenai jadwal sidangnya,” ujar Bondan Subrata.
 
Untuk sementara, A Guntur Siregar, mantan Kepala Kantor (Kakan) Sandi Daerah Kota Medan sebagai Pengguna Anggaran (PA) yang merangkap sebagai Pelaksana Tugas Pejabat Pembuat Komitmen (Plt PPK) dan Asber Silitonga, Direktur PT Asrijes sebagai rekanan pengadaan ‘handy talky’ (HT) merek Motorola Tipe GP328 sebanyak 2001 unit, akan diseret ke meja hijau untuk dimintai pertangung jawabanya.
 
Perkara ini berawal saat kantor Sandi Daerah Kota Medan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7.163.580.000, untuk pengadaan HT yang dimaksud.
Asber Silitonga selaku peyedia barang dan jasa pads tertanggal 13 November 2014 mengajukan surat permohonan pembayaran uang muka kepada A Guntur Siregar selaku pengguna anggaran dan kemudian mengajukan pembayaran uang muka ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Medan. disetujui pencairan dana sebesar Rp1.423.561.400. (20%  nilai kontrak).
 
Ternyata barang yang disediakan (HT) tidak sesuai dengan spesifikasi seperti yang tertera dalam perjanjian kontrak.
 
Akibat perbuatan kedua calon terdakwa,  negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp1.274.734.526 (berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) & Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provsu.
Keduanya diancam telah melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah perubahan dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHPidana.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Usai dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan di kota Medan sejak kemarin, warga mulai disibukan dengan berbenah, terutama membersihkan lumpur kotoran sisa air banjir.

Terlihat warga di Jalan Bajak III, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, Selasa (01/03/2022), mulai membersihkan sisa endapan lumpur yang tergerus air banjir.

Banjir yang merendam sedikitnya 9 kecamatan kota Medan terjadi pada Minggu malam, (27/02) Kemarin.

Warga bernama Iwan mengatakan Sebelumnya, rumah yang dihuninya terendam banjir mencapai sepingang orang dewasa atau 1 Meter lebih.

” Hari ini kami sudah bisa membersihkan rumah dan menyusun perabotan rumah kembali setelah berantakan kena banjir bang”, katanya.

Sementara itu, dilokasi yang berbeda, di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, warga terlihat mengepel lantai rumah yang kotor terendam air banjir.

Warga Lorong 20, Lingkungan 15, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Bella, menuturkan air banjir mulai surut total Selasa Pagi.

” Ini sudah mulai bisa kami membersikan perabotan yang terkena banjir bang. Baru tadi pagi surut banjirnya bang”, ungkapnya.

Bela menerangkan, akibat banjir merendam rumah yang dihuninya, dirinya harus mengiklaskan barang perabotan rumah terendam banjir.

” Springbad aja yang terendam bang, soalnya besar, gak tau mau dipindahkan kemana. Perabotan lainya yang kecil-kecil bisa diatas meja”, terangnya.

Ia merasa berayukur, rumah yang dihuninya berlantai 2. Saat banjir merendam rumahnya, ia bersama keluarganya mengungsi ke langai 2.

” Untung rumahnya tingkat, bisa mengungsi keatas bang. Ketinggian air mencapai hampir 1 meter bang”, jelasnya.

Bela menyebutkan, lorong 20 pernah terjadi banjir, namun banjir yang terjadi pada tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

” Ini udah yang kedua kalinya bang. Ini banjir yang paling besar. Tidak biasanya air sampai ke tangga rumah bang”, bebernya.(aSp)

Medanoke.com- Medan, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT. Bahrumsyah, S.H., M.H., menghadiri acara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-55 Tingkat Kota Medan Tahun 2022 di Gedung OB Sya’af Lantamal I, Jalan Serma Hanafiah Nomor 1 Kecamatan Medan Belawan, Jumat (18/02/2022).
 
MTQ Ke-55 ini dibuka langsung oleh Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., yang diawali dengan pemukulan beduk tanda dimulainya MTQ Ke-55 Tingkat Kota Medan Tahun 2022.
 
Pembukaan MTQ Ke-55 Tahun 2022 juga ini dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, S.E., Sekretaris Daerah Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman, M.M., unsur Forkopimda Kota Medan diantaranya, Danlantamal I Belawan Kolonel Laut (P) Johanes Djanarko Wibowo, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat, Kakan Kemenang Kota Medan, Impun Siregar, Ketua LPTQ Kota Medan, Palid Muda Harahap, serta para pemimpin tinggi lainnya.
 
Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengatakan agar MTQ ke-55 Tingkat Kota Medan ini dapat melahirkan Qori dan Qoriah yang berkualitas yang mampu membawa nama harum Kota Medan ke ajang MTQ yang lebih tinggi lagi tingkatannya.
 
“Pesan ini selalu saya sampaikan agar para Pengawas dan Hakim dapat berlaku jujur dan adil dalam memberikan nilai kepada para peserta sehingga nantinya akan muncul Qori dan Qoriah kota Medan yang berkualitas,” kata Bobby Nasution.
 
Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT. Bahrumsyah, S.H.,M.H., berharap kegiatan MTQ yang dilaksanakan ini dapat mewarnai wajah umat islam yang damai dan dapat membumikan Al-Qur’an.
 
“MTQ yang telah membudaya di tengah masyarakat tidak hanya meningkatkan dari segi syiar dan kualitas penyelenggaraannya saja, namun kegiatan ini harus dapat mewarnai wajah umat islam yang damai di Kota Medan, dan harus mampu membumikan Al-Qur’an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dapat dipahami dan dilaksanakan umat islam”, kata Bahrumsyah.(aSp)

            

Medanoke.com- Medan, Riuh musik party di Dhops The Baristro mendadak terhenti menyusul puluhan massa menggeruduk bar di Jalan Multatuli, Medan, itu jelang Kamis dinihari (03/02/2022) tadi. Kericuhan pun terjadi antara pihak pengelola (manajemen) tempat hiburan itu dengan rombongan massa yang datang bersama tim aparat kelurahan.                                                  

Peristiwa berawal dari beredarnya laporan warga sekitar bar itu. Ceritanya, jam operasional bar live music itu dibilang menabrak aturan Wali Kota Medan di masa PPKM Level II. Saat virus Covid  varian Omicron kian mengganas, Dhops yang tampak selalu ramai pengunjung  tetap riuh hingga tengah malam.

Laporan miring itu menjalar liar dan pada Rabu (02/02/2022) siang, laporan itu masuk ke pesan WhatsApp Plt Camat Medan Maimun, Andi Mario Siregar. Malamnya, laporan senada soal D’hops yang disebutsebut menabrak aturan jam tutup juga protokol Covid- kembali diterima via seluler oleh Camat yang juga Kabag Tapem ini -pun bereaksi dan meneruskan laporan masyarakat tersebut ke jajarannya.  Jelang dini hari tadi, Asril Muslim, Lurah Hamdan yang menaungi lokasi bar Dhops, datang ke tempat ajeb-ajeb itu. Bersamanya turut pula puluhan aparat dari kelurahan dengan beratribut lengkap.                        

Info dihimpun MEDANOKE dari lokasi peristiwa menyebut, kericuhan pecah saat Lurah Asril bersitegang dengan Rangga, yang diketahui sebagai manajer Dhops. Asril dan rombongan aparatur kelurahan dihadang saat berusaha masuk. Di sinilah kepanikan massal mulai terjadi.                                                Alunan musik mendadak berhenti.  puluhan pengunjung bar jadi tegang. Sebahagian bahkan terbirit birit keluar dari Tempat hiburan malam tersebut. Wajah mereka tampak ketakutan. Apalagi, menit berikutnya, massa berkendara puluhan motor datang, turut menggeruduk bar. Mereka datang sambil meneriakkan yel-yel slogan sebuah Ormas. Kehadiran massa itu mengundang puluhan warga sekitar heboh berdatangan. para pengendara yang melintas pun mendadak berhenti dan menonton peristiwa itu.           
Alhasil, seratusan orang seketika tumpah ruah hingga ke badan jalan depan Dhops. “Tempat ini sudah melawan kebijakan Wali Kota Bobby,” teriak massa, berulang kali  “Panggil Satgas Covid 19, malam ini juga segel tempat ini,” teriak beberapa yang lain. Melihat massa kian berjubel, pihak D’hops akhirnya melunak. Sekira pukul 00.25 WIB, Lurah Asril diijinkan masuk ke bar. Begitu juga sejumlah anak buahnya. Mereka menggelar pertemuan tertutup dengan Rangga, manajer Dhops.                                              Sekitar setengah jam di dalam Dhops, lurah dan timnya keluar. Massa yang meluber di halaman Dhops dan badan jalan lalu diimbau bubar. Belum diketahui apa hasil pertemuan itu. Tapi hingga jelang Subuh tadi, sejumlah aparat keamanan dan kelurahan tampak masih berjaga di kawasan tempat hiburan itu.                                                 

Sementara itu, meski Dhops tak nampak disegel, Camat Andi Mario menyebut pihaknya telah menutup tempat ajojing malam itu. “Sesuai arahan dari Bapak Wali Kota Medan,” tulisnya lewat pesan WhatsApp pada wartawan media ini. Dia belum menjelaskan soal masa sanksi penutupan itu.                                        Dhops The Baristro  adalah tempat clubbing berkonsep bar and resto. Tempat ini dilengkapi karaoke. Juga lounge live music dan dijey. Dhops terbilang pendatang baru dalam kancah bisnis hiburan malam di Medan. walaupun baru, lokasi ini diketahui berulang kali dirazia tim Satgas Covid 19 karena kerap tak mengindahkan aturan pemerintah.

Tak hanya rentan akan adanya penyebaran virus Corona, kehadiran Dhops juga dituding menjadi biang sebuah aksi  kriminalitas. Setidaknya demikian laporan Mur (32), warga yang tinggal dekat Dhops.                                 
“Sekitar sebulan lalu, beberapa pengunjung di situ keluar, mabuk dan memukuli seorang anak di sini. Anak itu dikeroyok. Kami kasihan melihatnya. Itu terjadi di depan Dhops,” kata Mur, minta namanya disingkat.  “Dan kejadian itu tak sampai ke kantor polisi, karena pengobatan korban ditanggung hingga sembuh” sambungnya.     Mur bersama sejumlah tetangganya mengaku resah dengan aktifitas malam Dhops.  Hingga kemarin (03/02/2022), kebenaran laporannya belum terkonfirmasi ke pihak Dhops. (afm)

MEDANOKE – Medan, Prakiraan cuaca yang dirilis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) untuk Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan pada pagi hari diawali dengan berawan. Sabtu, (8/1/2022).

“Suhu udaranya mencapai 22°C hingga 27°C dengan kelembapan udara mencapai 80%. Dan untuk arah angin di pukul 07.00 WIB dan 10.00 WIB angin cenderung tenang,” tulis BMKG di laman situsnya.

Cuaca berawan dimulai dari pukul 07.00 – 10.00 WIB. Suhu udara siang hari diperkirakaan mencapai 33°C dengan kelembapan udara mencapai 75 persen. Angin bergerak ke arah Timur Laut dengan kecepatan 20 km/jam.

Pada sore harinya cuaca Kota Medan masih berawan, dengan suhu udara mencapai 27°C dengan kelembapan udara mencapai 75 persen. Angin bergerak ke arah Timur Laut dengan kecepatan 30 km/jam.

Kemudian, malam harinya cuaca Kota Medan mengalami hujan sedang. Suhu udara mencapai 24°C dengan kelembapan udara mencapai 90 persen. Angin bergerak ke arah Timur Laut dengan kecepatan 10 km/jam.

Lebih lanjut, BMKG memperingatkan masyarakat agar waspada karena hujan yang disertai petir diperkirakan datang di wilayah Sumatera Utara.

“Waspada potensi hujan yang disertai kilat, petir dan angin kencang di sebagian wilayh Sumut,” ujar BMKG. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Ketika membuka kembali lembar sejarah pada tahun 1946-1950 ada aksi bengis pasukan Belanda di Medan yang meneror rakyat Indonesia, Belanda itu dikenal sebagai Kapten Raymond Pierre Paul Westerling.

Kota Medan menjadi gelanggang pertama keganasan Westerling di Indonesia. Dilansir Historia, ketika tahun 1945 bulan September ratusan parasut tampak mengembang di langit kota Medan. Jumlahnya sekira satu kompi pasukan. Bersama mereka, disediakan pula 180 pucuk senjata revoler. Lapangan terbang Polonia, Medan, menjadi tempat para prajurit lintas udara itu mendarat.

Tercatat dalam Medan Area Mengisi Proklamasi, hasil penyusunan tim Biro Sejarah Prima, pasukan asing itu datang di bawah pimpinan Letnan Raymond Westerling. Kedatangannya telah dinanti oleh Letnan Brondgeest, seorang perwira Angkatan Laut Belanda yang memimpin unit IV pasukan ADCS (Anglo Dutch Contry Section).

Keduanya berkolaborasi menegakan kekuasaan Belanda di wilayah (waktu itu) Sumatera Timur yang kaya akan hasil perkebunan. Brondgeest bertugas mengurusi oranganisasi pemerintahan, sedang Weterling menyusun kekuatan pasukan. Dalam waktu singkat ia mampu membentuk pasukan polisi berkekuatan 200 orang. Mereka terdiri dari orang Belanda, Indo-Belanda, dan jebolan tentara KNIL (Koinklijk Nederlands Indisch Leger).

Westerling pun menjadi kepala dinas intelijen Belanda. Berkantor di Medan, ia memegang jaringan untuk setengah pulau Sumatera. Saat menjalankan tugasnya, acap kali Westerling bertindak brutal. Tentang kekejamannya itu pernah diceritakan seorang opsir Inggris yang menyaksikan langsung tindakan tidak masuk akal dari Westerling.

Waktu sedang asik minum kopi di pemondokannya, Westerling memperlihatkan kepala seorang Indonesia dari dalam keranjang sampah. Dengan santai ia menceritakan kepala itu milik seorang “ekstrimis” yang berhasil dihabisi setelah cukup lama diintai.

“Jam empat pagi aku masuk ke kamar mandi dan menyuruh pengacau itu berpusing. Sekali penggal dengan pedangku aku memisahkan kepala dari badannya,” kata Westerling kepada si opsi Inggris seperti dikutip K’tut Tantri dalam Revolusi di Nusa Damai.

Pada tahun 1946 bulan Juli, Westerling dipindahkan dari seksi intelijen ke satuan pasukan komando. Pemindahan itu sekaligus mengakhiri tugasnya di Medan. ia terkenal sebagai sosok pembunuh berdarah dingin. (Jeng)

Medanoke.com – Medan, Penutupan jalur dimulai 31 Desember 2021 pukul 19.00 WIB sampai 1 Januari 2022 pukul 06.00 WIB. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menutup 110 jalur masuk inti Kota Medan menjelang Tahun Baru 2022.

“Seluruh jalur masuk itu merupakan jalan di tiga kecamatan, yaitu Medan Area, Medan Kota dan Medan Timur,” kata Kepala Satlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar didampingi Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis, Rabu (29/12).

Penetapan 110 titik jalur ini, tambahnya merupakan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan Medan. Sebab jalur-jalur ini merupakan akses utama daerah-daerah penyangga menuju Kota Medan.

“Dengan penutupan jalur ini, diharapkan mengurangi mobilitas dan kerumunan menjelang pergantian tahun. Sekitar 1.000 personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan unsur kecamatan dikerahkan untuk mengawasinya. Jika didapati masyarakat yang tidak patuh, akan dipaksa putar balik,” tegasnya.

Iswar Lubis Kepala Dishub Kota Medan menambahkan, setiap titik jalur masuk diawasi sedikitnya empat personel.

“Sekitar 500 personel Dishub Kota Medan dikerahkan untuk mendukung kegiatan ini,” imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan, lanjutnya, mengimbau masyarakat sebaiknya merayakan pergantian tahun baru di rumah masing-masing. Tak usah melakukan konvoi, membuat kerumunan atau pesta kembang api di lokasi-lokasi tertentu.

“Dengan penutupan jalur ini, kami mohon maaf. Ini demi kepentingan dan kebaikan kita bersama, semoga di 2022 perekonomian dan keamanan jauh lebih baik,” kata dia.

Berikut jalur-jalur yang Ditutup Mulai 31 Desember:
Jalan Thamrin-simpang Asia, Thamrin-simpang Sutrisno, AR Hakim-Megawati, AR Hakim-simpang Bromo, AR Hakim-simpang Sutrisno, AR Hakim-simpang Timah Putih, Asia-simpang Kapten Jumhana, HM Joni-simpang AR Hakim dan Mandala by Pass-simpang Denai.

Kemudian Jalan Sisingamangaraja-simpang Sakti Lubis, Brigjen Katamso-simpang Sakti Lubis, Sisingamangaraja-simpang Halat, Sisingamangaraja-simpang Masjid Raya, Sisingamangaraja-simpang HM Joni, Sisingamangaraja-simpang Pandu, Sisingamangaraja-simpang Pelangi, Brigjen Katamso-simpang Pelangi.

Lalu Jalan Brigjen Katamso-simpang Juanda, Brigjen Katamso-simpang Masjid Raya, GM Panggabean-simpang Stadion, Pandu-simpang Pemuda, Pemuda-simpang Palang Merah, Palang Merah-simpang Perniagaan, Palang Merah-simpang Masjid, Palang Merah-simpang Ampel, Palang Merah-simpang Arab dan Mahkamah simpang Pandu Baru.

Selanjutnya Jalan MT Haryono-simpang Irian Barat, Sutrisno simpang Veteran, Sutomo-simpang HM Yamin, Perintis-simpang Gaharu, Perintis-simpang Timor serta Sutomo-simpang Perintis Kemerdekaan. (Red)

Jalan Malah Ditutup Cor tanpa disisakan parit

Medanoke.com, Pengerjaan proyek pengecoran di Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area amburadul. 
Pekerjaan yang dimulai pada Selasa (14/12/2021) dan selesai pada Rabu (15/12/2021) ini. Meski diawasi oleh Kepling (Kepala Lingkungan) II kawasan tersebut beserta beberapa petugas kelurahan ini malah membuat warga resah. 

Meski awalnya, warga sempat senang dengan pekerjaan ini, tapi kemudian banyak warga komplain karena ternyata hanya sebagian jalan saja yang di cor. 

Dan permasalahan utama adalah jalan yang dicor itu adalah tempat mengalirnya air disaat banjir, sedangkan jalan tersebut di cor tanpa menyisakan parit.

Proyek pengecoran di Kelurahan Kota Matsum I, Lingkungan II amburadul, Jalan dicor tanpa disisakan parit membuat ait tergenang dan tidak mengalir ketika huja deras. (Red)

“Ini baru hujan rintik tadi malam air sudah tergenang, bagaimana kalau seandainya hujan deras, maka terbenamlah rumah-rumah kami di lingkungan yang lain, “ujar Puja Prasetia salah seorang warga saat ditemui wartawan.

Jalan yang dicor tanpa disisakan parit membuat air tergenang. (Red)

Bahkan lanjutnya, apabila ini tidak diberi solusi cepat, maka apabila hujan, air yang biasanya cepat surut justru akan jadi lebih lama tergenang dan itu mengganggu aktivitas warga.

Sedangkan Kepling tersebut Reza ketika dikonfirmasi tidak berada di tempat. “Kepling kami memang jarang ada di tempat dan sangat susah ditemui. Kepling kami pun tidak tahu yang mana orangnya, karena yang selalu terlihat di lapangan hanya ibunya Hera ” ujar salah seorang warga enggan disebut namanya kepada media ketika mencoba mengkonfirmasi perihal tersebut.(Puja)